Menu
Pejabat AS-Korea Utara Adakan Pembicaraan Soal Pengadaan Pertemuan Kembali Kedua Pemimpin.

Pejabat AS-Korea Utara Adakan Pembi…

Seoul-KoPi| Departemen lu...

Mahasiswa UGM Inovasikan Produk Senyawa Atasi Limbah Tambang

Mahasiswa UGM Inovasikan Produk Sen…

Sleman-KoPi| Tim mahasisw...

Gunung Merapi Berpeluang Alami Letusan Efusif Yang Aman.

Gunung Merapi Berpeluang Alami Letu…

Jogja-KoPi| Kepala Balai ...

BPPTKG: Merapi Masih Sangat Awal di Proses Magmatisnya.

BPPTKG: Merapi Masih Sangat Awal di…

Jogja-KoPi| Balai Penyeli...

Pakde Karwo : Terima Kasih Atas Empati dan Duka Cita AS kepada Korban dan Dampak Terorisme di Jatim

Pakde Karwo : Terima Kasih Atas Emp…

Jatim-KoPi| Gubernur Jati...

Pemerintah Bangun Industri Digital untuk Kurangi Kesenjangan Ekonomi

Pemerintah Bangun Industri Digital …

Sleman-KoPi| Pemerintah s...

Pakde Karwo: Dual Track Pendidikan Strategi Jatim Songsong Bonus Demografi  2019

Pakde Karwo: Dual Track Pendidikan …

Jatim-KoPi| Berbagai lang...

BPPTKG: Merapi Belum Menunjukkan Adanya Gejala Erupsi Seperti di Tahun 2010 dan 2006.

BPPTKG: Merapi Belum Menunjukkan Ad…

Jogja-KoPi| Balai Pen...

UGM Mewisuda 1354 Lulusan Sarjana dan Diploma

UGM Mewisuda 1354 Lulusan Sarjana d…

Sleman-KoPi| Universitas ...

Prev Next

Eksponen 212 membuat Koperasi Syariah terbesar di Indonesia

Eksponen 212  membuat Koperasi Syariah terbesar di Indonesia

Jogja-KoPi| KH. Bachtiar Natsir Ketua Gerakan Nasional Pengawal Fatwa Majelis Ulama Indonesia (GNPF) MUI menegaskan Koperasi Syariah 212 yang berdiri sekitar 1 bulan ini tidak memiliki hubungan dengan GNPF MUI.

"Koperasi Syariah  212, tidak ada hubungan dengan GNPF MUI. Kami tidak terlibat dengan kepengurusan,khalayak jangan ragu untuk bergabung untuk membangkitkan ekonomi rakyat," ujarnya saat konferensi pers di Gedung Sekretariat Masjid Agung Kauman, Sabtu (18/2).

KH Bachtiar Nasir juga mengajak umat Islam  untuk bergabung dengan koperasi untuk membangkitkan kembali UU tentang perkoperasian. Menurutnya Indonesia sendiri berada pada ketimpangan ekonomi yang cukup berbahaya. "50% aset negara, hanya 1% warga pribumi yang memiliki aset, sisanya korporasi asing," paparnya.

Menurutnya  mayoritas pemilik modal saat ini dan menguasai pasar adalah korporasi berbasis kapitalis. "Kami mengajak kembali masyarakat ke koperasi bukan koorporasi,ini akan baik secara keseluruhan," himbaunya.

Sementara itu menurut Farid Poniman dari  Media Centre koperasi ini didirikan oleh eksponen 212. "Meskipun tidak ada kaitan dengan GNPF MUI pada aksi 212, namun koperasi ini tidak memungkiri adanya hubungan secara historis dan emosional dengan 212," katanya.

Koperasi 212 sendiri saat ini sudah memiliki 15 ribu anggota sejak berdiri di bulan Januari 2017. "Belum ada sebulan,pendaftaran saat ini sudah sampai 15 ribu,yang terbanyak berada di Yogyakarta, kami rasa Yogyakarta cukup aktif dalam merekrut,lewat sosialisasi salat subuh berjamaah perekrutan dibuka contohnya," jelas Anggito Abaimanyu, pendiri Koperasi Syariah 212.

Koperasi Syariah 212 sendiri memiliki target sebagai koperasi terbesar di Indonesia. dengan capaian anggota 1 juta  hingga 7 juta orang.

"Koperasi ini primernya seperti UU pada koperasi Syariah pada umumnya, keinginannya adalah menjadi salah satu koperasi terbesar," imbuhnya.

Abimanyu berharap dengan berdirinya koperasi Syariah 212 dapat mencegah ketimpangan ekonomi saat ini.
Sementara untuk umat Islam yang ingin mendaftar  akan dikenakan anggaran Rp 212.000 untuk iuran pokok dan Rp 120.000 per tahun untuk iuran wajib, serta iuran sukarela dengan jumlah yang tidak ada batasannya.

"Untuk saat ini kita fokus pada administrasi anggota ,iuran itu akan menjadi modal awal, nantinya akan berdasarkan iuran wajib pokok, sehingga tidak ada yang mendominasi."

KH Bachtiar Nasir berharap nantinya pengurus dari Koperasi Syariah 212 tidak melalaikan tanggung jawab serta dapat mengangkat perekonomian masyarakat Indonesia.

"Jadikan momentum ini untuk membangkitkan Koperasi yang merupakan asal negara kita, kita disini akan mengangkat ekonomi nasional," pungkasnya. |Syidiq Syaiful Ardli|

back to top

More in News Categories

Prev Next

Other Categories

Prev Next