Menu
Basarnas Fokuskan Pengamanan Wisata Pantai Selatan

Basarnas Fokuskan Pengamanan Wisata…

Jogja-KoPi| Tim Search An...

PBB:Serangan Lanjut ke Hudaida Yaman berdampak ke Bencana Kemanusiaan yang Lebih Besar

PBB:Serangan Lanjut ke Hudaida Yama…

Yaman-KoPi| Persatuan Ban...

Tahun 2018 Kasus Demam Berdarah Cenderung Turun.

Tahun 2018 Kasus Demam Berdarah Cen…

Sleman-KoPi| Memasuki per...

Mahasiswa UGM Inovasikan Limbah Cangkang Udang Menjadi Closet Sanitizer Berbahan 100% non Alkohol.

Mahasiswa UGM Inovasikan Limbah Can…

Sleman-KoPi| Lima Mahasis...

Gubernur DIY: Jalan Alternatif Gunung Merapi tidak di tutup Tapi kalau naik Gunung harap Waspada

Gubernur DIY: Jalan Alternatif Gunu…

Sleman-KoPi| Gubernur Dae...

Operasi Ketupat 2018, Polda DIY Berfokus Pada 4 Potensi Kerawanan saat Lebaran.

Operasi Ketupat 2018, Polda DIY Ber…

Sleman-KoPi| Kepolisian D...

Tamu di Yogyakarta Lebih Gemar Menghabiskan Malam di  Hotel Berbintang Ketimbang di Hotel Melati.

Tamu di Yogyakarta Lebih Gemar Meng…

Bantul-KoPi| Badan Pusat ...

Donald Trump Pastikan Tanggal Gelaran Pertemuan Dengan Kim Jong.

Donald Trump Pastikan Tanggal Gelar…

Washington-KoPi| Presid...

Polda DIY Gagalkan Operasi Peredaran Tembakau Gorila di Yogyakarta.

Polda DIY Gagalkan Operasi Peredara…

Sleman-kopi| Direktorat R...

Keamanan di Bandara Adi Sutjipto Ketat Dengan Terjunnya 29 Ekor Anjing Pelacak dan Body Scanner.

Keamanan di Bandara Adi Sutjipto Ke…

Sleman-KoPi| Komandan sat...

Prev Next

Kelompok Islam radikal hanya gunakan peradaban Arab yang bangkrut

Kelompok Islam radikal hanya gunakan peradaban Arab yang bangkrut

Jogja-KoPi│Buya Syafii Maarif, Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah ke-13 mengatakan kelompok Islam yang keras dan radikal di Indonesia menggunakan peradaban Arab yang bangkrut.

 

“Kelompok keras itu sebenarnya menginvestai dari peradaban muslim arab yang bangkrut, jadi tidak semua tradisi Islam”, jelasnya saat diwawancarai dalam acara Seminar Internasional Budaya Tionghoa di Ballroom Hotel Inna Garuda Yogyakarta, Rabu (10/5).

Menurutnya, budaya Arab tidak seharusnya dibawa dalam menganut agama Islam karena pokok ajaran Islam adalah Al Quran dan perilaku Nabi Muhammad SAW.

“Bacaan pokok adalah Al quran dan perilaku Nabi, bacaan pokok haram dan bacaan lainnya bukan asli dari Islam. Ada dimensi Arabisme yang sebetulnya tidak ada hubungannya dengan nabi dan Islam yang dibawa kesini, seperti kekerasan, merasa benar sendiri”, ujarnya.

Ia juga menghimbau kepada masyarakat terutama umat Islam untuk tidak menyamakan Islam dengan Arab, karena Islam sangat berbeda dengan Arab.

“Masyarakat yang tidak mampu bahasa arab jangan menyamakan Arabisme dengan Islam, harus hati-hati. Alquran bukan untuk Arab tapi semua umat manusia yang mau mempercayainya”, jelasnya.

Selanjutnya ia mengatakan perpecahan yang dulu terjadi pada elit politik Arab dengan alasan agama dan Al Quran mulai dirasakannya di Indonesia.

“Arabisme ini usianya sudah berabad-abad dan perpecahan elit arab pada awal abad mulai terasa beberapa saat, dan kita harus keluar dari konflik politis itu yang biasanya mereka mengatas namakan Al quran, atas nama agama. Itu hanya Arabisme”, jelas Buya.

Ia mengajak umat Islam untuk keluar dari perpecahan tersebut dan kembali pada paham pancasila dan NKRI.

back to top

More in News Categories

Prev Next

Other Categories

Prev Next