Menu
Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku Pembancokan

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku …

Jogja-KoPi| Sat Reskrim P...

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu Evakuasi Korban Bencana di Sulteng

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu …

Sulawesi Tengah-KoPi|&nbs...

Fatma Saifullah Yusuf Kagumi Pasar Tiban karya Anne Avantie

Fatma Saifullah Yusuf Kagumi Pasar …

Surabaya-KoPi| Ketua Umum...

Pacu Generasi Muda Ciptakan Inovasi dalam Tantangan Kemajuan Ekonomi Digital

Pacu Generasi Muda Ciptakan Inovasi…

Jogja-KoPi| Fakultas Ekon...

Awas, Hati-Hati, Kredit Online Mulai Makan Korban

Awas, Hati-Hati, Kredit Online Mula…

Jogja-KoPi| Lembaga Konsu...

Dosen Muda UMY Ukir Prestasi di Thailand

Dosen Muda UMY Ukir Prestasi di Tha…

Bantul-KoPi| Universitas ...

Diskusi Netizen Jogja: Menkominfo Serukan Damai dan Berbudaya di Ranah Maya

Diskusi Netizen Jogja: Menkominfo S…

Jogja-KoPi|  – Selas...

Fisipol UGM Kumpulkan Para Pakar Politik Bahas Perkembangan Politik Nasional

Fisipol UGM Kumpulkan Para Pakar Po…

Jogja-KoPi| Fakultas Ilmu...

Niagahoster Devcussion 2.0 Berikan Solusi​ Online​ untuk UKM

Niagahoster Devcussion 2.0 Berikan …

Jogja-KoPi| Setelah sukse...

Doa bersama Memperingati Hari Kesaktian Pancasila di Masjid Al-Jihad Akmil Magelang

Doa bersama Memperingati Hari Kesak…

KoPi-Lembah Tidar. Minggu...

Prev Next

Kamis 17 Juni, MUI gelar rukyah tetapkan puasa

Kamis 17 Juni, MUI gelar rukyah tetapkan puasa

Jogjakarta-KoPi|  Pada tanggal 17 Juni 2015 pukul 16.00-17.00 WIB MUI Jogja beserta pemuka agama di DIY akan menggelar rukyah di Pesisir Parangkusumo. Meskipun beberapa kalangan MUI sudah menetapkan awal puasa jatuh pada hari Kamis (18/6), kegiatan rukyah sebagai upaya menetapkan keyakinan.

Pasalnya berdasarkan hitungan jatuh pada hari Kamis namun sesuai pertauran pusat dipakai cara rukyatul hilal.Penetapan awal bulan Ramadhan dengan rukyah merujuk pada perintah MUI pusat.

Serupa dengan cara yang digunaka oleh Arab Saudi untuk menentukan awal bulan Ramadhan.

“ Prinsip penggunaan rukyah ini yang dipakai pemerintah merujuk pada Mekkah. Namun Mekkah dengan sini hanya terpaut 4 jam. Biasanya di sini belum sampai, di sana (Mekkah) sudah tampak”, papar Ketua II MUI DIY Drs. Jufrihansah.

Adanya selisih jam tersebut diakui oleh Ketua II MUI DIY Drs. Jufrihansah bisa menyebabkan perbedaan waktu berpuasa. Namun dia menambahkan dari kalangan Muhammadiyah Jogja tidak ada perbedaan waktu puasa.

“ Awal puasa tahun 2015-2022 bakal sama dengan Muhammadiyah”, tutur Drs. Jufrihansah saat menghadiri Launching promosi kesehatan Dinkes DIY di Balaikota pukul 10.30 WIB.

Namun terlepas dari ketentuan rukyah nantinya, Ketua II MUI DIY Drs. Jufrihansah memberi kebebasan kepada umat Islam.
“ Dalam hisab itu umat Islam diberi kebebasan. Silahkan kalau mau yakin, tapi biasanya sudah mengambil sikap dan yang dianut pemerintah seperti ini. Bila ada umat yang mengambil sikap lain tetap dihormati”, papar Drs. Jufrihansah.  |Winda Efanur FS|

back to top

More in News Categories

Prev Next

Other Categories

Prev Next