Menu
Mahasiswa UGM Inovasikan Produk Senyawa Atasi Limbah Tambang

Mahasiswa UGM Inovasikan Produk Sen…

Sleman-KoPi| Tim mahasisw...

Gunung Merapi Berpeluang Alami Letusan Efusif Yang Aman.

Gunung Merapi Berpeluang Alami Letu…

Jogja-KoPi| Kepala Balai ...

BPPTKG: Merapi Masih Sangat Awal di Proses Magmatisnya.

BPPTKG: Merapi Masih Sangat Awal di…

Jogja-KoPi| Balai Penyeli...

Pakde Karwo : Terima Kasih Atas Empati dan Duka Cita AS kepada Korban dan Dampak Terorisme di Jatim

Pakde Karwo : Terima Kasih Atas Emp…

Jatim-KoPi| Gubernur Jati...

Pemerintah Bangun Industri Digital untuk Kurangi Kesenjangan Ekonomi

Pemerintah Bangun Industri Digital …

Sleman-KoPi| Pemerintah s...

Pakde Karwo: Dual Track Pendidikan Strategi Jatim Songsong Bonus Demografi  2019

Pakde Karwo: Dual Track Pendidikan …

Jatim-KoPi| Berbagai lang...

BPPTKG: Merapi Belum Menunjukkan Adanya Gejala Erupsi Seperti di Tahun 2010 dan 2006.

BPPTKG: Merapi Belum Menunjukkan Ad…

Jogja-KoPi| Balai Pen...

UGM Mewisuda 1354 Lulusan Sarjana dan Diploma

UGM Mewisuda 1354 Lulusan Sarjana d…

Sleman-KoPi| Universitas ...

Peneliti Gula UGM Soroti Penyimpangan Distribusi Gula Rafinasi

Peneliti Gula UGM Soroti Penyimpang…

Sleman-KoPi| Pasar gula d...

Prev Next

Jokowi tandatangani perjanjian perangi narkoba dengan Manila

Photo: AFP Photo: AFP

Manila-KoPi| Indonesia dan Filipina Senin (10/2) menandatangani perjanjian memerangi kejahatan narkoba, meskipun ada upaya oleh Manila untuk mencegah Indonesia untuk eksekusi mati penyelundupan heroin Philipina.

Presiden Indonesia, Joko Widodo dan Presiden Filipina, Benigno Aquino mengumumkan setelah pembicaraan mereka dan melalui penandatanganan memorandum untuk bertukar intelijen perdagangan narkoba, namun tidak menyebutkan kasus terdakwa wanita asal Pilipina.

Pemerintah Jokowi telah mengeksekusi mati enam penyelundup narkoba dan sedang mempersiapkan untuk mengeksekusi 11 lebih - di antara mereka orang asing.

"Filipina dan Indonesia memegang posisi yang sama pada berbagai isu regional dan internasional," kata Aquino setelah pembicaraan dengan mitranya dari Indonesia.

Kedua pemimpin juga sepakat untuk meningkatkan kerjasama dalam melindungi buruh migran dan meningkatkan perdagangan dan investasi. Aquino mengatakan kedua negara, yang keduanya memiliki garis pantai yang panjang, telah sepakat untuk bekerja sama dalam isu-isu maritim.

"Kami sama-sama didorong untuk lebih meningkatkan pendekatan kerjasama batas maritim, kerjasama perbatasan dan kerjasama dalam memerangi pencurian hasil laut," katanya.

Namun kedua pemimpin tidak membahas ketegangan yang tumbuh di wilayah itu karena klaim teritorial yang bertentangan atas Laut Cina Selatan. Cina mengklaim hampir semua perairan ini termasuk jalur pelayaran penting dan lahan perikanan. Hal ini bertentangan dengan klaim teritorial Filipina serta Vietnam, Malaysia dan Taiwan.

Cina menganggap Indonesia memiliki peran penting dalam menenangkan ketegangan antara Manila dan Beijing atas sengketa teritorial di Laut Cina Selatan, menurut analis. Pada bulan Agustus, Presiden terpilih-Joko Widodo mengatakan kepada surat kabar Asahi Jepang bahwa Indonesia memiliki hubungan bilateral yang lebih baik dengan Cina daripada hubungan Filipina dengan Cina, siap untuk bertindak sebagai perantara.|AFP

back to top

More in News Categories

Prev Next

Other Categories

Prev Next