Menu
Pejabat AS-Korea Utara Adakan Pembicaraan Soal Pengadaan Pertemuan Kembali Kedua Pemimpin.

Pejabat AS-Korea Utara Adakan Pembi…

Seoul-KoPi| Departemen lu...

Mahasiswa UGM Inovasikan Produk Senyawa Atasi Limbah Tambang

Mahasiswa UGM Inovasikan Produk Sen…

Sleman-KoPi| Tim mahasisw...

Gunung Merapi Berpeluang Alami Letusan Efusif Yang Aman.

Gunung Merapi Berpeluang Alami Letu…

Jogja-KoPi| Kepala Balai ...

BPPTKG: Merapi Masih Sangat Awal di Proses Magmatisnya.

BPPTKG: Merapi Masih Sangat Awal di…

Jogja-KoPi| Balai Penyeli...

Pakde Karwo : Terima Kasih Atas Empati dan Duka Cita AS kepada Korban dan Dampak Terorisme di Jatim

Pakde Karwo : Terima Kasih Atas Emp…

Jatim-KoPi| Gubernur Jati...

Pemerintah Bangun Industri Digital untuk Kurangi Kesenjangan Ekonomi

Pemerintah Bangun Industri Digital …

Sleman-KoPi| Pemerintah s...

Pakde Karwo: Dual Track Pendidikan Strategi Jatim Songsong Bonus Demografi  2019

Pakde Karwo: Dual Track Pendidikan …

Jatim-KoPi| Berbagai lang...

BPPTKG: Merapi Belum Menunjukkan Adanya Gejala Erupsi Seperti di Tahun 2010 dan 2006.

BPPTKG: Merapi Belum Menunjukkan Ad…

Jogja-KoPi| Balai Pen...

UGM Mewisuda 1354 Lulusan Sarjana dan Diploma

UGM Mewisuda 1354 Lulusan Sarjana d…

Sleman-KoPi| Universitas ...

Prev Next

Gempa Wonosari, berpotensi gempa susulan

Gempa Wonosari, berpotensi gempa susulan

Jogjakarta-KoPi| Siang tadi pukul 13. 05 menit terjadi gempa di Wonosari selama beberapa detik. Gempa berkekuatan 3,4 skala richter terletak di titik koordinat 7.95 LS dan 110.50 BT sekitar 11 kilometer barat Kota Wonosari pada kedalaman 15 km.

Menururt Kepala Sie. Data dan Informasi Teguh Prasetyo mengatakan gempa diakibatkan oleh aktivitas sesar OPAK di wilayah Wonosari. “Gempa skala 3 richter hanya paling menggetarkan kaca”, paparnya.

Teguh menambahkan Jogja berada di wilayah yang rawan gempa adanya tiga lempeng tektonik, lempeng Pasifik, Eurasia dan Indo Australia. Sebagai antisipasi tim BMKG memasang alat pendeteksi gempa radon dan percusor.

“Perecusor dan radon, bila ada gempa akan terlihat dengan turunnya permukaan 100 m air tanah, juga ada perubahan suhu di dalam tanah. Alat ini di pasang di daerah Piyungan, Sleman dan Pundong, Bantul”, papar Teguh.
Pemanfaatan alat ini akan terdeteksi terjadinya gempa setelah lima menit. Sementara alat untuk mendeteksi pra gempa tim BMKG belum memiliki.

Teguh mengakui adanya gempa kecil berpotensi terjadi gempa lainnya, skalanya pun bervariasi dari kecil hingga besar. Gempa susulan yang terjadi bentuk dari penyeimbang lempeng yang mencari titik kestabilan.

“Kalau sering terjadi gempa kecil, kemungkinan gempa besarnya jauh, justru yang mengkhawatirkan lama gak ada gempa tiba-tiba terjadi gempa besar. Gempa ibarat bumi mengeluarkan energinya”, papar Teguh.

Sementara untuk antisipasi wilayah laut Tim BMKG memasang sirine di laut Parangtritis. Sirine akan berbunyi sekitar 20 menit sebelum terjadi Tsunami. Potensi terjadinya tsunami bila terjadi gempa di atas 7 skala richter di laut.
Namun Teguh menyayangkan sirine baru terdapat di pantai Paragtritis saja, sedangkan pantai lainnya belum mempunyai alat peringatan. |Winda Efanur FS|

back to top

More in News Categories

Prev Next

Other Categories

Prev Next