Menu
Merapi Naik ke Status Waspada, Gempa Tremor dan Vulkanik Sempat Muncul Saat Letusan Freaktif.

Merapi Naik ke Status Waspada, Gemp…

Jogja-KoPi|Setelah Gunung...

Merapi Kembali Meletus Dua Kali Dalam Sehari, BPPTKG: Ini Memang Karakter Merapi.

Merapi Kembali Meletus Dua Kali Dal…

Jogja-KoPi| Gunung Merapi...

Bulog DIY: Bulan Puasa dan Lebaran Persediaan Beras, Gula, dan Minyak Goreng di Yogyakarta Aman.

Bulog DIY: Bulan Puasa dan Lebaran …

Jogja-KoPi| Perum Bulog d...

UGM Kembangkan Aplikasi Informasi Pengungsi Korban Bencana

UGM Kembangkan Aplikasi Informasi P…

Sleman-KoPi | Pusat Studi...

Tim Peneliti UGM ciptakan alat pendeteksi dini bencana longsor bernama SIPENDIL.

Tim Peneliti UGM ciptakan alat pend…

Sleman-KoPi | Tim penelit...

Bagaimana menjaga pola makan yang baik dan benar selama bulan Puasa.

Bagaimana menjaga pola makan yang b…

Inggris-KoPi| Inilah saat...

8 Mahasiswa di Yogyakarta ditangkap gunakan Narkoba.

8 Mahasiswa di Yogyakarta ditangkap…

Sleman-KoPi| Direktorat R...

Korut tunda pertemuan KTT bersama Korea Selatan.

Korut tunda pertemuan KTT bersama K…

Pyongyang-KoPi | Korea ut...

Protes Keras Tanoni :Australia Bebaskan Nelayan Yang Ditangkap.

Protes Keras Tanoni :Australia Beba…

Kupang-KoPi | Pemerintah ...

Prev Next

Hukuman kebiri bagi pelaku pedofil perlu dikaji lebih dalam

Hukuman kebiri bagi pelaku pedofil perlu dikaji lebih dalam

Jogjakarta-KoPi| Ketua Lembaga Perlindungan Anak DIY, Dr. Sari Murti berpendapat  pelaku kajahatan seksual pedofilia harus mendapat hukuman yang setimpal. Namun Sari menyarankan diadakan kajian lebih lanjut terhadap usulan hukuman kebiri bagi pelaku pedofilia.

"Karena penyebabnya itu kan dari otak to mba, orang melakukan itu apa dikendalikan oleh saraf saja atau otak ini yang perlu dikaji, jangan sampai ininya dimatikan otaknya jalan terus, ini nganggo tangan, nganggo opo?," papar Dr. Sari Murti seusai closing ISO di Rekso Dyah Utami pukul 17.00 WIB.

Hal senada disampaikan oleh Kepala Badan Pemberdayaan Perempuan dan Masyarakat, Kristiana Swasti adanya hukuman kebiri perlu melakukan kajian lebih dalam.

Meskipun tidak merumuskan bentuk hukuman pelaku pedofilia dengan jelas. Namun Kristiana mendorong pemerintah memberikan hukuman yang setimpal kepada pelaku pedofilia.

"Tidak ada hukuman yang setimpal. Akan banyak yang melakuan, bentuk seperti apa? Diperhatikan penelusuran lebih mendalam," kata Kristina.

Sementara mengenai persoalan produk hukum, Sari berpendapat agar pemerintah lebih meningkatkan implementasi produk hukum yang sudah ada. Daripada mempersoalkan hukuman kebiri bagi pelaku pedofilia. Seperti Undang-Undang No. 35 Tahun 2014 tentang Perlindungan Anak, implentasinya belum berjalan optimal.

"Intinya bagaimana hukumnya dikawal, kalau hukuman berat tidak ada pengawalan gimana?," jelas Dr. Sari Murti.

Pasalnya dengan semakin tumpang tindihnya produk hukum tanpa ada implementasi di masyarakat, justru akan memjebak masyarakat dalam persoalan hukum semata.

"Soalnya nanti kita terjebak, tambaih meneh, dengan menambah tanpa evaluasi terhadap undang-undangnya," kritik Dr. Sari.
|Winda Efanur FS|

back to top

More in News Categories

Prev Next

Other Categories

Prev Next