Menu
Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku Pembancokan

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku …

Jogja-KoPi| Sat Reskrim P...

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu Evakuasi Korban Bencana di Sulteng

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu …

Sulawesi Tengah-KoPi|&nbs...

Fatma Saifullah Yusuf Kagumi Pasar Tiban karya Anne Avantie

Fatma Saifullah Yusuf Kagumi Pasar …

Surabaya-KoPi| Ketua Umum...

Pacu Generasi Muda Ciptakan Inovasi dalam Tantangan Kemajuan Ekonomi Digital

Pacu Generasi Muda Ciptakan Inovasi…

Jogja-KoPi| Fakultas Ekon...

Awas, Hati-Hati, Kredit Online Mulai Makan Korban

Awas, Hati-Hati, Kredit Online Mula…

Jogja-KoPi| Lembaga Konsu...

Dosen Muda UMY Ukir Prestasi di Thailand

Dosen Muda UMY Ukir Prestasi di Tha…

Bantul-KoPi| Universitas ...

Diskusi Netizen Jogja: Menkominfo Serukan Damai dan Berbudaya di Ranah Maya

Diskusi Netizen Jogja: Menkominfo S…

Jogja-KoPi|  – Selas...

Fisipol UGM Kumpulkan Para Pakar Politik Bahas Perkembangan Politik Nasional

Fisipol UGM Kumpulkan Para Pakar Po…

Jogja-KoPi| Fakultas Ilmu...

Niagahoster Devcussion 2.0 Berikan Solusi​ Online​ untuk UKM

Niagahoster Devcussion 2.0 Berikan …

Jogja-KoPi| Setelah sukse...

Doa bersama Memperingati Hari Kesaktian Pancasila di Masjid Al-Jihad Akmil Magelang

Doa bersama Memperingati Hari Kesak…

KoPi-Lembah Tidar. Minggu...

Prev Next

'Kebersihan' dan disfungsi trotoar..

'Kebersihan' dan disfungsi trotoar..

Jogjakarta-KoPi| Tidak seperti hari-hari biasanya trotoar di depan Dinas Pariwisata DIY hingga ke arah selatan bersih dari pedagang kaki lima.

Menurut Koordinator Divisi Promosi dan Pemberdayaan Dinas Pariwisata DIY, Darmanto kekosongan trotoar dari pedagang karena kesepakatan pedagang meliburkan diri seminggu awal bulan Ramadhan.“ Pedagang libur di minggu awal. Minggu kedua mereka sudah mulai jualan lagi. Dari kami (Dinpar) tidak ada kebijaksanaan untuk pengosongan”, papar Darmanto.

Trotoar di depan Dinpar hingga memanjang ke selatan selalu ramai oleh pedagang. Ada tiga paguyuban pedagang yang menenpati trotoar. Paguyuban Handayani terdiri dari sekitar 70 pedagang yang menjual es buah, bakso, ayam goreng.  Paguyuban angkringan “Patma” terdiri dari 48 pedagang yang beroperasi siang hari. Sementara malam hari paguyuban Lesehan.

“ Tidak berjualannya pedagang di trotoar, itu niat baik dari pedagang sendiri menghormati bulan puasa, hal itu kami dukung”, Darmanto.

Status Trotoar
Seminggu awal puasa pihak pedagang sepakat untuk libur jualan di sepanjang trotoar depan Dispar Jogja. Keputusan yang diambil untuk menghormati bulan puasa. Liburnya para pedagang membuat trotoar tampak luas.

Suasana lengangnya trotoar membuat para pejalan leluasa berjalan.Mengenai hal ini, Koordinator Divisi Promosi dan Pemberdayaan, Darmanto mengakui terjadi disfungsi trotoar. Fungsi trotoar untuk pejalan kaki tergeser dengan adanya para pedagang.

“Sebenarnya fungsi aslinya buat pejalan kaki, namun menjadi berubah fungsi. Haknya kita selalu kalah”, papar Darmanto.
Sementara pejalan kaki, Utari fitriyawati lebih menyuaki kondisi trotoar sepi pedagang. “Trotoar sepi, nggak bejubel dan jalanan jadi longgar”, ujar Utari.

Sebenarnya pihak Dinpar sempat memberikan solusi dengan menyediakan batas kuning untuk pejalan kaki, namun lagi-lagi hal itu dilanggar untuk areal parkir sepeda motor. | Winda Efanur FS |

back to top

More in News Categories

Prev Next

Other Categories

Prev Next