Menu
Mendesa RI bersama Rektor UGM melepas 5.992 Peserta KKN PPM 2018 ke 34 Provinsi.

Mendesa RI bersama Rektor UGM melep…

 Sleman-KoPi| Rektor UG...

Basarnas Fokuskan Pengamanan Wisata Pantai Selatan

Basarnas Fokuskan Pengamanan Wisata…

Jogja-KoPi| Tim Search An...

PBB:Serangan Lanjut ke Hudaida Yaman berdampak ke Bencana Kemanusiaan yang Lebih Besar

PBB:Serangan Lanjut ke Hudaida Yama…

Yaman-KoPi| Persatuan Ban...

Tahun 2018 Kasus Demam Berdarah Cenderung Turun.

Tahun 2018 Kasus Demam Berdarah Cen…

Sleman-KoPi| Memasuki per...

Mahasiswa UGM Inovasikan Limbah Cangkang Udang Menjadi Closet Sanitizer Berbahan 100% non Alkohol.

Mahasiswa UGM Inovasikan Limbah Can…

Sleman-KoPi| Lima Mahasis...

Gubernur DIY: Jalan Alternatif Gunung Merapi tidak di tutup Tapi kalau naik Gunung harap Waspada

Gubernur DIY: Jalan Alternatif Gunu…

Sleman-KoPi| Gubernur Dae...

Operasi Ketupat 2018, Polda DIY Berfokus Pada 4 Potensi Kerawanan saat Lebaran.

Operasi Ketupat 2018, Polda DIY Ber…

Sleman-KoPi| Kepolisian D...

Tamu di Yogyakarta Lebih Gemar Menghabiskan Malam di  Hotel Berbintang Ketimbang di Hotel Melati.

Tamu di Yogyakarta Lebih Gemar Meng…

Bantul-KoPi| Badan Pusat ...

Donald Trump Pastikan Tanggal Gelaran Pertemuan Dengan Kim Jong.

Donald Trump Pastikan Tanggal Gelar…

Washington-KoPi| Presid...

Prev Next

Indonesia sulit maju, kalau...

Indonesia sulit maju, kalau...
Surabaya-KoPi| Surutnya usaha pemerintah dalam menanggapi kebijakan pro ASI memang sudah tidak terbendung lagi. Mesipun telah ada UU dan PP yang melatarbelakangi masyarakat untuk melakukan ASI esklusif namun hal itu menjadi nihil ketika tidak ada dorongan dan kebijakan-kebijakan yang membantu.

Salah satunya adalah longgarnya kebijakan pemasaran dari produk susu formula yang merupakan musuh terbesar dari program ASI esklusif untuk para ibu dan bayi. Sebab, produk susu formula kerap terus menawarkan jenis produk yang menggagalkan usaha para ibu untuk memberikan ASI esklusif selama 6 bulan dan dibantu MPASI sampai 2 tahun.

dr. Dini Adityarini , SpA mengatakan kepada KoPi bahwa pihak susu formula masih sangat leluasa dalam memasarkan produknya di Indonesia. “Di Surabaya saja, terdapat 81% pengguna susu formula. Padahal Surabaya merupakan kota metropolitan. Bagaimana dengan daerah-daerah lain?,” tutur Dini.

Padahal, dari segi international, pemasaran susu formula secara langsungkepada masyarakat sudah sangat ditentang. Kebijakan yang dikenal sebagai The international code of marketing breastmilk substitutes ini telah ada sejak tahun 1981 yang dikeluarkan oleh PBB dalam naungan WHO.

Dalam kode etik WHO, disebutan beberapa pelarangan perusahaan susu formula dalam memasarkan produknya kepada masyarakat. Termasuk intansi yang bekerjasama dengan pihak perusahaan susu formula mendapat pelarangan.

Sayangnya, di Indonesia sendiri masih banyak sekali pelarangan oleh pihak perusahaan susu formula yang masih kasat mata. Bahkan, masih banyak terdapat isntansi kesehatan yang jelas-jelas mengadakan kerjasama dengan pihak perusahaan susu formula.

Jombang, sebagai salah satu kabupaten di Jawa Timur justru berbanding terbalik dengan kebijakan pemerintah pusat. Pada bulan Mei lalu, pihak pemerintahnya mengeluarkan Perda mengenai ASI esklusif.

“Jombang maju sekali. Ditengah pemerintahan pusat yang semakin mundur, justru jombang berani untuk maju mengambil langkah. Saya sangat salut kepada pemerintahan Jombang,” ujar Dini.

Menurut Dini untuk terciptanya masyarakat yang pro ASI 100% harus dimulai dengan peraturan pemerintah daerah dan penanganannya lebih lanjut. “Kalau sudah buat peraturan, harus ada sanksi, lalu edukasi ke maysarakat. Jadi semuanya saling teintegrasi untuk menjadikan Indonesia yang lebih baik” tutup Dini

back to top

More in News Categories

Prev Next

Other Categories

Prev Next