Menu
Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku Pembancokan

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku …

Jogja-KoPi| Sat Reskrim P...

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu Evakuasi Korban Bencana di Sulteng

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu …

Sulawesi Tengah-KoPi|&nbs...

Fatma Saifullah Yusuf Kagumi Pasar Tiban karya Anne Avantie

Fatma Saifullah Yusuf Kagumi Pasar …

Surabaya-KoPi| Ketua Umum...

Pacu Generasi Muda Ciptakan Inovasi dalam Tantangan Kemajuan Ekonomi Digital

Pacu Generasi Muda Ciptakan Inovasi…

Jogja-KoPi| Fakultas Ekon...

Awas, Hati-Hati, Kredit Online Mulai Makan Korban

Awas, Hati-Hati, Kredit Online Mula…

Jogja-KoPi| Lembaga Konsu...

Dosen Muda UMY Ukir Prestasi di Thailand

Dosen Muda UMY Ukir Prestasi di Tha…

Bantul-KoPi| Universitas ...

Diskusi Netizen Jogja: Menkominfo Serukan Damai dan Berbudaya di Ranah Maya

Diskusi Netizen Jogja: Menkominfo S…

Jogja-KoPi|  – Selas...

Fisipol UGM Kumpulkan Para Pakar Politik Bahas Perkembangan Politik Nasional

Fisipol UGM Kumpulkan Para Pakar Po…

Jogja-KoPi| Fakultas Ilmu...

Niagahoster Devcussion 2.0 Berikan Solusi​ Online​ untuk UKM

Niagahoster Devcussion 2.0 Berikan …

Jogja-KoPi| Setelah sukse...

Doa bersama Memperingati Hari Kesaktian Pancasila di Masjid Al-Jihad Akmil Magelang

Doa bersama Memperingati Hari Kesak…

KoPi-Lembah Tidar. Minggu...

Prev Next

Pesan 'njaga bumi' Songgo Buwono burger Jawa

Pesan 'njaga bumi' Songgo Buwono burger Jawa

Jogjakarta-KoPi| Ketika semburat senja mulai nampak, sekitaran pukul 15.30 pengunjung mulai memadati kampung Ramadhan Jogokaryan. Tampak pula kesibukan para pedagang menjajakan dagangannya.

Masjid Jogokaryan sejak awal bulan puasa mengadakan kampung Ramadhan. Keramaian kampung ini sangat terasa ketika maghrib menjelang. Ratusan lapak berjejer rapi memanjang dari ujung ke ujung. Lapak-lapak menyediakan jajanan, aneka minuman hingga pakaian muslimah.

Satu lapak yang menarik perhatian koranopini.com, lapak Songgo Buwono. Sebuah lapak milik Pak Joko dan istrinya menyediakan makanan khas Jogja.

Ya, Songgo Buwono sejenis burger ala Jawa. Namun berbeda dengan burger luar negeri, burger ini begitu ‘njawani’ rasanya.
Menurut Sang chefnya, Pak Joko menuturkan Songgo Buwono merupakan makanan khas Jogja sama dengan gudeg. Perbedaannya gudeg berasal dari Jawa asli sementara Songgo Buwono mengadaptasi makanan asal Jerman ini.

Songgo buwono merupakan makanan tradisional Jogja semasa pemerintahan Sultan HB VII. Sewaktu gencar-gencarnya promosi burger, sultan mengcounter dengan menggalakan Songgo Buwono.

“ Tidak seperti jungfood terutama burger, songgo buwono lebih sehat. Kita tahu burger sausnya saja bisa tahan setahun. Songgo Buwono lebih sehat dan bergizi”, tutur Pak Joko.

Pak Joko menambahkan Songgo Buwono memiliki banyak filosofi. “ Selada Songgo Buwono posisinya di bawah simbol dari pepohonan yang menyangga bumi. Di dalam bumi ada rogut mengidentifikasi penduduk bumi. Ada telur menyimbolkan gunung, fla menggambarkan langit dan acarnya sebagai bintang”, papar Pak Joko.

Sebongkah Songgo Buwono menyampaian dua pesan. Pertama, rakyat Jogja memakan makanan yang sehat dan bergizi. Kedua rakyat Jogja mampu menjaga kelestarian alam.

“ Awalnya Songgo Buwono makanan priyayi yang ada kalau nikahan orang kraton. Seiringnya waktu siapa saja bisa menyantap Songgo Buwono”, pungkas Pak Joko.
Satu buah Songgo Buwono dibandrol harga Rp 10.000. Rasa burger jawa yang mengajarkan arti kehidupan di dalamnnya. |Winda Efanur FS|

back to top

More in News Categories

Prev Next

Other Categories

Prev Next