Menu
Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku Pembancokan

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku …

Jogja-KoPi| Sat Reskrim P...

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu Evakuasi Korban Bencana di Sulteng

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu …

Sulawesi Tengah-KoPi|&nbs...

Fatma Saifullah Yusuf Kagumi Pasar Tiban karya Anne Avantie

Fatma Saifullah Yusuf Kagumi Pasar …

Surabaya-KoPi| Ketua Umum...

Pacu Generasi Muda Ciptakan Inovasi dalam Tantangan Kemajuan Ekonomi Digital

Pacu Generasi Muda Ciptakan Inovasi…

Jogja-KoPi| Fakultas Ekon...

Awas, Hati-Hati, Kredit Online Mulai Makan Korban

Awas, Hati-Hati, Kredit Online Mula…

Jogja-KoPi| Lembaga Konsu...

Dosen Muda UMY Ukir Prestasi di Thailand

Dosen Muda UMY Ukir Prestasi di Tha…

Bantul-KoPi| Universitas ...

Diskusi Netizen Jogja: Menkominfo Serukan Damai dan Berbudaya di Ranah Maya

Diskusi Netizen Jogja: Menkominfo S…

Jogja-KoPi|  – Selas...

Fisipol UGM Kumpulkan Para Pakar Politik Bahas Perkembangan Politik Nasional

Fisipol UGM Kumpulkan Para Pakar Po…

Jogja-KoPi| Fakultas Ilmu...

Niagahoster Devcussion 2.0 Berikan Solusi​ Online​ untuk UKM

Niagahoster Devcussion 2.0 Berikan …

Jogja-KoPi| Setelah sukse...

Doa bersama Memperingati Hari Kesaktian Pancasila di Masjid Al-Jihad Akmil Magelang

Doa bersama Memperingati Hari Kesak…

KoPi-Lembah Tidar. Minggu...

Prev Next

Ini respon masyarakat di balik kenaikan gas elpiji

Ini respon masyarakat di balik kenaikan gas elpiji

Jogjakarta-KoPi|Belum genap sebulan dengan kenaikan BBM, tampaknya masyarakat harus lebih berlapang dada dengan kenikan elpiji 3 Kg. Sesuai Peraturan Gubernur (pergub) No.3/2015 tentang Penetapan Harga Eceran Tertinggi Elpiji Tiga Kilogram, serentak harga elpiji 3 Kg naik untuk wilayah DIY.

Kenaikan gas elpiji kisaran Rp2000- Rp 3000. Sebelumnya kisaran harga Rp 15.000 kini menjadi Rp 18.000- Rp 20.000.
 Kebijakan baru tersebut mendapat banyak respon masyarakat. Seperti yang disampaikan oleh pedagang bakso tusuk keliling di Pasar Beringharjo, Tata, melihat kenaikan elpiji tidak terlalu berpengaruh.

“Tidak begitu drastis pengaruhnya. Namun yang menjadi kendala sulitnya pasokan elpiji. Untuk nyarinya saja susah kini malah dinaikkan”, tutur Tata.
Hal serupa juga dikatakan oleh pedagang cilok, Wawan, pedagang susah mencari elpiji. Persoalan harga tidak penting pasalnya sudah menjadi kebutuhan. Naik atau pun tidak, pedagang tetap membeli gas.

Namun berseberangan dengan mereka, pedagang bakso Pasar Beringharjo, Purwani merasa keberatan dengan kebijakan pemda ini.
“Sekarang semuanya naik. Gula, bawang, ini gas naik. Orang kecil seperti saya ini, ya susah. Ini untung Cuma Rp 250.000 untuk membeli bahan sama anak”, keluh Purwani.

Masyarakat berharap pemrintah memberikan harga elpiji tetap stabil dan terjangkau. Serta masalah kelangkaan elpiji bisa diatasi dengan memperbanyak stok di pangkalan.|Meiga Dwi A, Winda Efanur FS|
 

back to top

More in News Categories

Prev Next

Other Categories

Prev Next