Menu
Mendesa RI bersama Rektor UGM melepas 5.992 Peserta KKN PPM 2018 ke 34 Provinsi.

Mendesa RI bersama Rektor UGM melep…

 Sleman-KoPi| Rektor UG...

Basarnas Fokuskan Pengamanan Wisata Pantai Selatan

Basarnas Fokuskan Pengamanan Wisata…

Jogja-KoPi| Tim Search An...

PBB:Serangan Lanjut ke Hudaida Yaman berdampak ke Bencana Kemanusiaan yang Lebih Besar

PBB:Serangan Lanjut ke Hudaida Yama…

Yaman-KoPi| Persatuan Ban...

Tahun 2018 Kasus Demam Berdarah Cenderung Turun.

Tahun 2018 Kasus Demam Berdarah Cen…

Sleman-KoPi| Memasuki per...

Mahasiswa UGM Inovasikan Limbah Cangkang Udang Menjadi Closet Sanitizer Berbahan 100% non Alkohol.

Mahasiswa UGM Inovasikan Limbah Can…

Sleman-KoPi| Lima Mahasis...

Gubernur DIY: Jalan Alternatif Gunung Merapi tidak di tutup Tapi kalau naik Gunung harap Waspada

Gubernur DIY: Jalan Alternatif Gunu…

Sleman-KoPi| Gubernur Dae...

Operasi Ketupat 2018, Polda DIY Berfokus Pada 4 Potensi Kerawanan saat Lebaran.

Operasi Ketupat 2018, Polda DIY Ber…

Sleman-KoPi| Kepolisian D...

Tamu di Yogyakarta Lebih Gemar Menghabiskan Malam di  Hotel Berbintang Ketimbang di Hotel Melati.

Tamu di Yogyakarta Lebih Gemar Meng…

Bantul-KoPi| Badan Pusat ...

Donald Trump Pastikan Tanggal Gelaran Pertemuan Dengan Kim Jong.

Donald Trump Pastikan Tanggal Gelar…

Washington-KoPi| Presid...

Prev Next

Dintib ungkap dua perusahaan yang lalai pajak

Dintib ungkap dua perusahaan yang lalai pajak

Jogjakarta-KoPi| Dinas Ketertiban Kota Yogyakarta telah menindak dua usaha yang lalai pajak. Dua perusahaan yang diduga telah melanggar pajak, hotel dengan inisial PH yang berada di Jl. Parangtritis dan sebuah rumah makan dengan inisial NN yang berada Jln. C. Simanjuntak

Menurut kepala bidang penegakan perundang-undangan, Udiono dua perusahaan tersebut telah melanggar Peraturan Daerah No. 1 tahun 2011 tentang wajib pajak.

“ Awalnya setelah mendapat laporan kejadian dari masyarakat, Dinas Ketertiban kemudian melakukan cek lapangan. Cek awal dilakukan pada 17 september lalu. Setelah dipastikan bahwa keduanya masih beroprasi maka dilakukan proses hukum lebih lanjut,” jelas Udiono saat konferensi pers di Humas Balaikota Yogyakarta pada Kamis tanggal 19 November 2015.

Udiono menambahkan Dintib telah melakukan pemanggilan terhadap kedua saksi. Untuk tahap awal meminta keterangan dari karyawan dan hotel rumah makan tersebut.

“Kedua saksi yang dipanggil ternyata tidak dapat menunjukan surat tanda pajak. Untuk menguatkan kembali tuduhan terhadapa pelanggaran pajak, maka dilakukan pemanggilan saksi lain, namun hasilnya juga sama,” tutur Udiono.

Sementara pemanggilan pemilki hotel dan restoran akan dilakukan pada 23 november 2015 mendatang.
|Ganisa Kurniasih|Winda Efanur FS|

back to top

More in News Categories

Prev Next

Other Categories

Prev Next