Menu
Basarnas Fokuskan Pengamanan Wisata Pantai Selatan

Basarnas Fokuskan Pengamanan Wisata…

Jogja-KoPi| Tim Search An...

PBB:Serangan Lanjut ke Hudaida Yaman berdampak ke Bencana Kemanusiaan yang Lebih Besar

PBB:Serangan Lanjut ke Hudaida Yama…

Yaman-KoPi| Persatuan Ban...

Tahun 2018 Kasus Demam Berdarah Cenderung Turun.

Tahun 2018 Kasus Demam Berdarah Cen…

Sleman-KoPi| Memasuki per...

Mahasiswa UGM Inovasikan Limbah Cangkang Udang Menjadi Closet Sanitizer Berbahan 100% non Alkohol.

Mahasiswa UGM Inovasikan Limbah Can…

Sleman-KoPi| Lima Mahasis...

Gubernur DIY: Jalan Alternatif Gunung Merapi tidak di tutup Tapi kalau naik Gunung harap Waspada

Gubernur DIY: Jalan Alternatif Gunu…

Sleman-KoPi| Gubernur Dae...

Operasi Ketupat 2018, Polda DIY Berfokus Pada 4 Potensi Kerawanan saat Lebaran.

Operasi Ketupat 2018, Polda DIY Ber…

Sleman-KoPi| Kepolisian D...

Tamu di Yogyakarta Lebih Gemar Menghabiskan Malam di  Hotel Berbintang Ketimbang di Hotel Melati.

Tamu di Yogyakarta Lebih Gemar Meng…

Bantul-KoPi| Badan Pusat ...

Donald Trump Pastikan Tanggal Gelaran Pertemuan Dengan Kim Jong.

Donald Trump Pastikan Tanggal Gelar…

Washington-KoPi| Presid...

Polda DIY Gagalkan Operasi Peredaran Tembakau Gorila di Yogyakarta.

Polda DIY Gagalkan Operasi Peredara…

Sleman-kopi| Direktorat R...

Keamanan di Bandara Adi Sutjipto Ketat Dengan Terjunnya 29 Ekor Anjing Pelacak dan Body Scanner.

Keamanan di Bandara Adi Sutjipto Ke…

Sleman-KoPi| Komandan sat...

Prev Next

Dr Zakir Naik: Muslim yang menyebut Al-quran mitos, mereka bodoh dan munafik

Dr Zakir Naik: Muslim yang menyebut Al-quran mitos, mereka bodoh dan munafik

Bantul-KoPi | Muslim yang mengatakan Al-Quran hanya mitos berarti mereka bukan muslim, mereka munafik. “Tidak boleh seorang muslim mengatakan bahwa Al-quran itu mitologi, jika ada maka mereka bukan muslim atau munafik,” tegas Dr Zakir Naik saat jumpa pers kuliah umum Religion as an Agent of Mercy and Peace di Sportarium Universitas Muhammadiyah Yogyakarta, Senin(3/4).

Alquran sebagai mitologi sendiri merupakan paham yang disuarakan oleh Islam Liberal Indonesia, khususnya Ulil Abshar Abdalla. Dari akun Twitter Ulil Abshar Abdalla tanggal 8 Februari 2016, Ulil Abshar Abdalla membela gerakan LGBT (Lesbian, Gay, Biseks, dan Trans Gender) dan mengatakan bahwa Alquran adalah mitos. Menanggapi hal tersebut Dr Zakir menegaskan bahwa mereka tidak tunduk kepada Allah dan Al-Quran.

“Sebuah mitologi adalah suatu cerita yang tidak nyata, tidak masuk akal, tidak bisa dibuktikan secara ilmiah. Al-quran bukanlah seperti itu, Al-quran memiliki bukti yang autentik, nyata serta berisikan segala hal yang harus dilakukan oleh umat muslim”, tambahnya.

Selain itu, Dr Zakir Naik juga menjelaskan di dalam Al-Quran terdapat banyak ilmu yang bisa diambil. seperti ilmu pengetahuan alam, sosial, politik, astronomi, dan sejarah. Sedangkan, muslim yang menyebutkan Al-quran sebagai benda miotologis menunjukan bahwa ilmu pengetahuannya rendah.

“Mereka yang menyebutkan bahwa Al-quran itu mitologi, justru menunujukan bahwa mereka memiliki ilmu pengetahuan yang rendah, ada banyak ilmu pengetahuan yang bisa digali pada Al-Quran. Di dalamnya juga banyak bukti ilmiah yang bisa diambil. Tanpa memiliki ilmu pengetahuan yang cukup, mereka cenderung tidak mengetahui arti kebenaran sesungguhnya,”ujarnya.

Dr Zakir juga menambahkan pemimpin yang tidak berani mendalami dan menerapkan Al-quran jutstru dapat mengancam masyarakatnya dan mengganggu kedamaian yang sedang dibangun oleh Islam.

“Permasalahan Pemimpin muslim saat ini banyak yang tidak berani menerapkan aturan di dalam Al-Quran yang secara jelas melarang meminum alkohol, hal ini justru membahayakan rakyatnya, padahal jika melihat secara nyata Alkohol itu merusak dan merupakan penyakit, mereka (pemimpin) terlalu takut untuk menerapkan aturan Al-Quran,” ujarnya mencontohkan.

Hal tersebut juga dikarenakan banyak reduksi yang dilakukan terhadap penafsiran Al-quran. Untuk itu Dr Zakir juga menambahkan bagaimana seharusnya muslim dan pemimpin Islam melakukan penafsiran yang benar dan tepat terhadap Al-Quran.

Menurutnya orang-orang yang pantas menafsirkan Al-quran adalah mereka yang menguasai dua bahasa yaitu bahasa Arab yang murni dan bahasa yang akan mereka gunakan untuk menafsirkan. Lanjutnya, orang tersebut harus mempunyai ilmu agama Islam yang bagus, serta mengetahui hadits dan semua sunnah rasul. Terkahir mereka harus tahu betul mana yang benar dan mana yang salah.

“Akan semakin sempruna jika orang tersebut mengetahui latar belakang Al-quran atau surat itu diturunkan, dimana diturunkan dan kondisi yang terjadi saat itu, pungkasnya.|Syidiq Syaiful Ardli

back to top

More in News Categories

Prev Next

Other Categories

Prev Next