Menu
Pakde Karwo: Antara Operator dan Regulator Transportasi Tidak Bisa Dipisahkan

Pakde Karwo: Antara Operator dan Re…

Surabaya-KoPi| Gubernur J...

Nertalitas TNI dalam Pemilu Capres dan Cawapres

Nertalitas TNI dalam Pemilu Capres …

Lembah Tidar-KoPi| Senin ...

Reuni Adem Akabri '86, Ibu ibu melaksanakan Out Bound

Reuni Adem Akabri '86, Ibu ibu mela…

Lembah Tidar-KoPi| Minggu...

Teknik Mesin SV UGM Dukung Program Kampus Sehat dan Bebas Asap Rokok

Teknik Mesin SV UGM Dukung Program …

Jogja-KoPi| Departemen Te...

Teknologi RFID Bantu Lacak Legalitas Kayu

Teknologi RFID Bantu Lacak Legalita…

Bantul-KoPi| Tim Pengabdi...

Pakar UGM Ajak Masyarakat Memanen Air Hujan

Pakar UGM Ajak Masyarakat Memanen A…

Jogja-KoPi| Pakar Hidrolo...

BKP: Indonesia Fokus Pada Peningkatan Kompetitifitas Produk Agrikultur

BKP: Indonesia Fokus Pada Peningkat…

Bantul-KoPI|Pada tahun 20...

UNIVERSITAS MENYAMBUT R.I KEEMPAT

UNIVERSITAS MENYAMBUT R.I KEEMPAT

Oleh Moh. Mudzakkir(Dosen...

Pakde Karwo : 2/3 Perguruan Tinggi Swasta Sumbangkan Kaum Intelektual di Jatim

Pakde Karwo : 2/3 Perguruan Tinggi …

Surabaya-KoPi| Sebanyak 2...

Pengungsi Korban Gempa di Gumantar Banyak Terserang Ispa

Pengungsi Korban Gempa di Gumantar …

Lombok-KoPi| Sebanyak 30 ...

Prev Next

Gratifikasi dokter, KPK siap menindak

Gratifikasi dokter, KPK siap menindak

Jogjakarta-KoPi| Fakultas Kedokteran UGM menyelenggarakan seminar mengenai gratifikasi dalam profesi dokter. Tindakan gratifikasi yang dilakukan seorang dokter sebenarnya telah melanggar etika Kedokteran sekaligus melanggar hukum.

"Seorang dokter yang telah melakukan gratifikasi secara tidak langsung ia telah melanggar etika dalam kedokteran dan melanggar moral," tutur dr. Nurazid Mahardinata.

Gratifikasi dalam profesi dokter sulit dihindari pasalnya setiap hari ada-ada saja yang memberikan hadiah kepada para dokter, terutama berasal dari perusahaan obat. Untuk itu pematangan etika dan moral dalam diri dokter perlu dilakukan sedini mungkin, sehingga mereka tahu bahwa yang diterimanya termasuk gratifikasi atau kah bukan. Untuk menghadapi hal tersebut akan dibentuk pojok gratifikasi di setiap rumah sakit yang ada di Indonesia.

"Kami menghimbau kepada seluruh rumah sakit untuk memiliki pojok gratifikasi yang berguna sebagai konselor dan untuk mengetahui apakah sesuatu yang diterima seorang doker termasuk gratifikasi ataukah tidak," kata dr. Nurazid Mahardinata.

Seorang dokter yang terbukti melakukan gratifikasi akan diproses secara hukum oleh KPK. Hal ini dikarenakan dokter merupakan salah satu profesi yang memberikan layanan kepada publik dan setiap sesuatu layanan kepada publik dapat dikenai pelanggaran suap dan gratifikasi.

Sedangkan, ukuran seorang dokter melakukan gratifikasi atau tidak dinilai oleh hati dokter itu sendiri. Tidak ada ukuran nilai seorang dokter dapat dikatakan melakukan gratifikasi ataukah tidak, semuanya tergantung kesadaran dari masing-masing dokter.

"KPK dalam hal ini hanya menghimbau apa yang boleh diterima seorang dokter, sedangkan yang tidak tergantung pribadi dari seorang dokter,"jelas dr. Nurazid Mahardinata. |Frenda Yentin|Winda Efanur FS|

back to top

More in News Categories

Prev Next

Other Categories

Prev Next