Menu
Mendesa RI bersama Rektor UGM melepas 5.992 Peserta KKN PPM 2018 ke 34 Provinsi.

Mendesa RI bersama Rektor UGM melep…

 Sleman-KoPi| Rektor UG...

Basarnas Fokuskan Pengamanan Wisata Pantai Selatan

Basarnas Fokuskan Pengamanan Wisata…

Jogja-KoPi| Tim Search An...

PBB:Serangan Lanjut ke Hudaida Yaman berdampak ke Bencana Kemanusiaan yang Lebih Besar

PBB:Serangan Lanjut ke Hudaida Yama…

Yaman-KoPi| Persatuan Ban...

Tahun 2018 Kasus Demam Berdarah Cenderung Turun.

Tahun 2018 Kasus Demam Berdarah Cen…

Sleman-KoPi| Memasuki per...

Mahasiswa UGM Inovasikan Limbah Cangkang Udang Menjadi Closet Sanitizer Berbahan 100% non Alkohol.

Mahasiswa UGM Inovasikan Limbah Can…

Sleman-KoPi| Lima Mahasis...

Gubernur DIY: Jalan Alternatif Gunung Merapi tidak di tutup Tapi kalau naik Gunung harap Waspada

Gubernur DIY: Jalan Alternatif Gunu…

Sleman-KoPi| Gubernur Dae...

Operasi Ketupat 2018, Polda DIY Berfokus Pada 4 Potensi Kerawanan saat Lebaran.

Operasi Ketupat 2018, Polda DIY Ber…

Sleman-KoPi| Kepolisian D...

Tamu di Yogyakarta Lebih Gemar Menghabiskan Malam di  Hotel Berbintang Ketimbang di Hotel Melati.

Tamu di Yogyakarta Lebih Gemar Meng…

Bantul-KoPi| Badan Pusat ...

Donald Trump Pastikan Tanggal Gelaran Pertemuan Dengan Kim Jong.

Donald Trump Pastikan Tanggal Gelar…

Washington-KoPi| Presid...

Prev Next

DPR masih tarik-ulur RUU Disabilitas

DPR masih tarik-ulur RUU Disabilitas

Sleman-KoPi| Komisi VIII DPR tengah menggarap RUU Disabilitas. Pada Kamis (25/6), DPR mengadakan rapat dengar pendapat umum yang mengundang berbagai elemen masyarakat.Salah satu perwakilan SIGAB, Joni Yulianto mengatakan rapat DPR dua hari yang lalu mengumpulkan masukan terkait isu-isu penting disabilitas. Isu-isu ini nantinya akan masuk menjadi draft.

“Saya memberikan tiga isu penting yakni isu politik, isu akses terhadap keadilan hukum dan adanya jaminan sosial”, papar Joni saat menghadiri  MoU Rintisan Desa Inklusi di Sendangtirto, Sleman pukul 12.30 WIB.

Perkembangannya dewan akan menetapkan RUU disabilitas sebagai Hak inisiatif dewan. Untuk pengesahannya sendiri paling cepat masa sidang selanjutnya sekitar bulan September 2015.

Joni menambahkan rapat dengan RUU Disabilitas kemarin masih terjadi tarik-ulur isu-isu penting disabilitas.
“ Kemarin kurang terbaca responnya seperti apa, mereka ada yang menampung isu sebagai masukan. Walaupun beberapa anggota dewan juga menanggapi serius. Salah satunya isu hukum seperti kasus perlindungan anak. Ada respon yang cukup positif namun forum itu hanya mendengar pendapat”, papar Joni.

Proses perjuangan RUU Disabilitas dimulai sejak tahun 2012. Pada tahun 2013 ditetapkan sebagai prolegnas. Pembahasan RUU Disabilitas menjadi prolegnas pada 2013. Namun belum ada tindak lanjut, hingga pada tahun 2015 ini masuk prolegnas tahun 2015.  

Meski tengah menjadi pembahasan DPR, Joni dkk tetap melakukan pengawalan terhadap RUU disabilitas.
“ Kita tidak hanya menunggu keputusan September nanti. Pasalnya untuk mengawal isu-isu penting yang dikhawatirkan bebepaa poin penting diabaikan oleh anggota dewan”, pungkas Joni.

RUU Disabilitas akan menjadi pedoman sekaligus perlindungan bagi penyandang disabilitas. Selama ini kaum difabel selalu mengalami sikap diskriminatif terstruktur oleh kelembagaan. |Winda Efanur FS|

back to top

More in News Categories

Prev Next

Other Categories

Prev Next