Menu
Perempuan pendukung gerak ekonomi Jatim

Perempuan pendukung gerak ekonomi J…

Surabaya-KoPi| Perempuan ...

Anies dinilai lalai rekonsoliasi dengan kata 'Pribumi'

Anies dinilai lalai rekonsoliasi de…

PERTH, 17 OKTOBER 2017 – ...

Jatim Fair 2017 Ditutup, Transaksi Capai 54,3 Milyar Rupiah

Jatim Fair 2017 Ditutup, Transaksi …

Surabaya-Kopi| Pameran Ja...

Ketika agama membawa damai, bukan perang

Ketika agama membawa damai, bukan p…

YOGYAKARTA – Departemen I...

Gubernur Jatim Minta Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Lakukan Research dan Development

Gubernur Jatim Minta Badan Pendapat…

Surabaya-Kopi| Memperinga...

Fatma Saifullah Yusuf puji aksi KCBI Surabaya

Fatma Saifullah Yusuf puji aksi KCB…

Surabaya-KoPi| Dra. Hj. F...

Warek UIN Kalijaga: Menulis populer bisa jauhkan sikap radikal

Warek UIN Kalijaga: Menulis populer…

YOGYAKARTA, 13 OKTOBER 20...

Gus Ipul resmikan prastasti Masjid Cheng Hoo Surabaya

Gus Ipul resmikan prastasti Masjid …

Surabaya-KoPi| Wagub Jati...

Bude Karwo: Jangan takut, kanker bisa disembuhkan

Bude Karwo: Jangan takut, kanker bi…

Surabaya-KoPi| Ketua Yaya...

Gus Ipul ajak.Perguruan Sejati jaga NKRI

Gus Ipul ajak.Perguruan Sejati jaga…

Madiun-KoPi| Wakil Gubern...

Prev Next

Inilah pendapat mahasiswa Yogya bila Soeharto diberi gelar pahlawan Featured

Inilah pendapat mahasiswa Yogya bila Soeharto diberi gelar pahlawan

Jogja-KoPi| Mantan Presiden RI di masa Orde Baru, HM Soeharto kembali tidak direstui pemerintah untuk mendapatkan gelar sebagai "Pahlawan Nasional". Soeharto sempat diusulkan oleh Himpunan Masyarakat Peduli Indonesia (HIPMI) untuk mendapatkan gelar pahlawan di tahun 2015 beberapa waktu lalu.

Presiden Jokowi hanya mengukuhkan lima nama untuk ditasbihkan sebagai Pahlawan Nasional di Hari Pahlawan 10 November 2015. Nama-nama tersebut Bernard Wilhem Lapian (alm), Mas Iman (alm), Komjen Pol Moehammad Jasin (alm), I Gusti Ngurah Made Agung (alm) dan Ki Bagus Hadikusumo (alm). Mereka dikukuhkan sebagai pahlawan nasional lewat Keputusan Presiden (Keppres) 116/TK Tahun 2015.

Meskipun pemerintah belum bersedia memberikan gelar pahlawan, sebagian mahasiswa di Yogyakarta setuju bila mantan presiden tersebut diberi gelar Pahlawan Nasional. Hal itu bisa tercermin dari jajak pendapat yang dilakukan KoranOpini.Com di lingkungan mahasiswa-mahasiswa Yogyakarta.

KoranOpini.Com mengambil sampel 500 mahasiswa yang ditemukan melalui metode accidental sampling di 8 universitas besar seperti UGM, UIN Sunan Kalijaga, Universitas Negeri Yogyakarta, Universitas Sanata Dharma, Universitas Pembangunan Veteran Yogyakarta, UNRIYO, Universitas Ahmad Dahlan dan Universitas Muhammadiyah Yogyakarta.

Ada dua pertanyaan dalam jajak pendapat ini. (1) Bagaimana kesan terhadap mantan Presiden Soeharto? (2) Apakah setuju jika pemerintah memberi gelar pahlawan kepada Soeharto?

Jajak pendapat dilakukan mulai 3 hingga 6 November 2015.

Hasilnya adalah 52,80% menilai mantan Presiden Soeharto adalah baik dan 20,40% mengatakan buruk. Sementara 46,80% mengatakan setuju bila Soeharto menjadi pahlawan nasional dan 27,80% menyatakan tidak setuju.

Berikut adalah hasil dari jajak pendapat seutuhnya.

polsht1

gra1sht

pol2sht

gra2sht

back to top

More in News Categories

Prev Next

Other Categories

Prev Next