Menu
Mendesa RI bersama Rektor UGM melepas 5.992 Peserta KKN PPM 2018 ke 34 Provinsi.

Mendesa RI bersama Rektor UGM melep…

 Sleman-KoPi| Rektor UG...

Basarnas Fokuskan Pengamanan Wisata Pantai Selatan

Basarnas Fokuskan Pengamanan Wisata…

Jogja-KoPi| Tim Search An...

PBB:Serangan Lanjut ke Hudaida Yaman berdampak ke Bencana Kemanusiaan yang Lebih Besar

PBB:Serangan Lanjut ke Hudaida Yama…

Yaman-KoPi| Persatuan Ban...

Tahun 2018 Kasus Demam Berdarah Cenderung Turun.

Tahun 2018 Kasus Demam Berdarah Cen…

Sleman-KoPi| Memasuki per...

Mahasiswa UGM Inovasikan Limbah Cangkang Udang Menjadi Closet Sanitizer Berbahan 100% non Alkohol.

Mahasiswa UGM Inovasikan Limbah Can…

Sleman-KoPi| Lima Mahasis...

Gubernur DIY: Jalan Alternatif Gunung Merapi tidak di tutup Tapi kalau naik Gunung harap Waspada

Gubernur DIY: Jalan Alternatif Gunu…

Sleman-KoPi| Gubernur Dae...

Operasi Ketupat 2018, Polda DIY Berfokus Pada 4 Potensi Kerawanan saat Lebaran.

Operasi Ketupat 2018, Polda DIY Ber…

Sleman-KoPi| Kepolisian D...

Tamu di Yogyakarta Lebih Gemar Menghabiskan Malam di  Hotel Berbintang Ketimbang di Hotel Melati.

Tamu di Yogyakarta Lebih Gemar Meng…

Bantul-KoPi| Badan Pusat ...

Donald Trump Pastikan Tanggal Gelaran Pertemuan Dengan Kim Jong.

Donald Trump Pastikan Tanggal Gelar…

Washington-KoPi| Presid...

Polda DIY Gagalkan Operasi Peredaran Tembakau Gorila di Yogyakarta.

Polda DIY Gagalkan Operasi Peredara…

Sleman-kopi| Direktorat R...

Prev Next

Kematian akibat resistensi antibiotik mencapai 700 ribu kasus

http://pspa29.blogspot.co.id http://pspa29.blogspot.co.id


Jogja-KoPi|Komite Pencegahan pengendalian infeksi (PPI) rumah sakit mata (RSM) dr Yap, dr Rastri Paramita menyebutkan angka kematian akibat resistensi antibiotik tanpa melihat usia penderita saat ini mencapai 700.000 kasus pertahun.

Setidaknya terdapat 140 kematian setiap bulannya akibat resistensi antibiotik diseluruh dunia. Sementara di tahun 2050 diperkirakan terdapat sekitar 10 juta kematian per tahun akibat resistensi antibiotik.

Menurut Rasti penyebab tingginya angka kematian dapat disebabkan oleh penanganan dokter atau perilaku pasien sendiri.

“Dari pasien, disebakan karena pembelian obat antibiotik yang bebas tanpa resep dokter, pasien yang tidak patuh kepada petunjuk dokter terkait penggunaan antibiotik, dan pasien berbagi antibiotik dengan orang lain”, jelasnya, saat di wawancarai di RSM dr Yap, Jumat (5/5).

Sementara dari pihak dokter dapat terjadi ketika dokter sering menggunakan obat antibiotik tanpa melihat jenis bakteri yang diderita pasien. Akibatnya pasien menumbuhkan bakteri yang kebal terhadap antibiotik akibat salah penggunaan jenis antibiotik.

Oleh karena itu semenjak dua tahun terakhir, pemerintah Indonesia bersama Kementrian Kesehatan (Kemenkes) memperketat penjualan antibiotik. Obat antibiotik tidak dijual secara bebas di toko obat, apotik, dan rumah sakit di seluruh indonesia. Pembelian harus lewat resep dokter untuk menghindari pengunaan antibiotik yang berlebihan.


Selain itu, Kemenkes juga mengeluarkan peraturan untuk membentuk komite pengendalian resistensi anti mikroba di setiap rumah sakit lewat UU no. 8 tahun 2015.


“Jadi setiap rumah sakit akan dilihat oleh komite terkait peta kumannya , tujuannya untuk melihat atau mencari tahu RS mana saja yang memiliki resistensi bakteri. Selanjutnya jika ada pasien terkena infeksi bakteri dan diketahui jika bakteri tersebut resistens terhadap salah satu jenis antibiotik maka jenis antibiotik tersebut tidak boleh digunakan”, jelas Rasti.


Di sisi lain, Dirut RSM dr YAP, dr. Enny Cahyani Permatasari mengatakan pihaknya akan menyarankan pasien untuk menggunakan antibiotik jenis dasar seperti Amoxicilin terlebih dahulu. Tujuannya senada yaitu mencegah resistensi dan menghindari potensi penyakit menjadi semakin parah.


“Kita dan Dinkes selalu memberikan pemahaman agar tidak memberikan antibiotik dengan mudah, karena sampai saat ini masih ada temuan antibiotik yang dijual bebas dan berpotensi menimbulkan komplikasi penyakit lainnya”, tandasnya.|Syidik Syaiful Ardli

back to top

More in News Categories

Prev Next

Other Categories

Prev Next