Menu
Basarnas Fokuskan Pengamanan Wisata Pantai Selatan

Basarnas Fokuskan Pengamanan Wisata…

Jogja-KoPi| Tim Search An...

PBB:Serangan Lanjut ke Hudaida Yaman berdampak ke Bencana Kemanusiaan yang Lebih Besar

PBB:Serangan Lanjut ke Hudaida Yama…

Yaman-KoPi| Persatuan Ban...

Tahun 2018 Kasus Demam Berdarah Cenderung Turun.

Tahun 2018 Kasus Demam Berdarah Cen…

Sleman-KoPi| Memasuki per...

Mahasiswa UGM Inovasikan Limbah Cangkang Udang Menjadi Closet Sanitizer Berbahan 100% non Alkohol.

Mahasiswa UGM Inovasikan Limbah Can…

Sleman-KoPi| Lima Mahasis...

Gubernur DIY: Jalan Alternatif Gunung Merapi tidak di tutup Tapi kalau naik Gunung harap Waspada

Gubernur DIY: Jalan Alternatif Gunu…

Sleman-KoPi| Gubernur Dae...

Operasi Ketupat 2018, Polda DIY Berfokus Pada 4 Potensi Kerawanan saat Lebaran.

Operasi Ketupat 2018, Polda DIY Ber…

Sleman-KoPi| Kepolisian D...

Tamu di Yogyakarta Lebih Gemar Menghabiskan Malam di  Hotel Berbintang Ketimbang di Hotel Melati.

Tamu di Yogyakarta Lebih Gemar Meng…

Bantul-KoPi| Badan Pusat ...

Donald Trump Pastikan Tanggal Gelaran Pertemuan Dengan Kim Jong.

Donald Trump Pastikan Tanggal Gelar…

Washington-KoPi| Presid...

Polda DIY Gagalkan Operasi Peredaran Tembakau Gorila di Yogyakarta.

Polda DIY Gagalkan Operasi Peredara…

Sleman-kopi| Direktorat R...

Keamanan di Bandara Adi Sutjipto Ketat Dengan Terjunnya 29 Ekor Anjing Pelacak dan Body Scanner.

Keamanan di Bandara Adi Sutjipto Ke…

Sleman-KoPi| Komandan sat...

Prev Next

Ini harapan Sultan untuk ulang tahun kota Jogjakarta ke 254 tahun

Ini harapan Sultan untuk ulang tahun kota Jogjakarta ke 254 tahun

Jogjakarta-KoPi| Tanggal 7 Oktober nanti, kota Jogjakarta genap berusia 254 tahun. Dalam usia yang tua tersebut Sultan Hamengkubuwono X memiliki harapan agar kota Jogjakarta tidak kehilangan nilai heritage-nya oleh pembangunan yang tidak teratur.

Sultan menilai Kota Jogjakarta perlu mangatur tata pembangunan mengenai bangunan baru. Pasalnya arus pembangunan kini semakin mendesak lahan di wilayah perkotaan, memilki kemungkinan menggerus atau mengubah bangunan heritage yang ada di wilayah kota Jogjakarta.

“Konteks hertitage, bagaimana memanage, tidak mesti selalu tumbuh bangunan baru yang mungkin tidak pas di suatu lingkungan atau tempat, yang masih hetritage,” jelas Sultan Hamengkubuwono X seusai acara perayaan Jogja Kota Batik Dunia di Pagelaran Kraton pukul 16.30 WIB.

Sultan menegaskan agar maraknya pembangunan di kota Jogjakarta harus memperhatikan masalah lingkungan dan tata ruangnya. Orang bebas memiliki hunian di kota Jogjakarta namun tidak merusak tatanan yang ada.

“Orang bisa menikmati dan menghayati Jogja sebagai kota tua, keantikan di situ, yang di cari orang,” kata Sultan.

Namun Sultan Hamengkubuwono X mengakui masalah tata ruang termasuk persoalan yang sensitif. Terutama bila menyangkut kepentingan heritage dan ekonomi.

Terkait hal ini, Sultan Hamengkubuwono X mengimbau pemerintah daerah untuk terus memandu masyarakat membangun rumah sesuai dengan peraturan pemda setempat.

“Pemerintah daerah ikut memandu masyarakat, untuk tidak membangun yang tidak merusak lingkungan, karena kota banyak bangunan heritaga, misal Kotagede,” pungkas Sultan. |Winda Efanur FS |

back to top

More in News Categories

Prev Next

Other Categories

Prev Next