Menu
RUU Permusikan dan Kebrutalan Spirit Kapitalisme

RUU Permusikan dan Kebrutalan Spiri…

Anang Hermansyah, anggota...

Gubernur dan DPRD Jatim Setujui Perda Trantibmumlinmas

Gubernur dan DPRD Jatim Setujui Per…

Surabaya-KoPi| Gubernur J...

Dosen Ekonomi UMY Sebut Ekonomi Indonesia Kian Hari Kian Memprihatinkan

Dosen Ekonomi UMY Sebut Ekonomi Ind…

Bantul-KoPi| Di dalam eko...

Masih Banyak Kekeliruan Informasi Dalam Sikapi Bencana

Masih Banyak Kekeliruan Informasi D…

Bantul-KoPi| Bencana alam...

Kemenpora Serahkan Hibah Gelanggang Olahraga ke UGM

Kemenpora Serahkan Hibah Gelanggang…

Jogja-KoPi| Kementerian P...

FKH UGM Luluskan 172 Dokter Hewan Baru

FKH UGM Luluskan 172 Dokter Hewan B…

Jogja-KoPi| Fakultas Kedo...

Inovasi Gabungan Aspal dan Karet Bekas Untuk Tingkatkan Mutu Jalan Rel Kereta Api di Indonesia

Inovasi Gabungan Aspal dan Karet Be…

Bantul-KoPi| Mengacu dari...

Sepatu untuk Pasien Lumpuh Rancangan Mahasiswa UGM Raih Penghargaan di Seoul

Sepatu untuk Pasien Lumpuh Rancanga…

Jogja-KoPi| Sepatu buatan...

Konsekuensi Pembangunan Infrastruktur

Konsekuensi Pembangunan Infrastrukt…

Oleh: Novri Susan (Sosiol...

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku Pembancokan

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku …

Jogja-KoPi| Sat Reskrim P...

Prev Next

ICM : Khawatir intervensi capim KPK justru di istana

ICM : Khawatir intervensi capim KPK justru di istana

Jogjakarta-KoPi| Hasil seleksi wawancara calon pimpinan (capim) KPK telah menyulut kritikan tajam dari koalisi anti korupsi Jogjakarta. Beberapa catatan koalisi anti korupsi menyebutkan 10 kritikan terhadap hasil tes wawancara capim KPK.

Catatan tersebut tidak taat menyampaikan LKHPN (Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara), diragukan independensinya karena terlihat pada institusi asal, diragukan independensinya karena pernah menjadi tim sukses capres, calon sampai lupa berapa banyak jumlah rumah yang dimiliki, kinerja yang buruk pada profesi sebelumnya, transaksi keuangan mencurigakan, tidak memiliki kompetensi penegakan hukum, dan pemberantasan korupsi, tidak setuju dengan penyidik independen KPK tanpa argumentasi hukum, dan pernah menerima bantuan dari korporasi pengeruk sumber daya alam.

 

Namun koalisi enggan menyebutkan identitas para capim yang memiliki catatan khusus tersebut. Sebaliknya koalisi menekan agar pansel lebih tegas dan cermat memilih pimpinan KPK yang memiliki integritas, professional dan berani mati dalam memberantas kasus korupsi.

 

Sementara Direktur ICM, Tri Wahyu mengkhawatirkan proses pemilihan calon pimpinan KPK akan sarat dengan kepentingan politik tertentu. Gelagat awal tersebut terlihat ketika pansel tidak menguak tuntas rekam jejak para capim KPK saat tes wawancara pada tanggal 24-26 Agustus 2015 lalu.

 

“Kalau tahap sekarang saya khawatir intervensi dari istana, kalau DPR dari partai tertentu. Tekanan dari istana yang mungkin ada partai yang memilki saham tertentu dari partai anti pemberantasan korupsi,” tutur Tri Wahyu. |Winda Efanur FS|

back to top

More in News Categories

Prev Next

Other Categories

Prev Next