Menu
Mendesa RI bersama Rektor UGM melepas 5.992 Peserta KKN PPM 2018 ke 34 Provinsi.

Mendesa RI bersama Rektor UGM melep…

 Sleman-KoPi| Rektor UG...

Basarnas Fokuskan Pengamanan Wisata Pantai Selatan

Basarnas Fokuskan Pengamanan Wisata…

Jogja-KoPi| Tim Search An...

PBB:Serangan Lanjut ke Hudaida Yaman berdampak ke Bencana Kemanusiaan yang Lebih Besar

PBB:Serangan Lanjut ke Hudaida Yama…

Yaman-KoPi| Persatuan Ban...

Tahun 2018 Kasus Demam Berdarah Cenderung Turun.

Tahun 2018 Kasus Demam Berdarah Cen…

Sleman-KoPi| Memasuki per...

Mahasiswa UGM Inovasikan Limbah Cangkang Udang Menjadi Closet Sanitizer Berbahan 100% non Alkohol.

Mahasiswa UGM Inovasikan Limbah Can…

Sleman-KoPi| Lima Mahasis...

Gubernur DIY: Jalan Alternatif Gunung Merapi tidak di tutup Tapi kalau naik Gunung harap Waspada

Gubernur DIY: Jalan Alternatif Gunu…

Sleman-KoPi| Gubernur Dae...

Operasi Ketupat 2018, Polda DIY Berfokus Pada 4 Potensi Kerawanan saat Lebaran.

Operasi Ketupat 2018, Polda DIY Ber…

Sleman-KoPi| Kepolisian D...

Tamu di Yogyakarta Lebih Gemar Menghabiskan Malam di  Hotel Berbintang Ketimbang di Hotel Melati.

Tamu di Yogyakarta Lebih Gemar Meng…

Bantul-KoPi| Badan Pusat ...

Donald Trump Pastikan Tanggal Gelaran Pertemuan Dengan Kim Jong.

Donald Trump Pastikan Tanggal Gelar…

Washington-KoPi| Presid...

Prev Next

Kamis 17 Juni, MUI gelar rukyah tetapkan puasa

Kamis 17 Juni, MUI gelar rukyah tetapkan puasa

Jogjakarta-KoPi|  Pada tanggal 17 Juni 2015 pukul 16.00-17.00 WIB MUI Jogja beserta pemuka agama di DIY akan menggelar rukyah di Pesisir Parangkusumo. Meskipun beberapa kalangan MUI sudah menetapkan awal puasa jatuh pada hari Kamis (18/6), kegiatan rukyah sebagai upaya menetapkan keyakinan.

Pasalnya berdasarkan hitungan jatuh pada hari Kamis namun sesuai pertauran pusat dipakai cara rukyatul hilal.Penetapan awal bulan Ramadhan dengan rukyah merujuk pada perintah MUI pusat.

Serupa dengan cara yang digunaka oleh Arab Saudi untuk menentukan awal bulan Ramadhan.

“ Prinsip penggunaan rukyah ini yang dipakai pemerintah merujuk pada Mekkah. Namun Mekkah dengan sini hanya terpaut 4 jam. Biasanya di sini belum sampai, di sana (Mekkah) sudah tampak”, papar Ketua II MUI DIY Drs. Jufrihansah.

Adanya selisih jam tersebut diakui oleh Ketua II MUI DIY Drs. Jufrihansah bisa menyebabkan perbedaan waktu berpuasa. Namun dia menambahkan dari kalangan Muhammadiyah Jogja tidak ada perbedaan waktu puasa.

“ Awal puasa tahun 2015-2022 bakal sama dengan Muhammadiyah”, tutur Drs. Jufrihansah saat menghadiri Launching promosi kesehatan Dinkes DIY di Balaikota pukul 10.30 WIB.

Namun terlepas dari ketentuan rukyah nantinya, Ketua II MUI DIY Drs. Jufrihansah memberi kebebasan kepada umat Islam.
“ Dalam hisab itu umat Islam diberi kebebasan. Silahkan kalau mau yakin, tapi biasanya sudah mengambil sikap dan yang dianut pemerintah seperti ini. Bila ada umat yang mengambil sikap lain tetap dihormati”, papar Drs. Jufrihansah.  |Winda Efanur FS|

back to top

More in News Categories

Prev Next

Other Categories

Prev Next