Menu
RUU Permusikan dan Kebrutalan Spirit Kapitalisme

RUU Permusikan dan Kebrutalan Spiri…

Anang Hermansyah, anggota...

Gubernur dan DPRD Jatim Setujui Perda Trantibmumlinmas

Gubernur dan DPRD Jatim Setujui Per…

Surabaya-KoPi| Gubernur J...

Dosen Ekonomi UMY Sebut Ekonomi Indonesia Kian Hari Kian Memprihatinkan

Dosen Ekonomi UMY Sebut Ekonomi Ind…

Bantul-KoPi| Di dalam eko...

Masih Banyak Kekeliruan Informasi Dalam Sikapi Bencana

Masih Banyak Kekeliruan Informasi D…

Bantul-KoPi| Bencana alam...

Kemenpora Serahkan Hibah Gelanggang Olahraga ke UGM

Kemenpora Serahkan Hibah Gelanggang…

Jogja-KoPi| Kementerian P...

FKH UGM Luluskan 172 Dokter Hewan Baru

FKH UGM Luluskan 172 Dokter Hewan B…

Jogja-KoPi| Fakultas Kedo...

Inovasi Gabungan Aspal dan Karet Bekas Untuk Tingkatkan Mutu Jalan Rel Kereta Api di Indonesia

Inovasi Gabungan Aspal dan Karet Be…

Bantul-KoPi| Mengacu dari...

Sepatu untuk Pasien Lumpuh Rancangan Mahasiswa UGM Raih Penghargaan di Seoul

Sepatu untuk Pasien Lumpuh Rancanga…

Jogja-KoPi| Sepatu buatan...

Konsekuensi Pembangunan Infrastruktur

Konsekuensi Pembangunan Infrastrukt…

Oleh: Novri Susan (Sosiol...

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku Pembancokan

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku …

Jogja-KoPi| Sat Reskrim P...

Prev Next

'Kebersihan' dan disfungsi trotoar..

'Kebersihan' dan disfungsi trotoar..

Jogjakarta-KoPi| Tidak seperti hari-hari biasanya trotoar di depan Dinas Pariwisata DIY hingga ke arah selatan bersih dari pedagang kaki lima.

Menurut Koordinator Divisi Promosi dan Pemberdayaan Dinas Pariwisata DIY, Darmanto kekosongan trotoar dari pedagang karena kesepakatan pedagang meliburkan diri seminggu awal bulan Ramadhan.“ Pedagang libur di minggu awal. Minggu kedua mereka sudah mulai jualan lagi. Dari kami (Dinpar) tidak ada kebijaksanaan untuk pengosongan”, papar Darmanto.

Trotoar di depan Dinpar hingga memanjang ke selatan selalu ramai oleh pedagang. Ada tiga paguyuban pedagang yang menenpati trotoar. Paguyuban Handayani terdiri dari sekitar 70 pedagang yang menjual es buah, bakso, ayam goreng.  Paguyuban angkringan “Patma” terdiri dari 48 pedagang yang beroperasi siang hari. Sementara malam hari paguyuban Lesehan.

“ Tidak berjualannya pedagang di trotoar, itu niat baik dari pedagang sendiri menghormati bulan puasa, hal itu kami dukung”, Darmanto.

Status Trotoar
Seminggu awal puasa pihak pedagang sepakat untuk libur jualan di sepanjang trotoar depan Dispar Jogja. Keputusan yang diambil untuk menghormati bulan puasa. Liburnya para pedagang membuat trotoar tampak luas.

Suasana lengangnya trotoar membuat para pejalan leluasa berjalan.Mengenai hal ini, Koordinator Divisi Promosi dan Pemberdayaan, Darmanto mengakui terjadi disfungsi trotoar. Fungsi trotoar untuk pejalan kaki tergeser dengan adanya para pedagang.

“Sebenarnya fungsi aslinya buat pejalan kaki, namun menjadi berubah fungsi. Haknya kita selalu kalah”, papar Darmanto.
Sementara pejalan kaki, Utari fitriyawati lebih menyuaki kondisi trotoar sepi pedagang. “Trotoar sepi, nggak bejubel dan jalanan jadi longgar”, ujar Utari.

Sebenarnya pihak Dinpar sempat memberikan solusi dengan menyediakan batas kuning untuk pejalan kaki, namun lagi-lagi hal itu dilanggar untuk areal parkir sepeda motor. | Winda Efanur FS |

back to top

More in News Categories

Prev Next

Other Categories

Prev Next