Menu
Konsekuensi Pembangunan Infrastruktur

Konsekuensi Pembangunan Infrastrukt…

Oleh: Novri Susan (Sosiol...

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku Pembancokan

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku …

Jogja-KoPi| Sat Reskrim P...

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu Evakuasi Korban Bencana di Sulteng

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu …

Sulawesi Tengah-KoPi|&nbs...

Fatma Saifullah Yusuf Kagumi Pasar Tiban karya Anne Avantie

Fatma Saifullah Yusuf Kagumi Pasar …

Surabaya-KoPi| Ketua Umum...

Pacu Generasi Muda Ciptakan Inovasi dalam Tantangan Kemajuan Ekonomi Digital

Pacu Generasi Muda Ciptakan Inovasi…

Jogja-KoPi| Fakultas Ekon...

Awas, Hati-Hati, Kredit Online Mulai Makan Korban

Awas, Hati-Hati, Kredit Online Mula…

Jogja-KoPi| Lembaga Konsu...

Dosen Muda UMY Ukir Prestasi di Thailand

Dosen Muda UMY Ukir Prestasi di Tha…

Bantul-KoPi| Universitas ...

Diskusi Netizen Jogja: Menkominfo Serukan Damai dan Berbudaya di Ranah Maya

Diskusi Netizen Jogja: Menkominfo S…

Jogja-KoPi|  – Selas...

Fisipol UGM Kumpulkan Para Pakar Politik Bahas Perkembangan Politik Nasional

Fisipol UGM Kumpulkan Para Pakar Po…

Jogja-KoPi| Fakultas Ilmu...

Niagahoster Devcussion 2.0 Berikan Solusi​ Online​ untuk UKM

Niagahoster Devcussion 2.0 Berikan …

Jogja-KoPi| Setelah sukse...

Prev Next

Indonesia punya peluang jadi pemain kunci

Indonesia punya peluang jadi pemain kunci

Bantul-KoPiMenteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia, Anies Baswedan, dalam sambutan penutupan Konvensi Nasional Indonesia Berkemajuan (KNIB) yang bertempat di Sportorium Universitas Muhammadiyah Yogyayakrta (UMY), menyatakan bahwa Indonesia berpeluang besar menjadi negara pemain kunci yang memainkan peran global seiring tren kebangkitan negara-negara Asia dalam dua dekade terakhir, Selasa (24/5).


Anies memaparkan bahwa sebelum terjadinya revolusi industri yang mendorong tumbuhnya perekonomian negara-negara Eropa, negara-negara di Asia menguasai 60 persen GDP (Gross Domestic Product) seluruh dunia. Pada akhir tahun 1990-an, ekonomi negara-negara Asia seperti Jepang, Korea Selatan, China, dan India kembali bangkit. Namun di sisi lain, negara-negara tersebut tidak mampu bekerjasama dalam pembangunan melihat persoalan kultural politik yang tidak terbangun.

Berbeda dengan negara-negara di kawasan Asia Tenggara seperti Indonesia, Malaysia, Singapura, Filiphina di mana kondisi kultural politik di kawasan ini terbangun dengan baik diperlihatkan dari terbangunnya kerjasama multirateral dalam forum ASEAN, hal itulah yang membuat Anies menyatakan bahwa masa depan Asia ada di negara kawasan Asia Tenggara. “Indonesia memiliki posisi yang sangat strategis sebagai negara terbesar di kawasan Asia Tenggara di mana Indonesia akan menjadi mesin terkuat di kawasan ini,” tutur Anies.

Anies Baswedan menilai Indonesia memiliki modal sosial yang besar untuk mewujudkan kondisi tersebut. Menurut Anies, modal utama tersebut berupa keunggulan mengelola kebhinekaan yang tidak dimiliki oleh negara lain di Asia seperti India, Afganistan, Pakistan, dan Papua Nugini. Hal itulah yang harus terus dirawat oleh masyarakat Indonesia

“Ketika saya berada di forum internasional saya mengatakan bahwa dunia harus belajar ke Indonesia tentang demokrasi khususnya dalam mengelola perbedaan, bukan sebaliknya,” tutur Anies.

Di samping itu, modal sosial tersebut juga harus didukung dengan pengembangan kualitas manusia-manusia Indonesia, terlebih pada dua aspek yakni kesehatan dan pendidikan, dua aspek yang menjadi hajat utama persyarikatan Muhammadiyah. Tugas generasi masa kini ialah memastikan pendidikan sesuai dengan masa depan. Selain itu, infrastruktur yang dibangun juga harus beres.

Dalam sambutannya, Anies juga menyampaikan harapannya kepada persyarikatan Muhammadiyah ke depan sesuai dengan visi Indonesia berkemajuan. “Tema konvensi ini sangat penting mengingat Indonesia tengah dalam persimpangan jalan, Muhammadiyah harus berani menjadi pelopor tidak hanya dalam percaturan domestik maupun nasional, namun sudah saatnya Muhammadiyah mengambil peran dalam percaturan global di level Asia melewati teritorial batas negara,” tutup Anies.

back to top

More in News Categories

Prev Next

Other Categories

Prev Next