Menu
Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku Pembancokan

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku …

Jogja-KoPi| Sat Reskrim P...

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu Evakuasi Korban Bencana di Sulteng

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu …

Sulawesi Tengah-KoPi|&nbs...

Fatma Saifullah Yusuf Kagumi Pasar Tiban karya Anne Avantie

Fatma Saifullah Yusuf Kagumi Pasar …

Surabaya-KoPi| Ketua Umum...

Pacu Generasi Muda Ciptakan Inovasi dalam Tantangan Kemajuan Ekonomi Digital

Pacu Generasi Muda Ciptakan Inovasi…

Jogja-KoPi| Fakultas Ekon...

Awas, Hati-Hati, Kredit Online Mulai Makan Korban

Awas, Hati-Hati, Kredit Online Mula…

Jogja-KoPi| Lembaga Konsu...

Dosen Muda UMY Ukir Prestasi di Thailand

Dosen Muda UMY Ukir Prestasi di Tha…

Bantul-KoPi| Universitas ...

Diskusi Netizen Jogja: Menkominfo Serukan Damai dan Berbudaya di Ranah Maya

Diskusi Netizen Jogja: Menkominfo S…

Jogja-KoPi|  – Selas...

Fisipol UGM Kumpulkan Para Pakar Politik Bahas Perkembangan Politik Nasional

Fisipol UGM Kumpulkan Para Pakar Po…

Jogja-KoPi| Fakultas Ilmu...

Niagahoster Devcussion 2.0 Berikan Solusi​ Online​ untuk UKM

Niagahoster Devcussion 2.0 Berikan …

Jogja-KoPi| Setelah sukse...

Doa bersama Memperingati Hari Kesaktian Pancasila di Masjid Al-Jihad Akmil Magelang

Doa bersama Memperingati Hari Kesak…

KoPi-Lembah Tidar. Minggu...

Prev Next

Fadli Zon jadi Presiden GOPAC, belum ada manfaat bagi pemberantasan korupsi Indonesia

Fadli Zon jadi Presiden GOPAC, belum ada manfaat bagi pemberantasan korupsi Indonesia

Jogjakarta-KoPi| Konferensi internasional GOPAC ( Global Oragnizations For Parliament Against Corruption) pada Kamis, 8 Oktober lalu di Jogajakarta. Telah menetapkan Wakil Ketua DPR RI, Fadli Zon sebagai Presiden GOPAC periode 2015-2017. GOPAC merupakan organisasi parlemen dunia yang memiliki konsern memberantas korupsi di dunia. Organisasi GOPAC memiliki 109 negara.

Dengan terpilihnya Fadli Zon menjadi paradok bagi pemberantasan korupsi di dalam negeri. Pasalnya dalam waktu bersamaan DPR RI justru tengah mengusulkan revisi UU KPK yang menjadi pertentangan masyarakat.

Dalam hal ini, Peneliti Pusat Kajian Anti Korupsi ( PUKAT), Hifdzil Alim mengkritik terpilihnya Fadli Zon sebagai presiden GOPAC merupakan leputusan yang kurang tepat.

“Pilihan yang kurang tepat. Fadli menurut saya kurang memiliki curiculum vitae dalam hal pencegahan maupun pemberantasan korupsi,” kata Hidzil Alim.

Bagi Hifdzil Alim jabatan GOPAC Fadli Zon belum bisa memberikan manfaat terhadap pemberatasan korupsi di Indonesia, dengan adanya usulan revisi UU KPK.

Hal senada juga diungkapkan oleh mahasiswa Fakultas Hukum UGM, Fiaruska Raynaldo, Fadli Zon harus memilki komitmen membenahi korupsi di dalam negeri terlebih dahulu.

“Benarin yang dalam dulu, baru benahin yang ada di luar.banyak kasus darurat korupsi , pembunuhan Salim Kancil, ini tanda negara gak baik-baik saja,” jelas Fiaruska disela unjuk rasa penolakan revisi UU KPK di Bunderan UGM pukul 16.00 Wib.
|Winda Efanur FS|

back to top

More in News Categories

Prev Next

Other Categories

Prev Next