Menu
Basarnas Fokuskan Pengamanan Wisata Pantai Selatan

Basarnas Fokuskan Pengamanan Wisata…

Jogja-KoPi| Tim Search An...

PBB:Serangan Lanjut ke Hudaida Yaman berdampak ke Bencana Kemanusiaan yang Lebih Besar

PBB:Serangan Lanjut ke Hudaida Yama…

Yaman-KoPi| Persatuan Ban...

Tahun 2018 Kasus Demam Berdarah Cenderung Turun.

Tahun 2018 Kasus Demam Berdarah Cen…

Sleman-KoPi| Memasuki per...

Mahasiswa UGM Inovasikan Limbah Cangkang Udang Menjadi Closet Sanitizer Berbahan 100% non Alkohol.

Mahasiswa UGM Inovasikan Limbah Can…

Sleman-KoPi| Lima Mahasis...

Gubernur DIY: Jalan Alternatif Gunung Merapi tidak di tutup Tapi kalau naik Gunung harap Waspada

Gubernur DIY: Jalan Alternatif Gunu…

Sleman-KoPi| Gubernur Dae...

Operasi Ketupat 2018, Polda DIY Berfokus Pada 4 Potensi Kerawanan saat Lebaran.

Operasi Ketupat 2018, Polda DIY Ber…

Sleman-KoPi| Kepolisian D...

Tamu di Yogyakarta Lebih Gemar Menghabiskan Malam di  Hotel Berbintang Ketimbang di Hotel Melati.

Tamu di Yogyakarta Lebih Gemar Meng…

Bantul-KoPi| Badan Pusat ...

Donald Trump Pastikan Tanggal Gelaran Pertemuan Dengan Kim Jong.

Donald Trump Pastikan Tanggal Gelar…

Washington-KoPi| Presid...

Polda DIY Gagalkan Operasi Peredaran Tembakau Gorila di Yogyakarta.

Polda DIY Gagalkan Operasi Peredara…

Sleman-kopi| Direktorat R...

Keamanan di Bandara Adi Sutjipto Ketat Dengan Terjunnya 29 Ekor Anjing Pelacak dan Body Scanner.

Keamanan di Bandara Adi Sutjipto Ke…

Sleman-KoPi| Komandan sat...

Prev Next

Gratifikasi dokter, KPK siap menindak

Gratifikasi dokter, KPK siap menindak

Jogjakarta-KoPi| Fakultas Kedokteran UGM menyelenggarakan seminar mengenai gratifikasi dalam profesi dokter. Tindakan gratifikasi yang dilakukan seorang dokter sebenarnya telah melanggar etika Kedokteran sekaligus melanggar hukum.

"Seorang dokter yang telah melakukan gratifikasi secara tidak langsung ia telah melanggar etika dalam kedokteran dan melanggar moral," tutur dr. Nurazid Mahardinata.

Gratifikasi dalam profesi dokter sulit dihindari pasalnya setiap hari ada-ada saja yang memberikan hadiah kepada para dokter, terutama berasal dari perusahaan obat. Untuk itu pematangan etika dan moral dalam diri dokter perlu dilakukan sedini mungkin, sehingga mereka tahu bahwa yang diterimanya termasuk gratifikasi atau kah bukan. Untuk menghadapi hal tersebut akan dibentuk pojok gratifikasi di setiap rumah sakit yang ada di Indonesia.

"Kami menghimbau kepada seluruh rumah sakit untuk memiliki pojok gratifikasi yang berguna sebagai konselor dan untuk mengetahui apakah sesuatu yang diterima seorang doker termasuk gratifikasi ataukah tidak," kata dr. Nurazid Mahardinata.

Seorang dokter yang terbukti melakukan gratifikasi akan diproses secara hukum oleh KPK. Hal ini dikarenakan dokter merupakan salah satu profesi yang memberikan layanan kepada publik dan setiap sesuatu layanan kepada publik dapat dikenai pelanggaran suap dan gratifikasi.

Sedangkan, ukuran seorang dokter melakukan gratifikasi atau tidak dinilai oleh hati dokter itu sendiri. Tidak ada ukuran nilai seorang dokter dapat dikatakan melakukan gratifikasi ataukah tidak, semuanya tergantung kesadaran dari masing-masing dokter.

"KPK dalam hal ini hanya menghimbau apa yang boleh diterima seorang dokter, sedangkan yang tidak tergantung pribadi dari seorang dokter,"jelas dr. Nurazid Mahardinata. |Frenda Yentin|Winda Efanur FS|

back to top

More in News Categories

Prev Next

Other Categories

Prev Next