Menu
BPPTKG: Merapi Belum Menunjukkan Adanya Gejala Erupsi Seperti di Tahun 2010 dan 2006.

BPPTKG: Merapi Belum Menunjukkan Ad…

Jogja-KoPi| Balai Penyeli...

UGM Mewisuda 1354 Lulusan Sarjana dan Diploma

UGM Mewisuda 1354 Lulusan Sarjana d…

Sleman-KoPi| Universitas ...

Peneliti Gula UGM Soroti Penyimpangan Distribusi Gula Rafinasi

Peneliti Gula UGM Soroti Penyimpang…

Sleman-KoPi| Pasar gula d...

Gerakan Filantropi Islam Sebagai Deradikalisasi

Gerakan Filantropi Islam Sebagai De…

Sleman-KoPi| Dewasa ini, ...

Pakde Karwo: Kunci Perjuangan adalah Persatuan dan Kesatuan

Pakde Karwo: Kunci Perjuangan adala…

Jatim-KoPi| Salah satu ku...

Jaminan Kemerdekaan Kekuasaan Kehakiman Masih Berpusat Pada Institusi Bukan Hakim Secara Personal

Jaminan Kemerdekaan Kekuasaan Kehak…

Sleman-KoPi|Kemerdekaan k...

Merapi Naik ke Status Waspada, Gempa Tremor dan Vulkanik Sempat Muncul Saat Letusan Freaktif.

Merapi Naik ke Status Waspada, Gemp…

Jogja-KoPi|Setelah Gunung...

Merapi Kembali Meletus Dua Kali Dalam Sehari, BPPTKG: Ini Memang Karakter Merapi.

Merapi Kembali Meletus Dua Kali Dal…

Jogja-KoPi| Gunung Merapi...

Bulog DIY: Bulan Puasa dan Lebaran Persediaan Beras, Gula, dan Minyak Goreng di Yogyakarta Aman.

Bulog DIY: Bulan Puasa dan Lebaran …

Jogja-KoPi| Perum Bulog d...

Prev Next

Indonesia akan gugat klaim Cina soal garis putus di wilayah Laut China Selatan

Indonesia akan gugat klaim Cina soal garis putus di wilayah Laut China Selatan
Surabaya-KoPi | Sengketa Laut Cina Selatan dikhawatirkan semakin memanas. Hal itu setelah Cina mengklaim hampir seluruh wilayah laut tersebut sebagai miliknya. Peta yang dikeluarkan Cina menunjukkan 9 garis putus yang mencakup wilayah seperti Filipina, Vietnam, Taiwan, Malaysia, Brunei, dan perairan di sekitar Kepulauan Natuna.
 

Indonesia menanggapi klaim Cina tersebut dengan mengatakan akan membawa masalah ini ke pengadilan arbitrase internasional. Menko Polhukam Luhut Panjaitan mengatakan Kepulauan Natuna dapat terimbas konflik tersebut.

"Posisi Indonesia jelas dalam hal ini, kami tidak mengakui sembilan garis putus yang diklaim Cina karena tidak sesuai dengan hukum internasional. Kami telah meminta klarifikasi mengenai hal itu, dan hingga sekarang masih belum ada jawaban," kata Juru Bicara Kementerian Luar Negeri, Armanatha Nasir, kepada Reuters, hari ini (11/11).

Meski demikian, Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmanto mengatakan tidak akan menyiagakan operasi militer di Kepulauan Natuna. Menurutnya pengiriman 7 KRI di kawasan tersebut merupakan operasi rutin karena kawasan Zona Ekonomi Eksklusif di sekitar Laut Cina Selatan memang rawan konflik.

"Justru Indonesia sekuat tenaga berusaha mewujudkan peace and stability di kawasan Laut Cina Selatan, dan menghimbau agar tidak melakukan aktivitas-aktivitas yang meningkatkan tensi di sana," tutur Gatot kepada awak media di Surabaya, kemarin (10/11).

Kapal perang Amerika dilaporkan telah memasuki kawasan tersebut dan semakin membuat tegang suasana. Cina memprotes tindakan Amerika tersebut, namun Washington menyatakan tidak akan menarik kapal perang mereka dari kawasan tersebut.

 

back to top

More in News Categories

Prev Next

Other Categories

Prev Next