Menu
Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku Pembancokan

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku …

Jogja-KoPi| Sat Reskrim P...

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu Evakuasi Korban Bencana di Sulteng

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu …

Sulawesi Tengah-KoPi|&nbs...

Fatma Saifullah Yusuf Kagumi Pasar Tiban karya Anne Avantie

Fatma Saifullah Yusuf Kagumi Pasar …

Surabaya-KoPi| Ketua Umum...

Pacu Generasi Muda Ciptakan Inovasi dalam Tantangan Kemajuan Ekonomi Digital

Pacu Generasi Muda Ciptakan Inovasi…

Jogja-KoPi| Fakultas Ekon...

Awas, Hati-Hati, Kredit Online Mulai Makan Korban

Awas, Hati-Hati, Kredit Online Mula…

Jogja-KoPi| Lembaga Konsu...

Dosen Muda UMY Ukir Prestasi di Thailand

Dosen Muda UMY Ukir Prestasi di Tha…

Bantul-KoPi| Universitas ...

Diskusi Netizen Jogja: Menkominfo Serukan Damai dan Berbudaya di Ranah Maya

Diskusi Netizen Jogja: Menkominfo S…

Jogja-KoPi|  – Selas...

Fisipol UGM Kumpulkan Para Pakar Politik Bahas Perkembangan Politik Nasional

Fisipol UGM Kumpulkan Para Pakar Po…

Jogja-KoPi| Fakultas Ilmu...

Niagahoster Devcussion 2.0 Berikan Solusi​ Online​ untuk UKM

Niagahoster Devcussion 2.0 Berikan …

Jogja-KoPi| Setelah sukse...

Doa bersama Memperingati Hari Kesaktian Pancasila di Masjid Al-Jihad Akmil Magelang

Doa bersama Memperingati Hari Kesak…

KoPi-Lembah Tidar. Minggu...

Prev Next

Dosen UGM buat petisi dukung KPK

Dosen UGM buat petisi dukung KPK
Sleman-KoPi|Sebanyak 450 dosen dan guru besar Universitas Gadjah Mada  menyakan mendukung menolak Pansus Angket KPK . Hal ini disampaikan Pers di Balai Rung UGM, Senin (10/7).
 
Dekan Fakultas Hukum, Prof.Dr. Sigit Riyanto mengatakan sejak launching pertama  tiga hari  lalu, gerakan yang diusung oleh Pusat kajian Antikorupsi FH UGM ini mendapat respon dan dukungan  akademisi UGM yang cukup besar. Kurang lebih dari 450 dosen dan guru besar UGM telah mendatangani surat dukungan penolakan pansus angket KPK.
 
"Sudah ada sekitar 400 an suara yang terdata untuk penolakan tersebut,"katanya.
 
Prof.Sigit  meyakini suara dukungan dari dosen dan guru besar UGM  ini akan terus bertambah. Ia pun menargetkan sampai tanggal 17 Juli  2017 saat deklarasi gerakan akan mengumpulkan sekitar 1000 tanda tangan dari akademisi UGM.
 
Gerakan deklarasi dan dukungan penolakan merupakan sikap akademisi UGM dalam merespon Hak angket KPK yang diusung Pansus angket KPK oleh DPR RI.
 
Akademisi melihat angket KPK merupakan langkah nyata DPR untuk melemahkan gerakan korupsi di Indonesia. 
 
Sigit pun menyampaikan  gerakan yang diusung oleh UGM merupakan  gerakan tingkat nasional dan bagian dari proses melawan korupsi di Indonesia.
 
"Saya kira ini merupakan gerakan tingkat nasional yang bertujuan melawan korupsi di Indonesia,"lanjutnya.
 
Sementara itu, mantan Rektor UGM, Dwikorita Karnawati mengatakan gerakan ini merupakan panggilan nurani dosen UGM untuk mendukung penolakan angket KPK. 
 
Ia juga mengatakan dirinya terpanggil untuk melawan upaya pelemahan gerakan antikorupsi terlepas dari latar belakangnya yang bukan dari ilmu politik atau anggota KPK.
 
Sedangkan Prof.Dr.Muhadjir Muhammad Darwin menegaskan UGM membela KPK merupakan bentuk pengabdian akademisi kepada masyarakat. 
 
Langkah yang ia siapkan untuk saat ini adalah pengumpulan suara dan pemantauan lanjutan pada Pansus Angket KPK.
 
"Agenda kami saat ini adalah menyiapkan seribu tanda tangan, besoknya kami akan mendeklarasikam gerakan kami setelah memantau Pansus Angket KPK, rencana akan kami deklarasikan pada tanggal 17 Juli nanti," ujarnya. |Syidiq Syaiful Ardli
back to top

More in News Categories

Prev Next

Other Categories

Prev Next