Menu
Mahasiswa UGM Inovasikan Produk Senyawa Atasi Limbah Tambang

Mahasiswa UGM Inovasikan Produk Sen…

Sleman-KoPi| Tim mahasisw...

Gunung Merapi Berpeluang Alami Letusan Efusif Yang Aman.

Gunung Merapi Berpeluang Alami Letu…

Jogja-KoPi| Kepala Balai ...

BPPTKG: Merapi Masih Sangat Awal di Proses Magmatisnya.

BPPTKG: Merapi Masih Sangat Awal di…

Jogja-KoPi| Balai Penyeli...

Pakde Karwo : Terima Kasih Atas Empati dan Duka Cita AS kepada Korban dan Dampak Terorisme di Jatim

Pakde Karwo : Terima Kasih Atas Emp…

Jatim-KoPi| Gubernur Jati...

Pemerintah Bangun Industri Digital untuk Kurangi Kesenjangan Ekonomi

Pemerintah Bangun Industri Digital …

Sleman-KoPi| Pemerintah s...

Pakde Karwo: Dual Track Pendidikan Strategi Jatim Songsong Bonus Demografi  2019

Pakde Karwo: Dual Track Pendidikan …

Jatim-KoPi| Berbagai lang...

BPPTKG: Merapi Belum Menunjukkan Adanya Gejala Erupsi Seperti di Tahun 2010 dan 2006.

BPPTKG: Merapi Belum Menunjukkan Ad…

Jogja-KoPi| Balai Pen...

UGM Mewisuda 1354 Lulusan Sarjana dan Diploma

UGM Mewisuda 1354 Lulusan Sarjana d…

Sleman-KoPi| Universitas ...

Peneliti Gula UGM Soroti Penyimpangan Distribusi Gula Rafinasi

Peneliti Gula UGM Soroti Penyimpang…

Sleman-KoPi| Pasar gula d...

Prev Next

Hasil riset, partisipasi pemilu kota Jogja paling rendah

Hasil riset, partisipasi pemilu kota Jogja paling rendah

Jogjakarta-KoPi | Berdasarkan hasil riset lembaga IRE (Institute and Research Empowerment) bekerja sama dengan KPU Kota Jogja menunjukan partisipasi masyarakat kota terhadap pemilu rendah. Mobilitas dan kesibukan masyarakat kota Jogja menjadi faktor utama rendahnya partisipasi pemilu.

Menurut anggota KPU Kota Jogja, Rani hasil riset ini akan menjadi bahan refleksi untuk pemilihan kepada daerah pada tahun 2017 nanti. “Riset ini untuk melihat situasi, agar bisa menyusun kebijakan tertentu untuk pemilihan nanti,” ungkap Rani saat diskusi hasil riset ‘Partisipasi Masyarakat Jogja dalam Pemilu’ di Pendopo KPU Kota Jogja puul 14.00 WIB.

Riset terbatas yang dilakukan oleh peneliti IRE Dina Mariana menunjukan permasalahan terletak pada tahapan sosialisasi, kampanye, dan penghitungan suara. Hampir di setiap tahapan mempunyai kendala.

Namun Dina menyempitkan pada permasalahan sosialisasi. Sosialisasi yang baik dan proses kandisasi yang transparan mendorong masyarakat partisipasi masyarakat.

“Angka partisipasi tidak hanya diukur dari hasil saja. Namun dari sisi hasi akhir, proses hingga suara partisipasi dari tahapan sebelumnya,” tutur Dina.

Dina menyebutkan pihak KPU Kota juga masih terbatas dalam melakukan sosialisasi. Ditambah sikap masyarakat yang lebih familiar dengan sosiaslisasi tatap muka dibandingkan sosialisasi melalui media masaa.

Namun menurut Dosen Fakultas Hukum Universitas Ahmad Dahlan, Rahmat Muhajir menilai riset Dina memilki kekurangan. Rahmat menambahkan metodologi yang dipakai belum tepat serta pemaparan hasil riset belum menyentuh penggambaran partisipasi masyarakat.

“Di sini tidak dituliskan presentase partisipasi pemilih usia sekian berapa persen dan penelitian ini belum jelas untuk kategori pemilihan kepada daerah, presiden atau partai, tentu kategori pemilihan akan berdampak pada partisipasi masyarakat,” tutur Rahmat. |Winda Efanur FS|

back to top

More in News Categories

Prev Next

Other Categories

Prev Next