Menu
Konsekuensi Pembangunan Infrastruktur

Konsekuensi Pembangunan Infrastrukt…

Oleh: Novri Susan (Sosiol...

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku Pembancokan

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku …

Jogja-KoPi| Sat Reskrim P...

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu Evakuasi Korban Bencana di Sulteng

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu …

Sulawesi Tengah-KoPi|&nbs...

Fatma Saifullah Yusuf Kagumi Pasar Tiban karya Anne Avantie

Fatma Saifullah Yusuf Kagumi Pasar …

Surabaya-KoPi| Ketua Umum...

Pacu Generasi Muda Ciptakan Inovasi dalam Tantangan Kemajuan Ekonomi Digital

Pacu Generasi Muda Ciptakan Inovasi…

Jogja-KoPi| Fakultas Ekon...

Awas, Hati-Hati, Kredit Online Mulai Makan Korban

Awas, Hati-Hati, Kredit Online Mula…

Jogja-KoPi| Lembaga Konsu...

Dosen Muda UMY Ukir Prestasi di Thailand

Dosen Muda UMY Ukir Prestasi di Tha…

Bantul-KoPi| Universitas ...

Diskusi Netizen Jogja: Menkominfo Serukan Damai dan Berbudaya di Ranah Maya

Diskusi Netizen Jogja: Menkominfo S…

Jogja-KoPi|  – Selas...

Fisipol UGM Kumpulkan Para Pakar Politik Bahas Perkembangan Politik Nasional

Fisipol UGM Kumpulkan Para Pakar Po…

Jogja-KoPi| Fakultas Ilmu...

Niagahoster Devcussion 2.0 Berikan Solusi​ Online​ untuk UKM

Niagahoster Devcussion 2.0 Berikan …

Jogja-KoPi| Setelah sukse...

Prev Next

Karya siswa es krim pencegah kanker..

Es krim "Cerdasi" daun sirsak Es krim "Cerdasi" daun sirsak

Jogjakarta-KoPi| Ada tiga kategori karya ilmiah yang dilombakan dalam Pameran Karya Ilmiah Remaja 2015. Kategori pertama bidang tekologi dan rekayasa dengan 14 jenis karya, bidang IPA sebanyak 22 karya dan bidang IPSK (Sosial) sebanyak 9 karya.

Pemilihan karya berlangsung sejak bulan Mei 2015. Kriteria pemilihan karya berdasarkan orisinalitas ide, dan bermanfaatnya karya pada lingkungan sekitar. Sebanyak 15 karya lolos ke babak pameran.

Salah satu peserta pameran siswi, Kayla Queenazima Santoso meneliti tentang es krim “Cerdasi” daun sirsak sebagai pencegah kanker. Menurut Kayla masyarakat masih awam dengan obat tradisional kanker. Pembuatan es krim daun sirsak dapat menjadi alternatif obat baru.

Kayla yang baru duduk di kelas 8 SMPN Jogjakarta berharap melalui pameran karya ilmiah ini bisa memajukan iklim penelitian di Indonesia.

Berbeda dengan Kayla, salah satu siswi dari SMP 7 Muhammadiyah Jogjakarta, Dyah Ayu Sekar meneliti tentang energi. Dyah memanfaatkan minyak jelantah sebagai pengganti minyak tanah.

Penelitian Dyah berangkat dari kegelisahan banyaknya pengepul minyak jelantah yang dijual kembali ke konsumen. “Ide berawal dari pengamatan saya sendiri banyak pengepul minyak jelantah membeli dari restoran besar dan hotel lalu dijual kembali ke masyarakat. Minyak jelantah itu mengandung kolesterol. Ini upaya mengurangi penjualan minyak jelantah,” papar Dyah.

Dyah mendesain kaleng bekas menjadi kompor. Untuk praktek penelitian ini Dyah memakai kaleng bekas roti yang di lubangi di bagian tengahnya. Di bagian tengah dituangkan minyak jelantah.

“Uji coba menggunakan kira-kira satu liter minyak jelantah untuk memasak satu liter air dan bisa mendidih selama 16 menitan. Untuk masak ayam dan sayur pun bisa,” jelas Dyah. |Winda Efanur FS|

back to top

More in News Categories

Prev Next

Other Categories

Prev Next