Menu
Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku Pembancokan

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku …

Jogja-KoPi| Sat Reskrim P...

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu Evakuasi Korban Bencana di Sulteng

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu …

Sulawesi Tengah-KoPi|&nbs...

Fatma Saifullah Yusuf Kagumi Pasar Tiban karya Anne Avantie

Fatma Saifullah Yusuf Kagumi Pasar …

Surabaya-KoPi| Ketua Umum...

Pacu Generasi Muda Ciptakan Inovasi dalam Tantangan Kemajuan Ekonomi Digital

Pacu Generasi Muda Ciptakan Inovasi…

Jogja-KoPi| Fakultas Ekon...

Awas, Hati-Hati, Kredit Online Mulai Makan Korban

Awas, Hati-Hati, Kredit Online Mula…

Jogja-KoPi| Lembaga Konsu...

Dosen Muda UMY Ukir Prestasi di Thailand

Dosen Muda UMY Ukir Prestasi di Tha…

Bantul-KoPi| Universitas ...

Diskusi Netizen Jogja: Menkominfo Serukan Damai dan Berbudaya di Ranah Maya

Diskusi Netizen Jogja: Menkominfo S…

Jogja-KoPi|  – Selas...

Fisipol UGM Kumpulkan Para Pakar Politik Bahas Perkembangan Politik Nasional

Fisipol UGM Kumpulkan Para Pakar Po…

Jogja-KoPi| Fakultas Ilmu...

Niagahoster Devcussion 2.0 Berikan Solusi​ Online​ untuk UKM

Niagahoster Devcussion 2.0 Berikan …

Jogja-KoPi| Setelah sukse...

Doa bersama Memperingati Hari Kesaktian Pancasila di Masjid Al-Jihad Akmil Magelang

Doa bersama Memperingati Hari Kesak…

KoPi-Lembah Tidar. Minggu...

Prev Next

ICM : Khawatir intervensi capim KPK justru di istana

ICM : Khawatir intervensi capim KPK justru di istana

Jogjakarta-KoPi| Hasil seleksi wawancara calon pimpinan (capim) KPK telah menyulut kritikan tajam dari koalisi anti korupsi Jogjakarta. Beberapa catatan koalisi anti korupsi menyebutkan 10 kritikan terhadap hasil tes wawancara capim KPK.

Catatan tersebut tidak taat menyampaikan LKHPN (Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara), diragukan independensinya karena terlihat pada institusi asal, diragukan independensinya karena pernah menjadi tim sukses capres, calon sampai lupa berapa banyak jumlah rumah yang dimiliki, kinerja yang buruk pada profesi sebelumnya, transaksi keuangan mencurigakan, tidak memiliki kompetensi penegakan hukum, dan pemberantasan korupsi, tidak setuju dengan penyidik independen KPK tanpa argumentasi hukum, dan pernah menerima bantuan dari korporasi pengeruk sumber daya alam.

 

Namun koalisi enggan menyebutkan identitas para capim yang memiliki catatan khusus tersebut. Sebaliknya koalisi menekan agar pansel lebih tegas dan cermat memilih pimpinan KPK yang memiliki integritas, professional dan berani mati dalam memberantas kasus korupsi.

 

Sementara Direktur ICM, Tri Wahyu mengkhawatirkan proses pemilihan calon pimpinan KPK akan sarat dengan kepentingan politik tertentu. Gelagat awal tersebut terlihat ketika pansel tidak menguak tuntas rekam jejak para capim KPK saat tes wawancara pada tanggal 24-26 Agustus 2015 lalu.

 

“Kalau tahap sekarang saya khawatir intervensi dari istana, kalau DPR dari partai tertentu. Tekanan dari istana yang mungkin ada partai yang memilki saham tertentu dari partai anti pemberantasan korupsi,” tutur Tri Wahyu. |Winda Efanur FS|

back to top

More in News Categories

Prev Next

Other Categories

Prev Next