Menu
Basarnas Fokuskan Pengamanan Wisata Pantai Selatan

Basarnas Fokuskan Pengamanan Wisata…

Jogja-KoPi| Tim Search An...

PBB:Serangan Lanjut ke Hudaida Yaman berdampak ke Bencana Kemanusiaan yang Lebih Besar

PBB:Serangan Lanjut ke Hudaida Yama…

Yaman-KoPi| Persatuan Ban...

Tahun 2018 Kasus Demam Berdarah Cenderung Turun.

Tahun 2018 Kasus Demam Berdarah Cen…

Sleman-KoPi| Memasuki per...

Mahasiswa UGM Inovasikan Limbah Cangkang Udang Menjadi Closet Sanitizer Berbahan 100% non Alkohol.

Mahasiswa UGM Inovasikan Limbah Can…

Sleman-KoPi| Lima Mahasis...

Gubernur DIY: Jalan Alternatif Gunung Merapi tidak di tutup Tapi kalau naik Gunung harap Waspada

Gubernur DIY: Jalan Alternatif Gunu…

Sleman-KoPi| Gubernur Dae...

Operasi Ketupat 2018, Polda DIY Berfokus Pada 4 Potensi Kerawanan saat Lebaran.

Operasi Ketupat 2018, Polda DIY Ber…

Sleman-KoPi| Kepolisian D...

Tamu di Yogyakarta Lebih Gemar Menghabiskan Malam di  Hotel Berbintang Ketimbang di Hotel Melati.

Tamu di Yogyakarta Lebih Gemar Meng…

Bantul-KoPi| Badan Pusat ...

Donald Trump Pastikan Tanggal Gelaran Pertemuan Dengan Kim Jong.

Donald Trump Pastikan Tanggal Gelar…

Washington-KoPi| Presid...

Polda DIY Gagalkan Operasi Peredaran Tembakau Gorila di Yogyakarta.

Polda DIY Gagalkan Operasi Peredara…

Sleman-kopi| Direktorat R...

Keamanan di Bandara Adi Sutjipto Ketat Dengan Terjunnya 29 Ekor Anjing Pelacak dan Body Scanner.

Keamanan di Bandara Adi Sutjipto Ke…

Sleman-KoPi| Komandan sat...

Prev Next

Indonesia masih jauh dari kebangkitan Featured

Indonesia masih jauh dari kebangkitan
Surabaya - KoPi | 20 Mei merupakan peringatan Hari Kebangkitan Nasional. Deklarasi mengenai kebangkitan ini didasarkan pada tanggal berdirinya perkumpulan yang dinamakan Budi Oetomo. Budi Oetomo sendiri lahir atas miskinnya pendidikan bangsa Indonesia yang telah dijajah ratusan tahun oleh Belanda.

Perkumpulan tersebut bertujuan untuk mencapai sesuatu berdasarkan keluhuran budi, kebaikan perangai atau tabiat, dan juga kemahiran. Namun, apakah indonesia telah bangkit secara utuh saat ini?

Menurut pandangan masyarakat Surabaya, Indonesia masih jauh dari kebangkitan. Yogi, selaku karyawan swasta di Surabaya menilai kebudayaan negatif yang tertanam di masyarakat Indonesia membuat Indonesia sulit untuk bangkit.

“Korupsi, kekerasan, sering melakukan kesalahan yang sama adalah bentuk bahwa Indonesia sama sekali belum bangkit. Dan masih jatuh terpuruk,” ujarnya.

Pak Suleman, tukang becak yang biasa beroperasi di kawasan Stasiun Gubeng Surabaya juga menilai bahwa Indonesia sama sekali belum bangkit. “Bangkit dari mana toh Mbak, orang susah kayak saya saja masih banyak. Sudah bangkit itu kalau masyarakatnya makmur, sejahtera, gak ada orang miskin,” ujar Suleman.

Lain lagi dengan Rahma, mahasiswi sebuah universitas di Surabaya yang menilai Indonesia sedang tahap proses menuju kebangkitan. Adanya sistem penerapan yang baik merupakan jalan untuk mengangkat Indonesia dari keterpurukan.

“Sedang bangkit, tidak terlalu terpuruk tapi belum tegak. Makanya pejabat-pejabat dibangkitkan moral dan etikanya, karena mereka itu contoh. Jadi ketika kebangkitan moral mereka sudah ada, mental masyarakat akan mengikuti,” ujar Rahma.

Apakah Hari Kebangkitan Nasional di Indonesia hanya tameng belaka? Tameng bahwa Indonesia pernah bangkit, sedangkan saat ini justru semakin terpuruk. Mentalitas masyarakat dan pejabat diyakini sebagai penyebab Indonesia masih jauh dari kebangkitan.

“Seharusnya Hari Kebangkitan Nasional itu tidak sekedar disuarakan hanya dalam satu hari besar. Setiap hari seharusnya pemimpin Indonesia menyuarakan untuk bangkit. Kalau cuma dijadikan hari besar seperti ini, justru membuat semangat bangkit hanya muncul setahun sekali,” lanjut Rahma. | Labibah

back to top

More in News Categories

Prev Next

Other Categories

Prev Next