Menu
Inkubasi Tahap 1 Resmi Buka Gelaran Soprema 2018

Inkubasi Tahap 1 Resmi Buka Gelaran…

Jogja-KoPi| Kegiatan Inku...

Lestarikan Budaya Tradisional, UAJY Adakan Lomba Jemparingan

Lestarikan Budaya Tradisional, UAJY…

Jogja-KoPi| Universitas A...

Niagahoster Devcussion 2.0 Dorong ​Web-Professional Berikan Solusi​ Online​ untuk UKM

Niagahoster Devcussion 2.0 Dorong ​…

Yogyakarta, 25 September ...

Lantik Heru Tjahjono, Pakde Karwo Ingatkan Dua Fungsi Sekda

Lantik Heru Tjahjono, Pakde Karwo I…

Surabaya-KoPi| Sesuai UU ...

Kepa BNPT Ajak Mahasiswa UGM Jauhi Paham Radikal

Kepa BNPT Ajak Mahasiswa UGM Jauhi …

 JogjaKoPi| Kepala B...

Bupati dan Walikota Harus Mengacu dengan Visi Misi Presiden

Bupati dan Walikota Harus Mengacu d…

Surabaya-KoPi| Bupati dan...

FISIPOL UGM Gelar Inkubasi Bisnis Soprema 2018 untuk Sociopreneur Muda dari 16 Provinsi Indonesia

FISIPOL UGM Gelar Inkubasi Bisnis S…

Jogja-KoPi| Rangkaian gel...

Kreatifitas Itu Bukan Bawaan, Tapi Bisa Dilatih

Kreatifitas Itu Bukan Bawaan, Tapi …

Jogja-KoPi| Pakar Manajem...

Raih Doktor Usai Meneliti Transformasi Budaya Organisasi Perguruan Tinggi

Raih Doktor Usai Meneliti Transform…

Jogja-KoPi| Transformasi ...

Prev Next

ICM : Khawatir intervensi capim KPK justru di istana

ICM : Khawatir intervensi capim KPK justru di istana

Jogjakarta-KoPi| Hasil seleksi wawancara calon pimpinan (capim) KPK telah menyulut kritikan tajam dari koalisi anti korupsi Jogjakarta. Beberapa catatan koalisi anti korupsi menyebutkan 10 kritikan terhadap hasil tes wawancara capim KPK.

Catatan tersebut tidak taat menyampaikan LKHPN (Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara), diragukan independensinya karena terlihat pada institusi asal, diragukan independensinya karena pernah menjadi tim sukses capres, calon sampai lupa berapa banyak jumlah rumah yang dimiliki, kinerja yang buruk pada profesi sebelumnya, transaksi keuangan mencurigakan, tidak memiliki kompetensi penegakan hukum, dan pemberantasan korupsi, tidak setuju dengan penyidik independen KPK tanpa argumentasi hukum, dan pernah menerima bantuan dari korporasi pengeruk sumber daya alam.

 

Namun koalisi enggan menyebutkan identitas para capim yang memiliki catatan khusus tersebut. Sebaliknya koalisi menekan agar pansel lebih tegas dan cermat memilih pimpinan KPK yang memiliki integritas, professional dan berani mati dalam memberantas kasus korupsi.

 

Sementara Direktur ICM, Tri Wahyu mengkhawatirkan proses pemilihan calon pimpinan KPK akan sarat dengan kepentingan politik tertentu. Gelagat awal tersebut terlihat ketika pansel tidak menguak tuntas rekam jejak para capim KPK saat tes wawancara pada tanggal 24-26 Agustus 2015 lalu.

 

“Kalau tahap sekarang saya khawatir intervensi dari istana, kalau DPR dari partai tertentu. Tekanan dari istana yang mungkin ada partai yang memilki saham tertentu dari partai anti pemberantasan korupsi,” tutur Tri Wahyu. |Winda Efanur FS|

back to top

More in News Categories

Prev Next

Other Categories

Prev Next