Menu
Pejabat AS-Korea Utara Adakan Pembicaraan Soal Pengadaan Pertemuan Kembali Kedua Pemimpin.

Pejabat AS-Korea Utara Adakan Pembi…

Seoul-KoPi| Departemen lu...

Mahasiswa UGM Inovasikan Produk Senyawa Atasi Limbah Tambang

Mahasiswa UGM Inovasikan Produk Sen…

Sleman-KoPi| Tim mahasisw...

Gunung Merapi Berpeluang Alami Letusan Efusif Yang Aman.

Gunung Merapi Berpeluang Alami Letu…

Jogja-KoPi| Kepala Balai ...

BPPTKG: Merapi Masih Sangat Awal di Proses Magmatisnya.

BPPTKG: Merapi Masih Sangat Awal di…

Jogja-KoPi| Balai Penyeli...

Pakde Karwo : Terima Kasih Atas Empati dan Duka Cita AS kepada Korban dan Dampak Terorisme di Jatim

Pakde Karwo : Terima Kasih Atas Emp…

Jatim-KoPi| Gubernur Jati...

Pemerintah Bangun Industri Digital untuk Kurangi Kesenjangan Ekonomi

Pemerintah Bangun Industri Digital …

Sleman-KoPi| Pemerintah s...

Pakde Karwo: Dual Track Pendidikan Strategi Jatim Songsong Bonus Demografi  2019

Pakde Karwo: Dual Track Pendidikan …

Jatim-KoPi| Berbagai lang...

BPPTKG: Merapi Belum Menunjukkan Adanya Gejala Erupsi Seperti di Tahun 2010 dan 2006.

BPPTKG: Merapi Belum Menunjukkan Ad…

Jogja-KoPi| Balai Pen...

UGM Mewisuda 1354 Lulusan Sarjana dan Diploma

UGM Mewisuda 1354 Lulusan Sarjana d…

Sleman-KoPi| Universitas ...

Prev Next

Erosi budaya, anak muda semakin asing lupa jemparingan

Erosi budaya, anak muda semakin asing lupa jemparingan

Jogjakarta-KoPi|Salah satu rangkaian acara dari pameran DKV ISI Jogja mengadakan workshop Jemparingan Jawa di Benteng Vredeburg pukul 16.30 WIB.

Menurut pegiat Paseduluran Jemparingan Langen Astro, Hafiz Priotomo mengatakan jemparingan bagian kearifan lokal yang adi luhung. Tidak hanya menitikberatkan pada memanah saja namun kompleks melingkupi aspek budaya di baliknya.

“Jemparingan saat ini yang jadi bahasan tentang masalahnya, sejarah dan referensinya”, paparnya.

Jemparingan atau akrab dikenal dengan kegiatan pemanahan tradisi budaya semasa kerajaan Mataram. Semasa Mataram jemparingan menjadi hobi para keluarga kraton dan abdi dalem. Namun seiringnya perkembangan zaman telah bergeser yang bisa dinikmati oleh masyarakat secara umum.

Hafiz Priotomo mengkritik dewasa ini budaya semakin tergerus oleh perkembangan zaman. Kondisi ini tidak serta merta menyalahkan anak muda yang buta budaya, kesalahan juga mengenai pada peran orang tua yang lalai meneruskan budaya yang ada.

“Budaya bisa menjadi dari tuntunan, tatanan dan tuntunan. Tetapi anak muda saat ini hanya mengambil tontonannya saja. Ini kita tidka bisa menyalahkan begitu saja. Adanya Erosi budaya disebabkan oleh bayak faktor dari globalisasi, teknologi, sosial-ekonomi, dan pragmatis”, paparnya.

Paseduluran Jemparingan Langen Astro, Hafiz Priotomo biasa mengadakan gladhen (latihan) pada Rabu legi dan Selasa wage di Pakualaman. |Winda Efanur FS|

back to top

More in News Categories

Prev Next

Other Categories

Prev Next