Menu
Mahasiswa UGM Inovasikan Produk Senyawa Atasi Limbah Tambang

Mahasiswa UGM Inovasikan Produk Sen…

Sleman-KoPi| Tim mahasisw...

Gunung Merapi Berpeluang Alami Letusan Efusif Yang Aman.

Gunung Merapi Berpeluang Alami Letu…

Jogja-KoPi| Kepala Balai ...

BPPTKG: Merapi Masih Sangat Awal di Proses Magmatisnya.

BPPTKG: Merapi Masih Sangat Awal di…

Jogja-KoPi| Balai Penyeli...

Pakde Karwo : Terima Kasih Atas Empati dan Duka Cita AS kepada Korban dan Dampak Terorisme di Jatim

Pakde Karwo : Terima Kasih Atas Emp…

Jatim-KoPi| Gubernur Jati...

Pemerintah Bangun Industri Digital untuk Kurangi Kesenjangan Ekonomi

Pemerintah Bangun Industri Digital …

Sleman-KoPi| Pemerintah s...

Pakde Karwo: Dual Track Pendidikan Strategi Jatim Songsong Bonus Demografi  2019

Pakde Karwo: Dual Track Pendidikan …

Jatim-KoPi| Berbagai lang...

BPPTKG: Merapi Belum Menunjukkan Adanya Gejala Erupsi Seperti di Tahun 2010 dan 2006.

BPPTKG: Merapi Belum Menunjukkan Ad…

Jogja-KoPi| Balai Pen...

UGM Mewisuda 1354 Lulusan Sarjana dan Diploma

UGM Mewisuda 1354 Lulusan Sarjana d…

Sleman-KoPi| Universitas ...

Peneliti Gula UGM Soroti Penyimpangan Distribusi Gula Rafinasi

Peneliti Gula UGM Soroti Penyimpang…

Sleman-KoPi| Pasar gula d...

Prev Next

Inilah daftar perusahaan penyebab musibah asap

Inilah daftar perusahaan penyebab musibah asap

KoPi | Walhi (Wahana Lingkungan Hidup) organisasi masyarakat sipil yang konsern pada lingkungan merilis daftar senjumlah perusahaan besar penyebab kebakaran hutan dan lahan di Indonesia.

Daftar dari Walhi ini merupakan hasil analisis kebakaran hutan dan lahan daerah-daerah terkena musibah asap antara lain Riau, Jambi, Sumatera Selatan, Kalimantan Barat, dan Kalimantan Tengah.

Edo Rakhman, Koordinator Kampanye Walhi Nasional, menyatakan bahwa mayoritas titik api ada di dalam konsen lahan perusahaan-perusahaan besar.

“Di HTI 5.669 titik api, perkebunan sawit 9.168,” jelas Edo.

Edo menampilkan daftar berbagai grup besar yang terlibat dalam pembakaran hutan dan lahan. Ada Sinar Mas di Kalteng dengan 3 anak perusahaan, dan Wilmar 14. Riau, ada anak usaha Asia Pulp and Paper (APP) sebanyak 6, Sinar Mas ada 6 anak perusahaan, APRIL juga 6, Simederby sejumlah 1 anak perusahaan, First Resources 1 dan Provident dengan 1 anak perusahaan.

Sedangkan di Sumsel, Sinar Mas bersama 8 anak perusahaa dan 11 perusahaan Wilmar, Sampoerna dengan 4 perusahaan, 3 perusahaan dari PTPN, 1 perusahaan Simederby, 1 perusahaan dari Cargil dan 3 perusahaan Marubeni.

Kebakaran di Kalbar melibatkan Sinar Mas dengan 6 anak perusahaan, RGM/ APRIL 6 perushaan. Di Jambi Sinar Mas 2 perusahaan dan Wilmar 2 perusahaan.n,LAPAN melalui websitenya menjelaskan data periode Januari-September 2015 bahwa ada 16.334 titik api, 2014 ada 36.781. Kebakaran hutan dan lahan menyebabkan warga terserang ISPA. Di Jambi ada 20.471 orang, Kalteng 15.138, Sumsel 28.000, dan Kalbar 10.010 orang.

Menurut Novri Susan, sosiolog Universitas Airlangga, kebakaran hutan lahan dan musibah asab bukan hanya sekedar kejadian tanpa sebab. Ini sesungguhnya merupakan konflik antara masyarakat dengan korporasi.

"Masyarakat harus menekan pemerintahan Jokowi agar memberi sanksi tegas kepada perusahaan-perusahaan dan memberikan ganti rugi terhadap masyarakat yang menjadi korban asap. Kalau perlu bekukan semua sampai masalah asap tertanggulangi." | AGW |

back to top

More in News Categories

Prev Next

Other Categories

Prev Next