Menu
Pakde Karwo: Antara Operator dan Regulator Transportasi Tidak Bisa Dipisahkan

Pakde Karwo: Antara Operator dan Re…

Surabaya-KoPi| Gubernur J...

Nertalitas TNI dalam Pemilu Capres dan Cawapres

Nertalitas TNI dalam Pemilu Capres …

Lembah Tidar-KoPi| Senin ...

Reuni Adem Akabri '86, Ibu ibu melaksanakan Out Bound

Reuni Adem Akabri '86, Ibu ibu mela…

Lembah Tidar-KoPi| Minggu...

Teknik Mesin SV UGM Dukung Program Kampus Sehat dan Bebas Asap Rokok

Teknik Mesin SV UGM Dukung Program …

Jogja-KoPi| Departemen Te...

Teknologi RFID Bantu Lacak Legalitas Kayu

Teknologi RFID Bantu Lacak Legalita…

Bantul-KoPi| Tim Pengabdi...

Pakar UGM Ajak Masyarakat Memanen Air Hujan

Pakar UGM Ajak Masyarakat Memanen A…

Jogja-KoPi| Pakar Hidrolo...

BKP: Indonesia Fokus Pada Peningkatan Kompetitifitas Produk Agrikultur

BKP: Indonesia Fokus Pada Peningkat…

Bantul-KoPI|Pada tahun 20...

UNIVERSITAS MENYAMBUT R.I KEEMPAT

UNIVERSITAS MENYAMBUT R.I KEEMPAT

Oleh Moh. Mudzakkir(Dosen...

Pakde Karwo : 2/3 Perguruan Tinggi Swasta Sumbangkan Kaum Intelektual di Jatim

Pakde Karwo : 2/3 Perguruan Tinggi …

Surabaya-KoPi| Sebanyak 2...

Pengungsi Korban Gempa di Gumantar Banyak Terserang Ispa

Pengungsi Korban Gempa di Gumantar …

Lombok-KoPi| Sebanyak 30 ...

Prev Next

Jogja kota batik dunia, Sultan HB X rencanakan pembangunan museum batik

Penyerahan duplikat sertifikat batik di Pagelaran Kraton Penyerahan duplikat sertifikat batik di Pagelaran Kraton

Jogjakarta-KoPi| Penetapan Kota Jogjakarta sebagai kota batik dunia, Sultan Hamengkubawono X berkomitmen akan mengembangkan dan melestarikan batik secara intens. Sultan Hamengkubawono X berencana akan membangun musium batik di Jogjakarta.

“Mendalami pelestarian dan pemanfaatan agar di Jogjakarta, saya berharap agar segera dibangun museum batik, sebagaimana museum batik di Pekalongan”, jelas Sultan Hamengkubawono X saat perayaan Jogja sebagai kota batik di dunia di Pagelaran Kraton pukul 16.00 WIB.

Tindak lanjut rencana pembangunan musium batik akan berbasiskan pada desa seperti kawasan Makam Imogiri. Pemanfaatan desa untuk pengembangan dan pelestarian batik karena desa memiliki variasi corak batik yang lebih beragam.

“Memanfaatkan desa sebagai pintu untuk pelestarian dan pegembangan batik, karena dekat dengan Makam Imogiri di situ ada akulturasi budaya, agar menghasilkan seni batik yang semakin bercorak di Indonesia,” tutur Sultan Hamengkubawono X.

Mengenai lokasi museum batik, Sultan Hamengkubawono X mengusulkan di Kotagedhe. Menempati bekas rumah heritage yang memilki koleksi batik.

“Museum batik kita lihat dulu, kita ada heritage di Kotagede siapa tahu lokasinya cocok, itu heritage yang ditinggalkan pemilik, itu bisa dimuseumkan,” terang Sultan Hamengkubawono X.

Sementara Walikota Jogjakarta, Haryadi Suyuti menjelaskan lokasi museum batik memungkinkan dibangun di lima kawasan heritage Kraton, Kotagede, Pakualaman, Malioboro, dan Kotabaru. Namun dari kelima kawasan tersebut, Haryadi menilai kawasan Kraton dan Kotagede yang paling memungkinkan dibangun museum batik.

“Antara seputaran wialyah Kraton dan Kotagedhe, kita lihat nanti, apa membangun yang sudah ada atau membangun baru, tapi tempat itu harus bisa terjangkau oleh warga dari masyarakat, pegiat seni, anak-anak sekolah,” jelas Haryadi. |Winda Efanur FS|

back to top

More in News Categories

Prev Next

Other Categories

Prev Next