Menu
Mahasiswa UGM Inovasikan Produk Senyawa Atasi Limbah Tambang

Mahasiswa UGM Inovasikan Produk Sen…

Sleman-KoPi| Tim mahasisw...

Gunung Merapi Berpeluang Alami Letusan Efusif Yang Aman.

Gunung Merapi Berpeluang Alami Letu…

Jogja-KoPi| Kepala Balai ...

BPPTKG: Merapi Masih Sangat Awal di Proses Magmatisnya.

BPPTKG: Merapi Masih Sangat Awal di…

Jogja-KoPi| Balai Penyeli...

Pakde Karwo : Terima Kasih Atas Empati dan Duka Cita AS kepada Korban dan Dampak Terorisme di Jatim

Pakde Karwo : Terima Kasih Atas Emp…

Jatim-KoPi| Gubernur Jati...

Pemerintah Bangun Industri Digital untuk Kurangi Kesenjangan Ekonomi

Pemerintah Bangun Industri Digital …

Sleman-KoPi| Pemerintah s...

Pakde Karwo: Dual Track Pendidikan Strategi Jatim Songsong Bonus Demografi  2019

Pakde Karwo: Dual Track Pendidikan …

Jatim-KoPi| Berbagai lang...

BPPTKG: Merapi Belum Menunjukkan Adanya Gejala Erupsi Seperti di Tahun 2010 dan 2006.

BPPTKG: Merapi Belum Menunjukkan Ad…

Jogja-KoPi| Balai Pen...

UGM Mewisuda 1354 Lulusan Sarjana dan Diploma

UGM Mewisuda 1354 Lulusan Sarjana d…

Sleman-KoPi| Universitas ...

Peneliti Gula UGM Soroti Penyimpangan Distribusi Gula Rafinasi

Peneliti Gula UGM Soroti Penyimpang…

Sleman-KoPi| Pasar gula d...

Prev Next

Ini respon masyarakat di balik kenaikan gas elpiji

Ini respon masyarakat di balik kenaikan gas elpiji

Jogjakarta-KoPi|Belum genap sebulan dengan kenaikan BBM, tampaknya masyarakat harus lebih berlapang dada dengan kenikan elpiji 3 Kg. Sesuai Peraturan Gubernur (pergub) No.3/2015 tentang Penetapan Harga Eceran Tertinggi Elpiji Tiga Kilogram, serentak harga elpiji 3 Kg naik untuk wilayah DIY.

Kenaikan gas elpiji kisaran Rp2000- Rp 3000. Sebelumnya kisaran harga Rp 15.000 kini menjadi Rp 18.000- Rp 20.000.
 Kebijakan baru tersebut mendapat banyak respon masyarakat. Seperti yang disampaikan oleh pedagang bakso tusuk keliling di Pasar Beringharjo, Tata, melihat kenaikan elpiji tidak terlalu berpengaruh.

“Tidak begitu drastis pengaruhnya. Namun yang menjadi kendala sulitnya pasokan elpiji. Untuk nyarinya saja susah kini malah dinaikkan”, tutur Tata.
Hal serupa juga dikatakan oleh pedagang cilok, Wawan, pedagang susah mencari elpiji. Persoalan harga tidak penting pasalnya sudah menjadi kebutuhan. Naik atau pun tidak, pedagang tetap membeli gas.

Namun berseberangan dengan mereka, pedagang bakso Pasar Beringharjo, Purwani merasa keberatan dengan kebijakan pemda ini.
“Sekarang semuanya naik. Gula, bawang, ini gas naik. Orang kecil seperti saya ini, ya susah. Ini untung Cuma Rp 250.000 untuk membeli bahan sama anak”, keluh Purwani.

Masyarakat berharap pemrintah memberikan harga elpiji tetap stabil dan terjangkau. Serta masalah kelangkaan elpiji bisa diatasi dengan memperbanyak stok di pangkalan.|Meiga Dwi A, Winda Efanur FS|
 

back to top

More in News Categories

Prev Next

Other Categories

Prev Next