Menu
Konsekuensi Pembangunan Infrastruktur

Konsekuensi Pembangunan Infrastrukt…

Oleh: Novri Susan (Sosiol...

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku Pembancokan

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku …

Jogja-KoPi| Sat Reskrim P...

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu Evakuasi Korban Bencana di Sulteng

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu …

Sulawesi Tengah-KoPi|&nbs...

Fatma Saifullah Yusuf Kagumi Pasar Tiban karya Anne Avantie

Fatma Saifullah Yusuf Kagumi Pasar …

Surabaya-KoPi| Ketua Umum...

Pacu Generasi Muda Ciptakan Inovasi dalam Tantangan Kemajuan Ekonomi Digital

Pacu Generasi Muda Ciptakan Inovasi…

Jogja-KoPi| Fakultas Ekon...

Awas, Hati-Hati, Kredit Online Mulai Makan Korban

Awas, Hati-Hati, Kredit Online Mula…

Jogja-KoPi| Lembaga Konsu...

Dosen Muda UMY Ukir Prestasi di Thailand

Dosen Muda UMY Ukir Prestasi di Tha…

Bantul-KoPi| Universitas ...

Diskusi Netizen Jogja: Menkominfo Serukan Damai dan Berbudaya di Ranah Maya

Diskusi Netizen Jogja: Menkominfo S…

Jogja-KoPi|  – Selas...

Fisipol UGM Kumpulkan Para Pakar Politik Bahas Perkembangan Politik Nasional

Fisipol UGM Kumpulkan Para Pakar Po…

Jogja-KoPi| Fakultas Ilmu...

Niagahoster Devcussion 2.0 Berikan Solusi​ Online​ untuk UKM

Niagahoster Devcussion 2.0 Berikan …

Jogja-KoPi| Setelah sukse...

Prev Next

Ini sikap Polda DIY terhadap petisi Elanto

Ini sikap Polda DIY terhadap petisi Elanto

Jogjakarta-KoPi│”Saya atas nama Kapolda akan menindaklanjuti setiap komplain tentang konvoi gonggongan dan kami upayakan melakukan penindakan-penindakan,” tutur Direktur Intel Kam Polda DIY, Amran Ampulembang, pada audensi bersama Elanto Wijoyono dan warga Yogyakarta di Polda DIY.

Audiensi ini sebagai kelanjutan atas petisi yang dikeluarkan Elanto Wijoyono di laman social change.org berjudul Hentikan Konvoi dan Aksi Kekerasan Massa Parpol di Yogyakarta. Audiensi kali ini berjalan alot dalam menghasilkan sebuah solusi atas keresahan yang terjadi.

Kedatangan Elanto bersama warga Yogyakarta menuntut Polda DIY untuk membuat kebijakan terhadap dua poin yang ada dalam petisi yaitu pertama, aksi konvoi masa parpol dan tindak kekerasan harus dihentikan oleh penegak hukum, dan kedua kepolisian harus berani dan tegas menindak setiap pelanggaran hukum yang terjadi. Hal ini dikarenakan terjadinya banyak keresahan yang dirisaukan masyrakat.

“Banyak warga yang memilih meminggirkan motornya ketika ada konvoi, tak hanya itu kejadian di jalan Damai yang terjadi gara-gara konvoi memperlihatkan bahwa Jogja tak lagi adiluhung, jelas Wahyu, salah satu warga Jogja yang ikut dalam audiensi ini.

Selain itu, banyak masyarakat Jogja yang menyampaikan keresahannya akibat konvoi parpol dalam audiensi ini. Masyrakat merasa terganggu dengan adanya konvoi dan kekerasan yang terjadi dalam konvoi maupun setelahnya.
“Saya melihat saat konvoi ada yang membawa samurai dan itu lolos dari pantauan polisi, dan itu membuat saya resah,” jelas Pandu warga Gadingan Yogyakarta.

Senjata tajam dan alkohol memang banyak ditemukan dari peserta konvei. Namun, polisi mengaku telah mengamankan barang-barang tersebut. “Banyak ditemukan senjata tajam, alkohol dan miras ketika konvoi dan kami telah mengamankannya,” jelas Amran Ampulembang

Elanto dan warga berharap bahwa Kapolda akan membuat kebijakan-kebijakan baru terkait konvei parpol yang meresahkan. Audiensi kali ini dilakukan sebagai wujud kepercayaan warga terhadap kepolisian dan berharap kepolisian dapat memberikan solusi yang tepat terhadap permasalah yang terjadi.

“Kami masih menunggu itikad baik dari Polda DIY atas masalah ini,” jelas Elanto setelah audensi berakhir. Sedangkan, Polda DIY mengaku masih banyak masalah terkait hari tenang Pilkada.│Frenda Yentin│Cucuk Armanto

back to top

More in News Categories

Prev Next

Other Categories

Prev Next