Menu
Mahasiswa UGM Inovasikan Produk Senyawa Atasi Limbah Tambang

Mahasiswa UGM Inovasikan Produk Sen…

Sleman-KoPi| Tim mahasisw...

Gunung Merapi Berpeluang Alami Letusan Efusif Yang Aman.

Gunung Merapi Berpeluang Alami Letu…

Jogja-KoPi| Kepala Balai ...

BPPTKG: Merapi Masih Sangat Awal di Proses Magmatisnya.

BPPTKG: Merapi Masih Sangat Awal di…

Jogja-KoPi| Balai Penyeli...

Pakde Karwo : Terima Kasih Atas Empati dan Duka Cita AS kepada Korban dan Dampak Terorisme di Jatim

Pakde Karwo : Terima Kasih Atas Emp…

Jatim-KoPi| Gubernur Jati...

Pemerintah Bangun Industri Digital untuk Kurangi Kesenjangan Ekonomi

Pemerintah Bangun Industri Digital …

Sleman-KoPi| Pemerintah s...

Pakde Karwo: Dual Track Pendidikan Strategi Jatim Songsong Bonus Demografi  2019

Pakde Karwo: Dual Track Pendidikan …

Jatim-KoPi| Berbagai lang...

BPPTKG: Merapi Belum Menunjukkan Adanya Gejala Erupsi Seperti di Tahun 2010 dan 2006.

BPPTKG: Merapi Belum Menunjukkan Ad…

Jogja-KoPi| Balai Pen...

UGM Mewisuda 1354 Lulusan Sarjana dan Diploma

UGM Mewisuda 1354 Lulusan Sarjana d…

Sleman-KoPi| Universitas ...

Peneliti Gula UGM Soroti Penyimpangan Distribusi Gula Rafinasi

Peneliti Gula UGM Soroti Penyimpang…

Sleman-KoPi| Pasar gula d...

Prev Next

Kamis 17 Juni, MUI gelar rukyah tetapkan puasa

Kamis 17 Juni, MUI gelar rukyah tetapkan puasa

Jogjakarta-KoPi|  Pada tanggal 17 Juni 2015 pukul 16.00-17.00 WIB MUI Jogja beserta pemuka agama di DIY akan menggelar rukyah di Pesisir Parangkusumo. Meskipun beberapa kalangan MUI sudah menetapkan awal puasa jatuh pada hari Kamis (18/6), kegiatan rukyah sebagai upaya menetapkan keyakinan.

Pasalnya berdasarkan hitungan jatuh pada hari Kamis namun sesuai pertauran pusat dipakai cara rukyatul hilal.Penetapan awal bulan Ramadhan dengan rukyah merujuk pada perintah MUI pusat.

Serupa dengan cara yang digunaka oleh Arab Saudi untuk menentukan awal bulan Ramadhan.

“ Prinsip penggunaan rukyah ini yang dipakai pemerintah merujuk pada Mekkah. Namun Mekkah dengan sini hanya terpaut 4 jam. Biasanya di sini belum sampai, di sana (Mekkah) sudah tampak”, papar Ketua II MUI DIY Drs. Jufrihansah.

Adanya selisih jam tersebut diakui oleh Ketua II MUI DIY Drs. Jufrihansah bisa menyebabkan perbedaan waktu berpuasa. Namun dia menambahkan dari kalangan Muhammadiyah Jogja tidak ada perbedaan waktu puasa.

“ Awal puasa tahun 2015-2022 bakal sama dengan Muhammadiyah”, tutur Drs. Jufrihansah saat menghadiri Launching promosi kesehatan Dinkes DIY di Balaikota pukul 10.30 WIB.

Namun terlepas dari ketentuan rukyah nantinya, Ketua II MUI DIY Drs. Jufrihansah memberi kebebasan kepada umat Islam.
“ Dalam hisab itu umat Islam diberi kebebasan. Silahkan kalau mau yakin, tapi biasanya sudah mengambil sikap dan yang dianut pemerintah seperti ini. Bila ada umat yang mengambil sikap lain tetap dihormati”, papar Drs. Jufrihansah.  |Winda Efanur FS|

back to top

More in News Categories

Prev Next

Other Categories

Prev Next