Menu
Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku Pembancokan

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku …

Jogja-KoPi| Sat Reskrim P...

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu Evakuasi Korban Bencana di Sulteng

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu …

Sulawesi Tengah-KoPi|&nbs...

Fatma Saifullah Yusuf Kagumi Pasar Tiban karya Anne Avantie

Fatma Saifullah Yusuf Kagumi Pasar …

Surabaya-KoPi| Ketua Umum...

Pacu Generasi Muda Ciptakan Inovasi dalam Tantangan Kemajuan Ekonomi Digital

Pacu Generasi Muda Ciptakan Inovasi…

Jogja-KoPi| Fakultas Ekon...

Awas, Hati-Hati, Kredit Online Mulai Makan Korban

Awas, Hati-Hati, Kredit Online Mula…

Jogja-KoPi| Lembaga Konsu...

Dosen Muda UMY Ukir Prestasi di Thailand

Dosen Muda UMY Ukir Prestasi di Tha…

Bantul-KoPi| Universitas ...

Diskusi Netizen Jogja: Menkominfo Serukan Damai dan Berbudaya di Ranah Maya

Diskusi Netizen Jogja: Menkominfo S…

Jogja-KoPi|  – Selas...

Fisipol UGM Kumpulkan Para Pakar Politik Bahas Perkembangan Politik Nasional

Fisipol UGM Kumpulkan Para Pakar Po…

Jogja-KoPi| Fakultas Ilmu...

Niagahoster Devcussion 2.0 Berikan Solusi​ Online​ untuk UKM

Niagahoster Devcussion 2.0 Berikan …

Jogja-KoPi| Setelah sukse...

Doa bersama Memperingati Hari Kesaktian Pancasila di Masjid Al-Jihad Akmil Magelang

Doa bersama Memperingati Hari Kesak…

KoPi-Lembah Tidar. Minggu...

Prev Next

Indonesia punya 4250 perguruan tinggi, yang masuk peringkat dunia cuma tiga

Indonesia punya 4250 perguruan tinggi, yang masuk peringkat dunia cuma tiga

Jogja-KoPi| Menteri Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Menristek Dikti), Prof. Mohammad Nasir Ph.D , menghimbau kepada semua dosen dan guru besar agar selalu memperbanyak publikasi penelitiannya agar perguruan tinggi Indonesia menjadi nomor satu di Asia Tenggara.

Menurut Mohamad Natsir perguruan tinggi Indonesia mempunyai potensi untuk berada diperingkat satu Asia Tenggara. Namun yang terjadi adalah Indonesia berada diperingkat empat, di bawah Thailand, Singapura, dan Malaysia yang berada di peringkat satu.

"Seharusnya Indonesia memiliki potensi di nomor satu tapi ternyata di rangking 4 di Asia Tenggara," kata Mohamad Natsir setelah peresmian Universitas Nadhlatul Ulama (UNU) Yogyakarta, Jumat (10/3).

Dalam sambutannya saat meresmikan UNU Yogyakarta, Natsir juga menjelaskan perbedaan yang cukup signifikan antara pendidikan tinggi Indonesia dengan pendidikan tinggi di Cina.

Indonesia memiliki 4250 perguruan tinggi dan itu belum termasuk perguruan swasta, namun hanya 3 universitas yang masuk ke dalam universitas terbaik dunia. Berbeda dengan Cina yang memiliki 2000 perguruan tinggi namun 500 diantaranya masuk dalam universitas terbaik di dunia. Natsir menyimpulkan, perguruan tinggi Cina mempunyai kualitas pendidikan yang lebih baik dibandingkan di Indonesia.

"Perguruan tinggi di Indonesia ada 4250 dan penduduk Indonesia 250 juta, lebih tinggi dibandingkan dengan Cina yang penduduknya berjumlah 1,4 milyar, namun perguruan tingginya hanya 2000 sekian. Namun, 500 perguruan tinggi Cina masuk universitas terbaik di dunia, Indonesia hanya ada 3 yaitu UII, ITB dan UGM yang masuk ke kategori tersebut,"paparnya.

Meningkatkan jumlah publikasi penelitian oleh dosen dan Guru besar adalah upaya mencapai itu. Beberapa perbaikan dan pengadaan sistem pengawalan, pendampingan dan anggaran akan menjadi upaya Kemenristek Dikti dalam meningkatkan jumlah publikasi penelitian oleh guru besar dan dosen.

Tercatat pada tanggal 7 Maret, jumlah publikasi perguruan tinggi Indonesia berjumlah 11.000 publikasi. Dengan perkiraan kenaikan 5.000 publikasi penelitian setiap tahunnya, Natsir menargetkan dalam tiga tahun ke depan, Indonesia mendapatkan peringkat satu di Asia Tenggara.

"Jika setiap tahun naik 5000 publikasi, tahun 2017 kita akan mengalahkan Thailand yang berjumlah 13.000 publikasi,Tahun 2018 naik 5000 kita akan mengalahkan Singapura yang berjumlah 17.000 publikasi,dan Tahun 2019 jika naik 5.000, jumlah publikasi kita akan berjumlah 28.000 dan mengalahkan Malaysia, Indonesia akan peringkat satu," kata Natsir optimis.

Untuk itu, Natsir meminta kepada semua guru besar setidaknya mempublikasikan penelitiannya minimal setahun sekali. Tidak hanya itu, Natsir juga menjelaskan tunjangan untuk guru besar sampai sekarang belum dicabut sehingga dapat dipergunakan untuk penelitian guru besar.

Selain dari peningkatan dari jumlah publikasi, upaya Kemenristek Dikti adalah membersihkan kampus abal-abal yang ada di Indonesia. Tujuannya pun sama agar kualitas pendidikan perguruan tinggi Indonesia meningkat menjadi lebih baik.

"Pada tahun 2016, ada 243 kampus abal-abal yang kita temukan ,140 sudah kita tutup, 103 yang lainnya kita lakukan pembinaan, itu data pada tahun 2016. Alhamdulillah di Yogyakarta tidak ada kampus abal abal," pungkasnya. |Syidiq Syaiful Ardli|

back to top

More in News Categories

Prev Next

Other Categories

Prev Next