Menu
Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku Pembancokan

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku …

Jogja-KoPi| Sat Reskrim P...

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu Evakuasi Korban Bencana di Sulteng

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu …

Sulawesi Tengah-KoPi|&nbs...

Fatma Saifullah Yusuf Kagumi Pasar Tiban karya Anne Avantie

Fatma Saifullah Yusuf Kagumi Pasar …

Surabaya-KoPi| Ketua Umum...

Pacu Generasi Muda Ciptakan Inovasi dalam Tantangan Kemajuan Ekonomi Digital

Pacu Generasi Muda Ciptakan Inovasi…

Jogja-KoPi| Fakultas Ekon...

Awas, Hati-Hati, Kredit Online Mulai Makan Korban

Awas, Hati-Hati, Kredit Online Mula…

Jogja-KoPi| Lembaga Konsu...

Dosen Muda UMY Ukir Prestasi di Thailand

Dosen Muda UMY Ukir Prestasi di Tha…

Bantul-KoPi| Universitas ...

Diskusi Netizen Jogja: Menkominfo Serukan Damai dan Berbudaya di Ranah Maya

Diskusi Netizen Jogja: Menkominfo S…

Jogja-KoPi|  – Selas...

Fisipol UGM Kumpulkan Para Pakar Politik Bahas Perkembangan Politik Nasional

Fisipol UGM Kumpulkan Para Pakar Po…

Jogja-KoPi| Fakultas Ilmu...

Niagahoster Devcussion 2.0 Berikan Solusi​ Online​ untuk UKM

Niagahoster Devcussion 2.0 Berikan …

Jogja-KoPi| Setelah sukse...

Doa bersama Memperingati Hari Kesaktian Pancasila di Masjid Al-Jihad Akmil Magelang

Doa bersama Memperingati Hari Kesak…

KoPi-Lembah Tidar. Minggu...

Prev Next

Jangat takut dengan MEA, Mengapa?

Jangat takut dengan MEA, Mengapa?

Surabaya-KoPi| Indonesia akan segera memasuki Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) Pada akhir 2015 nanti, kebijakan-kebijakan Negara dalam membatasi keluar-masuknya barang serta tenaga kerja asing akan dihapuskan. Inilah yang kemudian disebut sebagai pasar dan persaingan bebas. Ditengah banyaknya orang yang mencemooh kebijakan pemerintah untuk menandatangani MEA, Yustrida Bernawati justru menyatakan setuju dan mendukung MEA.

Akademisi ilmu akuntansi Universitas Airlangga tersebut dengan percaya diri mengatakan bahwa hadirya MEA akan membawa Indonesia menghadapi pasar yang lebih luas, itu artinya pengusaha-pengusaha Indonesia dapat dengan mudah memasuki pasar-pasar diluar negeri.  Yustrida mengatakan bukan hanya produk dari luar negeri saja yang bisa datang ke Indonesia, namun juga produk Indonesia memiliki kesempatan yang sama untuk merambah pasar luar negeri. Di sisi lain, tergabungnya Indonesia di MEA juga akan membuat Indonesia memiliki bargaining power yang kuat.

Untuk dapat diterima di pasar bebas, Pengusaha Indonesia harus memenuhi standar. Standart-standart inilah yang kemudian perlu disosialisasikan oleh pemerintah kepada para pengusaha. Sedang untuk mempersiapkan masyarakat, Pemerintah juga telah melakukan banyak sosialisasi mengenai hal-hal yang mungkin terjadi saat MEA, agar mereka lebih mempersiapkan diri untuk berkompetensi. 

“Yang pasti yang disiapkan, dari sisi sumberdaya. Sumberdaya ini sebenernya sudah banyak disosialisasikan, bahwa kemudian kita akan memasuki ini, di sisi pengusaha banyak diberikan pelatihan, produk kita harus sudah siap untuk bersaing, siap untuk memasuki pasar yang lebih luas. Pelatihan ke industri-industri kecil, mulai mereka dikenalkan dengan mutu, dikenalkan dengan resiko usaha, dan design yang lebih bagus. Diarahkan, dimotivasi untuk berani membuat ciri sendiri. Kita udah mulai kesana,” terang Yustrida.

Memang benar bahwa Pemerintah sudah mengambil kebijakan untuk mempersiapkan pengusaha dalam menghadapi MEA, namun hal tersebut ternyata belum dilakukan secara menyeluruh. Yustrida mengatakan pula bahwa pengusaha pada level atas telah dipersiapkan untuk hal tersebut, namun sepertinya hal serupa belum terjadi pada level bawah. Ini yang kemudian harus menjadi perhatian pemerintah, supaya bukan hanya pengusaha besar (di level atas) yang mampu mengambil keuntungan dari MEA, namun juga pengusaha-pengusaha kecil dapat mengambil kesempatan, atau setidaknya mampu bertahan pada era MEA.

 

Reporter : Chusnul Chotimmah

back to top

More in News Categories

Prev Next

Other Categories

Prev Next