Menu
BPPTKG: Merapi Belum Menunjukkan Adanya Gejala Erupsi Seperti di Tahun 2010 dan 2006.

BPPTKG: Merapi Belum Menunjukkan Ad…

Jogja-KoPi| Balai Penyeli...

UGM Mewisuda 1354 Lulusan Sarjana dan Diploma

UGM Mewisuda 1354 Lulusan Sarjana d…

Sleman-KoPi| Universitas ...

Peneliti Gula UGM Soroti Penyimpangan Distribusi Gula Rafinasi

Peneliti Gula UGM Soroti Penyimpang…

Sleman-KoPi| Pasar gula d...

Gerakan Filantropi Islam Sebagai Deradikalisasi

Gerakan Filantropi Islam Sebagai De…

Sleman-KoPi| Dewasa ini, ...

Pakde Karwo: Kunci Perjuangan adalah Persatuan dan Kesatuan

Pakde Karwo: Kunci Perjuangan adala…

Jatim-KoPi| Salah satu ku...

Jaminan Kemerdekaan Kekuasaan Kehakiman Masih Berpusat Pada Institusi Bukan Hakim Secara Personal

Jaminan Kemerdekaan Kekuasaan Kehak…

Sleman-KoPi|Kemerdekaan k...

Merapi Naik ke Status Waspada, Gempa Tremor dan Vulkanik Sempat Muncul Saat Letusan Freaktif.

Merapi Naik ke Status Waspada, Gemp…

Jogja-KoPi|Setelah Gunung...

Merapi Kembali Meletus Dua Kali Dalam Sehari, BPPTKG: Ini Memang Karakter Merapi.

Merapi Kembali Meletus Dua Kali Dal…

Jogja-KoPi| Gunung Merapi...

Bulog DIY: Bulan Puasa dan Lebaran Persediaan Beras, Gula, dan Minyak Goreng di Yogyakarta Aman.

Bulog DIY: Bulan Puasa dan Lebaran …

Jogja-KoPi| Perum Bulog d...

Prev Next

Festival sholawat 2015 populerkan lagu nasyid

Festival sholawat 2015 populerkan lagu nasyid

Jogjakarta-KoPi |Dalam meramaikan bulan suci Ramadhan komunitas Angkatan Langgar Kyai Ahmad Dahlan menggelar festival sholawat se-DIY. Acara ini terbagi dalam dua bentuk, pertama lomba nasyid pada hari Selasa 14 Juli 2015 dan acara bakti sosial pada hari Kamis 16 Juli 2015. Untuk lomba nasyid digelar di pelataran Masjid Gedhe kauman berlangsung dari pukul 09.00-15.00.

Menurut penanggung jawab acara Alfan setiawan festifal sholawat 2015 upaya untuk mengkampanyekan dan mempolpulerkan lagu nasyid. Selama ini Alfan memandang lagu nasyid kalah peminat dibandingkan dengan lagu pop lainnya.

Konsep lagu nasyid yang diperlombakan bertema bebas asalkan bernuansa lagu Islam. Alat musiknya pun tidak terpatok pada musik klasik acapella namun bebas bisa menggunakan alat musik modern lainnya.

“ Persyaratannya setiap grup terdiri dari tiga orang, mereka bebas membwa lagu jenis apa yang penting islami”, papar Alfan.

Peserta festival campuran terdiri dari 15 grup berasal dari sekolah, takmir masjid dan universitas. Peserta termuda dari siswa SMP dan tertua dari universitas.

Ke-15 grup ini akan memperebutkan juara 1,2,dan 3 serta juara harapan 1,2,dan 3. Untuk juara pertama akan mendapatkan piala gubernur an uang pembinaan sebesar Rp 3 juta. Juara dua mendapat piala wakil gubernur dan uang pembinaan Rp 2,5 juta serta juara 3 mendapat piala dari kepada Dinas Kebudayaan DIY dan uang sebesar Rp 2 juta. |Winda Efanur FS|

back to top

More in News Categories

Prev Next

Other Categories

Prev Next