Menu
Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku Pembancokan

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku …

Jogja-KoPi| Sat Reskrim P...

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu Evakuasi Korban Bencana di Sulteng

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu …

Sulawesi Tengah-KoPi|&nbs...

Fatma Saifullah Yusuf Kagumi Pasar Tiban karya Anne Avantie

Fatma Saifullah Yusuf Kagumi Pasar …

Surabaya-KoPi| Ketua Umum...

Pacu Generasi Muda Ciptakan Inovasi dalam Tantangan Kemajuan Ekonomi Digital

Pacu Generasi Muda Ciptakan Inovasi…

Jogja-KoPi| Fakultas Ekon...

Awas, Hati-Hati, Kredit Online Mulai Makan Korban

Awas, Hati-Hati, Kredit Online Mula…

Jogja-KoPi| Lembaga Konsu...

Dosen Muda UMY Ukir Prestasi di Thailand

Dosen Muda UMY Ukir Prestasi di Tha…

Bantul-KoPi| Universitas ...

Diskusi Netizen Jogja: Menkominfo Serukan Damai dan Berbudaya di Ranah Maya

Diskusi Netizen Jogja: Menkominfo S…

Jogja-KoPi|  – Selas...

Fisipol UGM Kumpulkan Para Pakar Politik Bahas Perkembangan Politik Nasional

Fisipol UGM Kumpulkan Para Pakar Po…

Jogja-KoPi| Fakultas Ilmu...

Niagahoster Devcussion 2.0 Berikan Solusi​ Online​ untuk UKM

Niagahoster Devcussion 2.0 Berikan …

Jogja-KoPi| Setelah sukse...

Doa bersama Memperingati Hari Kesaktian Pancasila di Masjid Al-Jihad Akmil Magelang

Doa bersama Memperingati Hari Kesak…

KoPi-Lembah Tidar. Minggu...

Prev Next

Indonesia sulit maju, kalau...

Indonesia sulit maju, kalau...
Surabaya-KoPi| Surutnya usaha pemerintah dalam menanggapi kebijakan pro ASI memang sudah tidak terbendung lagi. Mesipun telah ada UU dan PP yang melatarbelakangi masyarakat untuk melakukan ASI esklusif namun hal itu menjadi nihil ketika tidak ada dorongan dan kebijakan-kebijakan yang membantu.

Salah satunya adalah longgarnya kebijakan pemasaran dari produk susu formula yang merupakan musuh terbesar dari program ASI esklusif untuk para ibu dan bayi. Sebab, produk susu formula kerap terus menawarkan jenis produk yang menggagalkan usaha para ibu untuk memberikan ASI esklusif selama 6 bulan dan dibantu MPASI sampai 2 tahun.

dr. Dini Adityarini , SpA mengatakan kepada KoPi bahwa pihak susu formula masih sangat leluasa dalam memasarkan produknya di Indonesia. “Di Surabaya saja, terdapat 81% pengguna susu formula. Padahal Surabaya merupakan kota metropolitan. Bagaimana dengan daerah-daerah lain?,” tutur Dini.

Padahal, dari segi international, pemasaran susu formula secara langsungkepada masyarakat sudah sangat ditentang. Kebijakan yang dikenal sebagai The international code of marketing breastmilk substitutes ini telah ada sejak tahun 1981 yang dikeluarkan oleh PBB dalam naungan WHO.

Dalam kode etik WHO, disebutan beberapa pelarangan perusahaan susu formula dalam memasarkan produknya kepada masyarakat. Termasuk intansi yang bekerjasama dengan pihak perusahaan susu formula mendapat pelarangan.

Sayangnya, di Indonesia sendiri masih banyak sekali pelarangan oleh pihak perusahaan susu formula yang masih kasat mata. Bahkan, masih banyak terdapat isntansi kesehatan yang jelas-jelas mengadakan kerjasama dengan pihak perusahaan susu formula.

Jombang, sebagai salah satu kabupaten di Jawa Timur justru berbanding terbalik dengan kebijakan pemerintah pusat. Pada bulan Mei lalu, pihak pemerintahnya mengeluarkan Perda mengenai ASI esklusif.

“Jombang maju sekali. Ditengah pemerintahan pusat yang semakin mundur, justru jombang berani untuk maju mengambil langkah. Saya sangat salut kepada pemerintahan Jombang,” ujar Dini.

Menurut Dini untuk terciptanya masyarakat yang pro ASI 100% harus dimulai dengan peraturan pemerintah daerah dan penanganannya lebih lanjut. “Kalau sudah buat peraturan, harus ada sanksi, lalu edukasi ke maysarakat. Jadi semuanya saling teintegrasi untuk menjadikan Indonesia yang lebih baik” tutup Dini

back to top

More in News Categories

Prev Next

Other Categories

Prev Next