Menu
Gubernur dan DPRD Jatim Setujui Perda Trantibmumlinmas

Gubernur dan DPRD Jatim Setujui Per…

Surabaya-KoPi| Gubernur J...

Dosen Ekonomi UMY Sebut Ekonomi Indonesia Kian Hari Kian Memprihatinkan

Dosen Ekonomi UMY Sebut Ekonomi Ind…

Bantul-KoPi| Di dalam eko...

Masih Banyak Kekeliruan Informasi Dalam Sikapi Bencana

Masih Banyak Kekeliruan Informasi D…

Bantul-KoPi| Bencana alam...

Kemenpora Serahkan Hibah Gelanggang Olahraga ke UGM

Kemenpora Serahkan Hibah Gelanggang…

Jogja-KoPi| Kementerian P...

FKH UGM Luluskan 172 Dokter Hewan Baru

FKH UGM Luluskan 172 Dokter Hewan B…

Jogja-KoPi| Fakultas Kedo...

Inovasi Gabungan Aspal dan Karet Bekas Untuk Tingkatkan Mutu Jalan Rel Kereta Api di Indonesia

Inovasi Gabungan Aspal dan Karet Be…

Bantul-KoPi| Mengacu dari...

Sepatu untuk Pasien Lumpuh Rancangan Mahasiswa UGM Raih Penghargaan di Seoul

Sepatu untuk Pasien Lumpuh Rancanga…

Jogja-KoPi| Sepatu buatan...

Konsekuensi Pembangunan Infrastruktur

Konsekuensi Pembangunan Infrastrukt…

Oleh: Novri Susan (Sosiol...

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku Pembancokan

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku …

Jogja-KoPi| Sat Reskrim P...

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu Evakuasi Korban Bencana di Sulteng

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu …

Sulawesi Tengah-KoPi|&nbs...

Prev Next

Jurnalis peringkat wahid korban pelanggaran HAM

Jurnalis peringkat wahid korban pelanggaran HAM

Perjuangan HAM ( Hak Asasi Manusia) di Indonesia masih mengalami masa suram. Hal tersebut terindikasi dari banyaknya kasus HAM yang menggantung dan tindakan kriminalisasi aktivis HAM. Seperti contoh kasus aktivis Munir dan wartawan Udin yang hingga kini belum memiliki titik terang.

Jogjakarta-KoPi|  Komisioner Komnas HAM RI, Siti Noor Laila menegaskan pentingnya perlindungan kepada pelaku dan pejuang HAM. Selama setiap detil gerakan dari aktivis HAM sering mendapatkankan intimidasi bahkan kriminalisasi dari oknum tertentu.

“Pembela Hak Asasi Manusia, yang merupakan hak dasar, ialah Kelompok yang memperjuangkan HAM. Pihak yang harus segera diselamatkan. Bahkan untuk beberapa kasus mereka di larikan keluar negeri”, papar Siti Noor Laila saat menjadi narasumber pada diskusi HAM di Hotel Harper pukul 10.00 Wib.

Laila sapaan akrabnya juga prihatin dengan kondisi penuntasan kasus HAM di Indonesia saat ini. Menurutnya beralihnya orde baru menjadi orde reformasi sekarang ini tidak membawa perbaikan pada kasus HAM.
“ Masa reformasi dan negara demokrasi saat ini tidak diikuti dengan perubahan pembela hak asasi manusia. Pembela hak masih mendapat acaman”, imbuh Laila.

Menurut data Komnas HAM hingga tahun 2015 ini pelanggaran HAM terjadi pada isu kebebasan berkumpul dengan 8 kasus, isu profesi seperti jurnalis dan pengacara sebanyak 8 isu, lingkungan 3 kasus, konflik agraria 2 kasus, buruh 1 kasus dan anti korupsi sebanyak 1 kasus.
|Winda Efanur FS|

back to top

More in News Categories

Prev Next

Other Categories

Prev Next