Menu
RUU Permusikan dan Kebrutalan Spirit Kapitalisme

RUU Permusikan dan Kebrutalan Spiri…

Anang Hermansyah, anggota...

Gubernur dan DPRD Jatim Setujui Perda Trantibmumlinmas

Gubernur dan DPRD Jatim Setujui Per…

Surabaya-KoPi| Gubernur J...

Dosen Ekonomi UMY Sebut Ekonomi Indonesia Kian Hari Kian Memprihatinkan

Dosen Ekonomi UMY Sebut Ekonomi Ind…

Bantul-KoPi| Di dalam eko...

Masih Banyak Kekeliruan Informasi Dalam Sikapi Bencana

Masih Banyak Kekeliruan Informasi D…

Bantul-KoPi| Bencana alam...

Kemenpora Serahkan Hibah Gelanggang Olahraga ke UGM

Kemenpora Serahkan Hibah Gelanggang…

Jogja-KoPi| Kementerian P...

FKH UGM Luluskan 172 Dokter Hewan Baru

FKH UGM Luluskan 172 Dokter Hewan B…

Jogja-KoPi| Fakultas Kedo...

Inovasi Gabungan Aspal dan Karet Bekas Untuk Tingkatkan Mutu Jalan Rel Kereta Api di Indonesia

Inovasi Gabungan Aspal dan Karet Be…

Bantul-KoPi| Mengacu dari...

Sepatu untuk Pasien Lumpuh Rancangan Mahasiswa UGM Raih Penghargaan di Seoul

Sepatu untuk Pasien Lumpuh Rancanga…

Jogja-KoPi| Sepatu buatan...

Konsekuensi Pembangunan Infrastruktur

Konsekuensi Pembangunan Infrastrukt…

Oleh: Novri Susan (Sosiol...

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku Pembancokan

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku …

Jogja-KoPi| Sat Reskrim P...

Prev Next

Indonesia sulit maju, kalau...

Indonesia sulit maju, kalau...
Surabaya-KoPi| Surutnya usaha pemerintah dalam menanggapi kebijakan pro ASI memang sudah tidak terbendung lagi. Mesipun telah ada UU dan PP yang melatarbelakangi masyarakat untuk melakukan ASI esklusif namun hal itu menjadi nihil ketika tidak ada dorongan dan kebijakan-kebijakan yang membantu.

Salah satunya adalah longgarnya kebijakan pemasaran dari produk susu formula yang merupakan musuh terbesar dari program ASI esklusif untuk para ibu dan bayi. Sebab, produk susu formula kerap terus menawarkan jenis produk yang menggagalkan usaha para ibu untuk memberikan ASI esklusif selama 6 bulan dan dibantu MPASI sampai 2 tahun.

dr. Dini Adityarini , SpA mengatakan kepada KoPi bahwa pihak susu formula masih sangat leluasa dalam memasarkan produknya di Indonesia. “Di Surabaya saja, terdapat 81% pengguna susu formula. Padahal Surabaya merupakan kota metropolitan. Bagaimana dengan daerah-daerah lain?,” tutur Dini.

Padahal, dari segi international, pemasaran susu formula secara langsungkepada masyarakat sudah sangat ditentang. Kebijakan yang dikenal sebagai The international code of marketing breastmilk substitutes ini telah ada sejak tahun 1981 yang dikeluarkan oleh PBB dalam naungan WHO.

Dalam kode etik WHO, disebutan beberapa pelarangan perusahaan susu formula dalam memasarkan produknya kepada masyarakat. Termasuk intansi yang bekerjasama dengan pihak perusahaan susu formula mendapat pelarangan.

Sayangnya, di Indonesia sendiri masih banyak sekali pelarangan oleh pihak perusahaan susu formula yang masih kasat mata. Bahkan, masih banyak terdapat isntansi kesehatan yang jelas-jelas mengadakan kerjasama dengan pihak perusahaan susu formula.

Jombang, sebagai salah satu kabupaten di Jawa Timur justru berbanding terbalik dengan kebijakan pemerintah pusat. Pada bulan Mei lalu, pihak pemerintahnya mengeluarkan Perda mengenai ASI esklusif.

“Jombang maju sekali. Ditengah pemerintahan pusat yang semakin mundur, justru jombang berani untuk maju mengambil langkah. Saya sangat salut kepada pemerintahan Jombang,” ujar Dini.

Menurut Dini untuk terciptanya masyarakat yang pro ASI 100% harus dimulai dengan peraturan pemerintah daerah dan penanganannya lebih lanjut. “Kalau sudah buat peraturan, harus ada sanksi, lalu edukasi ke maysarakat. Jadi semuanya saling teintegrasi untuk menjadikan Indonesia yang lebih baik” tutup Dini

back to top

More in News Categories

Prev Next

Other Categories

Prev Next