Menu
RUU Permusikan dan Kebrutalan Spirit Kapitalisme

RUU Permusikan dan Kebrutalan Spiri…

Anang Hermansyah, anggota...

Gubernur dan DPRD Jatim Setujui Perda Trantibmumlinmas

Gubernur dan DPRD Jatim Setujui Per…

Surabaya-KoPi| Gubernur J...

Dosen Ekonomi UMY Sebut Ekonomi Indonesia Kian Hari Kian Memprihatinkan

Dosen Ekonomi UMY Sebut Ekonomi Ind…

Bantul-KoPi| Di dalam eko...

Masih Banyak Kekeliruan Informasi Dalam Sikapi Bencana

Masih Banyak Kekeliruan Informasi D…

Bantul-KoPi| Bencana alam...

Kemenpora Serahkan Hibah Gelanggang Olahraga ke UGM

Kemenpora Serahkan Hibah Gelanggang…

Jogja-KoPi| Kementerian P...

FKH UGM Luluskan 172 Dokter Hewan Baru

FKH UGM Luluskan 172 Dokter Hewan B…

Jogja-KoPi| Fakultas Kedo...

Inovasi Gabungan Aspal dan Karet Bekas Untuk Tingkatkan Mutu Jalan Rel Kereta Api di Indonesia

Inovasi Gabungan Aspal dan Karet Be…

Bantul-KoPi| Mengacu dari...

Sepatu untuk Pasien Lumpuh Rancangan Mahasiswa UGM Raih Penghargaan di Seoul

Sepatu untuk Pasien Lumpuh Rancanga…

Jogja-KoPi| Sepatu buatan...

Konsekuensi Pembangunan Infrastruktur

Konsekuensi Pembangunan Infrastrukt…

Oleh: Novri Susan (Sosiol...

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku Pembancokan

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku …

Jogja-KoPi| Sat Reskrim P...

Prev Next

Indonesia akan gugat klaim Cina soal garis putus di wilayah Laut China Selatan

Indonesia akan gugat klaim Cina soal garis putus di wilayah Laut China Selatan
Surabaya-KoPi | Sengketa Laut Cina Selatan dikhawatirkan semakin memanas. Hal itu setelah Cina mengklaim hampir seluruh wilayah laut tersebut sebagai miliknya. Peta yang dikeluarkan Cina menunjukkan 9 garis putus yang mencakup wilayah seperti Filipina, Vietnam, Taiwan, Malaysia, Brunei, dan perairan di sekitar Kepulauan Natuna.
 

Indonesia menanggapi klaim Cina tersebut dengan mengatakan akan membawa masalah ini ke pengadilan arbitrase internasional. Menko Polhukam Luhut Panjaitan mengatakan Kepulauan Natuna dapat terimbas konflik tersebut.

"Posisi Indonesia jelas dalam hal ini, kami tidak mengakui sembilan garis putus yang diklaim Cina karena tidak sesuai dengan hukum internasional. Kami telah meminta klarifikasi mengenai hal itu, dan hingga sekarang masih belum ada jawaban," kata Juru Bicara Kementerian Luar Negeri, Armanatha Nasir, kepada Reuters, hari ini (11/11).

Meski demikian, Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmanto mengatakan tidak akan menyiagakan operasi militer di Kepulauan Natuna. Menurutnya pengiriman 7 KRI di kawasan tersebut merupakan operasi rutin karena kawasan Zona Ekonomi Eksklusif di sekitar Laut Cina Selatan memang rawan konflik.

"Justru Indonesia sekuat tenaga berusaha mewujudkan peace and stability di kawasan Laut Cina Selatan, dan menghimbau agar tidak melakukan aktivitas-aktivitas yang meningkatkan tensi di sana," tutur Gatot kepada awak media di Surabaya, kemarin (10/11).

Kapal perang Amerika dilaporkan telah memasuki kawasan tersebut dan semakin membuat tegang suasana. Cina memprotes tindakan Amerika tersebut, namun Washington menyatakan tidak akan menarik kapal perang mereka dari kawasan tersebut.

 

back to top

More in News Categories

Prev Next

Other Categories

Prev Next