Menu
RUU Permusikan dan Kebrutalan Spirit Kapitalisme

RUU Permusikan dan Kebrutalan Spiri…

Anang Hermansyah, anggota...

Gubernur dan DPRD Jatim Setujui Perda Trantibmumlinmas

Gubernur dan DPRD Jatim Setujui Per…

Surabaya-KoPi| Gubernur J...

Dosen Ekonomi UMY Sebut Ekonomi Indonesia Kian Hari Kian Memprihatinkan

Dosen Ekonomi UMY Sebut Ekonomi Ind…

Bantul-KoPi| Di dalam eko...

Masih Banyak Kekeliruan Informasi Dalam Sikapi Bencana

Masih Banyak Kekeliruan Informasi D…

Bantul-KoPi| Bencana alam...

Kemenpora Serahkan Hibah Gelanggang Olahraga ke UGM

Kemenpora Serahkan Hibah Gelanggang…

Jogja-KoPi| Kementerian P...

FKH UGM Luluskan 172 Dokter Hewan Baru

FKH UGM Luluskan 172 Dokter Hewan B…

Jogja-KoPi| Fakultas Kedo...

Inovasi Gabungan Aspal dan Karet Bekas Untuk Tingkatkan Mutu Jalan Rel Kereta Api di Indonesia

Inovasi Gabungan Aspal dan Karet Be…

Bantul-KoPi| Mengacu dari...

Sepatu untuk Pasien Lumpuh Rancangan Mahasiswa UGM Raih Penghargaan di Seoul

Sepatu untuk Pasien Lumpuh Rancanga…

Jogja-KoPi| Sepatu buatan...

Konsekuensi Pembangunan Infrastruktur

Konsekuensi Pembangunan Infrastrukt…

Oleh: Novri Susan (Sosiol...

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku Pembancokan

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku …

Jogja-KoPi| Sat Reskrim P...

Prev Next

Jelang Imlek, pembeli buru motif baru Cheongsam

Jelang Imlek, pembeli buru motif baru Cheongsam

Jogjakarta-KoPi| Sekitar dua minggu lagi masyarakat Tionghoa akan merayakan tahun baru Imlek yang jatuh pada 8 Februari nanti. Menyambut perayaan imlek beberapa toko Cheongsam atau pakaian tradisional china, mulai dipadati pembeli.

Salah satunya, toko baju Cheongsam di Jalan Jogonegaran no 7. Toko yang diklaim toko Cheongsam terlengkap di Jogja ini mulai kebanjiran pembeli.

Menurut pemilik toko, Sulastri rata-rata pembeli pada hari biasa berkisar delapan orang. Kini saat momen Imlek berbalik 180 derajat. "Pembelinya sekarang tak terhitung," jelasnya saat ditemui wartawan KoranOpini.com pada 29 Desember 2016.
Pembeli Cheongsam kebanyakan dari perusahaan, hotel dan kafe-kafe di Jogja. Dengan melonjaknya pembeli, imlek membawa berkah tersendiri. Sulastri mengaku kini pendapatannya naik 50%. Bahkan seminggu dengan hari-H bisa mencapai 100%.

Motif Cheongsam
Berbeda dengan tahun lalu dengan motif polos. Di tahun 2016 ini, Sulastri memunculkan varian motif Cheongsam baru, motif bunga motif huruf mandarin China dan lambang dan simbol China. Antusiasnya positif dari pembeli.

Bagi Sulastri tidak motif marketing tertentu dengan varian motif baru. Dirinya hanya mengikuti pasaran motif yang sedang terkenal saat ini. Pasalnya dirinya mengambil kulakan di Jakarta yang saat ini memasarkan motif-motif baru tersebut.

"Tapi ini impor dari Singapura, yang bikin baju China kan sana, tapi kita kembangin juga. Ini mengambil dari Jakarta,” tambah Sulastri. |Winda Efanur FS|

back to top

More in News Categories

Prev Next

Other Categories

Prev Next