Menu
Basarnas Fokuskan Pengamanan Wisata Pantai Selatan

Basarnas Fokuskan Pengamanan Wisata…

Jogja-KoPi| Tim Search An...

PBB:Serangan Lanjut ke Hudaida Yaman berdampak ke Bencana Kemanusiaan yang Lebih Besar

PBB:Serangan Lanjut ke Hudaida Yama…

Yaman-KoPi| Persatuan Ban...

Tahun 2018 Kasus Demam Berdarah Cenderung Turun.

Tahun 2018 Kasus Demam Berdarah Cen…

Sleman-KoPi| Memasuki per...

Mahasiswa UGM Inovasikan Limbah Cangkang Udang Menjadi Closet Sanitizer Berbahan 100% non Alkohol.

Mahasiswa UGM Inovasikan Limbah Can…

Sleman-KoPi| Lima Mahasis...

Gubernur DIY: Jalan Alternatif Gunung Merapi tidak di tutup Tapi kalau naik Gunung harap Waspada

Gubernur DIY: Jalan Alternatif Gunu…

Sleman-KoPi| Gubernur Dae...

Operasi Ketupat 2018, Polda DIY Berfokus Pada 4 Potensi Kerawanan saat Lebaran.

Operasi Ketupat 2018, Polda DIY Ber…

Sleman-KoPi| Kepolisian D...

Tamu di Yogyakarta Lebih Gemar Menghabiskan Malam di  Hotel Berbintang Ketimbang di Hotel Melati.

Tamu di Yogyakarta Lebih Gemar Meng…

Bantul-KoPi| Badan Pusat ...

Donald Trump Pastikan Tanggal Gelaran Pertemuan Dengan Kim Jong.

Donald Trump Pastikan Tanggal Gelar…

Washington-KoPi| Presid...

Polda DIY Gagalkan Operasi Peredaran Tembakau Gorila di Yogyakarta.

Polda DIY Gagalkan Operasi Peredara…

Sleman-kopi| Direktorat R...

Keamanan di Bandara Adi Sutjipto Ketat Dengan Terjunnya 29 Ekor Anjing Pelacak dan Body Scanner.

Keamanan di Bandara Adi Sutjipto Ke…

Sleman-KoPi| Komandan sat...

Prev Next

Fadli Zon jadi Presiden GOPAC, belum ada manfaat bagi pemberantasan korupsi Indonesia

Fadli Zon jadi Presiden GOPAC, belum ada manfaat bagi pemberantasan korupsi Indonesia

Jogjakarta-KoPi| Konferensi internasional GOPAC ( Global Oragnizations For Parliament Against Corruption) pada Kamis, 8 Oktober lalu di Jogajakarta. Telah menetapkan Wakil Ketua DPR RI, Fadli Zon sebagai Presiden GOPAC periode 2015-2017. GOPAC merupakan organisasi parlemen dunia yang memiliki konsern memberantas korupsi di dunia. Organisasi GOPAC memiliki 109 negara.

Dengan terpilihnya Fadli Zon menjadi paradok bagi pemberantasan korupsi di dalam negeri. Pasalnya dalam waktu bersamaan DPR RI justru tengah mengusulkan revisi UU KPK yang menjadi pertentangan masyarakat.

Dalam hal ini, Peneliti Pusat Kajian Anti Korupsi ( PUKAT), Hifdzil Alim mengkritik terpilihnya Fadli Zon sebagai presiden GOPAC merupakan leputusan yang kurang tepat.

“Pilihan yang kurang tepat. Fadli menurut saya kurang memiliki curiculum vitae dalam hal pencegahan maupun pemberantasan korupsi,” kata Hidzil Alim.

Bagi Hifdzil Alim jabatan GOPAC Fadli Zon belum bisa memberikan manfaat terhadap pemberatasan korupsi di Indonesia, dengan adanya usulan revisi UU KPK.

Hal senada juga diungkapkan oleh mahasiswa Fakultas Hukum UGM, Fiaruska Raynaldo, Fadli Zon harus memilki komitmen membenahi korupsi di dalam negeri terlebih dahulu.

“Benarin yang dalam dulu, baru benahin yang ada di luar.banyak kasus darurat korupsi , pembunuhan Salim Kancil, ini tanda negara gak baik-baik saja,” jelas Fiaruska disela unjuk rasa penolakan revisi UU KPK di Bunderan UGM pukul 16.00 Wib.
|Winda Efanur FS|

back to top

More in News Categories

Prev Next

Other Categories

Prev Next