Menu
Mendesa RI bersama Rektor UGM melepas 5.992 Peserta KKN PPM 2018 ke 34 Provinsi.

Mendesa RI bersama Rektor UGM melep…

 Sleman-KoPi| Rektor UG...

Basarnas Fokuskan Pengamanan Wisata Pantai Selatan

Basarnas Fokuskan Pengamanan Wisata…

Jogja-KoPi| Tim Search An...

PBB:Serangan Lanjut ke Hudaida Yaman berdampak ke Bencana Kemanusiaan yang Lebih Besar

PBB:Serangan Lanjut ke Hudaida Yama…

Yaman-KoPi| Persatuan Ban...

Tahun 2018 Kasus Demam Berdarah Cenderung Turun.

Tahun 2018 Kasus Demam Berdarah Cen…

Sleman-KoPi| Memasuki per...

Mahasiswa UGM Inovasikan Limbah Cangkang Udang Menjadi Closet Sanitizer Berbahan 100% non Alkohol.

Mahasiswa UGM Inovasikan Limbah Can…

Sleman-KoPi| Lima Mahasis...

Gubernur DIY: Jalan Alternatif Gunung Merapi tidak di tutup Tapi kalau naik Gunung harap Waspada

Gubernur DIY: Jalan Alternatif Gunu…

Sleman-KoPi| Gubernur Dae...

Operasi Ketupat 2018, Polda DIY Berfokus Pada 4 Potensi Kerawanan saat Lebaran.

Operasi Ketupat 2018, Polda DIY Ber…

Sleman-KoPi| Kepolisian D...

Tamu di Yogyakarta Lebih Gemar Menghabiskan Malam di  Hotel Berbintang Ketimbang di Hotel Melati.

Tamu di Yogyakarta Lebih Gemar Meng…

Bantul-KoPi| Badan Pusat ...

Donald Trump Pastikan Tanggal Gelaran Pertemuan Dengan Kim Jong.

Donald Trump Pastikan Tanggal Gelar…

Washington-KoPi| Presid...

Prev Next

Ini respon masyarakat di balik kenaikan gas elpiji

Ini respon masyarakat di balik kenaikan gas elpiji

Jogjakarta-KoPi|Belum genap sebulan dengan kenaikan BBM, tampaknya masyarakat harus lebih berlapang dada dengan kenikan elpiji 3 Kg. Sesuai Peraturan Gubernur (pergub) No.3/2015 tentang Penetapan Harga Eceran Tertinggi Elpiji Tiga Kilogram, serentak harga elpiji 3 Kg naik untuk wilayah DIY.

Kenaikan gas elpiji kisaran Rp2000- Rp 3000. Sebelumnya kisaran harga Rp 15.000 kini menjadi Rp 18.000- Rp 20.000.
 Kebijakan baru tersebut mendapat banyak respon masyarakat. Seperti yang disampaikan oleh pedagang bakso tusuk keliling di Pasar Beringharjo, Tata, melihat kenaikan elpiji tidak terlalu berpengaruh.

“Tidak begitu drastis pengaruhnya. Namun yang menjadi kendala sulitnya pasokan elpiji. Untuk nyarinya saja susah kini malah dinaikkan”, tutur Tata.
Hal serupa juga dikatakan oleh pedagang cilok, Wawan, pedagang susah mencari elpiji. Persoalan harga tidak penting pasalnya sudah menjadi kebutuhan. Naik atau pun tidak, pedagang tetap membeli gas.

Namun berseberangan dengan mereka, pedagang bakso Pasar Beringharjo, Purwani merasa keberatan dengan kebijakan pemda ini.
“Sekarang semuanya naik. Gula, bawang, ini gas naik. Orang kecil seperti saya ini, ya susah. Ini untung Cuma Rp 250.000 untuk membeli bahan sama anak”, keluh Purwani.

Masyarakat berharap pemrintah memberikan harga elpiji tetap stabil dan terjangkau. Serta masalah kelangkaan elpiji bisa diatasi dengan memperbanyak stok di pangkalan.|Meiga Dwi A, Winda Efanur FS|
 

back to top

More in News Categories

Prev Next

Other Categories

Prev Next