Menu
RUU Permusikan dan Kebrutalan Spirit Kapitalisme

RUU Permusikan dan Kebrutalan Spiri…

Anang Hermansyah, anggota...

Gubernur dan DPRD Jatim Setujui Perda Trantibmumlinmas

Gubernur dan DPRD Jatim Setujui Per…

Surabaya-KoPi| Gubernur J...

Dosen Ekonomi UMY Sebut Ekonomi Indonesia Kian Hari Kian Memprihatinkan

Dosen Ekonomi UMY Sebut Ekonomi Ind…

Bantul-KoPi| Di dalam eko...

Masih Banyak Kekeliruan Informasi Dalam Sikapi Bencana

Masih Banyak Kekeliruan Informasi D…

Bantul-KoPi| Bencana alam...

Kemenpora Serahkan Hibah Gelanggang Olahraga ke UGM

Kemenpora Serahkan Hibah Gelanggang…

Jogja-KoPi| Kementerian P...

FKH UGM Luluskan 172 Dokter Hewan Baru

FKH UGM Luluskan 172 Dokter Hewan B…

Jogja-KoPi| Fakultas Kedo...

Inovasi Gabungan Aspal dan Karet Bekas Untuk Tingkatkan Mutu Jalan Rel Kereta Api di Indonesia

Inovasi Gabungan Aspal dan Karet Be…

Bantul-KoPi| Mengacu dari...

Sepatu untuk Pasien Lumpuh Rancangan Mahasiswa UGM Raih Penghargaan di Seoul

Sepatu untuk Pasien Lumpuh Rancanga…

Jogja-KoPi| Sepatu buatan...

Konsekuensi Pembangunan Infrastruktur

Konsekuensi Pembangunan Infrastrukt…

Oleh: Novri Susan (Sosiol...

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku Pembancokan

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku …

Jogja-KoPi| Sat Reskrim P...

Prev Next

Hasil riset, partisipasi pemilu kota Jogja paling rendah

Hasil riset, partisipasi pemilu kota Jogja paling rendah

Jogjakarta-KoPi | Berdasarkan hasil riset lembaga IRE (Institute and Research Empowerment) bekerja sama dengan KPU Kota Jogja menunjukan partisipasi masyarakat kota terhadap pemilu rendah. Mobilitas dan kesibukan masyarakat kota Jogja menjadi faktor utama rendahnya partisipasi pemilu.

Menurut anggota KPU Kota Jogja, Rani hasil riset ini akan menjadi bahan refleksi untuk pemilihan kepada daerah pada tahun 2017 nanti. “Riset ini untuk melihat situasi, agar bisa menyusun kebijakan tertentu untuk pemilihan nanti,” ungkap Rani saat diskusi hasil riset ‘Partisipasi Masyarakat Jogja dalam Pemilu’ di Pendopo KPU Kota Jogja puul 14.00 WIB.

Riset terbatas yang dilakukan oleh peneliti IRE Dina Mariana menunjukan permasalahan terletak pada tahapan sosialisasi, kampanye, dan penghitungan suara. Hampir di setiap tahapan mempunyai kendala.

Namun Dina menyempitkan pada permasalahan sosialisasi. Sosialisasi yang baik dan proses kandisasi yang transparan mendorong masyarakat partisipasi masyarakat.

“Angka partisipasi tidak hanya diukur dari hasil saja. Namun dari sisi hasi akhir, proses hingga suara partisipasi dari tahapan sebelumnya,” tutur Dina.

Dina menyebutkan pihak KPU Kota juga masih terbatas dalam melakukan sosialisasi. Ditambah sikap masyarakat yang lebih familiar dengan sosiaslisasi tatap muka dibandingkan sosialisasi melalui media masaa.

Namun menurut Dosen Fakultas Hukum Universitas Ahmad Dahlan, Rahmat Muhajir menilai riset Dina memilki kekurangan. Rahmat menambahkan metodologi yang dipakai belum tepat serta pemaparan hasil riset belum menyentuh penggambaran partisipasi masyarakat.

“Di sini tidak dituliskan presentase partisipasi pemilih usia sekian berapa persen dan penelitian ini belum jelas untuk kategori pemilihan kepada daerah, presiden atau partai, tentu kategori pemilihan akan berdampak pada partisipasi masyarakat,” tutur Rahmat. |Winda Efanur FS|

back to top

More in News Categories

Prev Next

Other Categories

Prev Next