Menu
Mendesa RI bersama Rektor UGM melepas 5.992 Peserta KKN PPM 2018 ke 34 Provinsi.

Mendesa RI bersama Rektor UGM melep…

 Sleman-KoPi| Rektor UG...

Basarnas Fokuskan Pengamanan Wisata Pantai Selatan

Basarnas Fokuskan Pengamanan Wisata…

Jogja-KoPi| Tim Search An...

PBB:Serangan Lanjut ke Hudaida Yaman berdampak ke Bencana Kemanusiaan yang Lebih Besar

PBB:Serangan Lanjut ke Hudaida Yama…

Yaman-KoPi| Persatuan Ban...

Tahun 2018 Kasus Demam Berdarah Cenderung Turun.

Tahun 2018 Kasus Demam Berdarah Cen…

Sleman-KoPi| Memasuki per...

Mahasiswa UGM Inovasikan Limbah Cangkang Udang Menjadi Closet Sanitizer Berbahan 100% non Alkohol.

Mahasiswa UGM Inovasikan Limbah Can…

Sleman-KoPi| Lima Mahasis...

Gubernur DIY: Jalan Alternatif Gunung Merapi tidak di tutup Tapi kalau naik Gunung harap Waspada

Gubernur DIY: Jalan Alternatif Gunu…

Sleman-KoPi| Gubernur Dae...

Operasi Ketupat 2018, Polda DIY Berfokus Pada 4 Potensi Kerawanan saat Lebaran.

Operasi Ketupat 2018, Polda DIY Ber…

Sleman-KoPi| Kepolisian D...

Tamu di Yogyakarta Lebih Gemar Menghabiskan Malam di  Hotel Berbintang Ketimbang di Hotel Melati.

Tamu di Yogyakarta Lebih Gemar Meng…

Bantul-KoPi| Badan Pusat ...

Donald Trump Pastikan Tanggal Gelaran Pertemuan Dengan Kim Jong.

Donald Trump Pastikan Tanggal Gelar…

Washington-KoPi| Presid...

Prev Next

Dinpar, masih banyak objek wisata yang perlu dibenahi

Suasana liburan di Pantai Sadranan Suasana liburan di Pantai Sadranan

Jogjakarta-KoPi| Kepala Bidang Pemasaran dari Dinas Pariwisata DIY, Imam Pratanadi menegaskan terdapat 140 obyek wisata DIY dan hampir 40% siap dipasarkan. Terdapat 36 obyek wisata alam, 86 budaya, dan 18 obyek wisata benang khusus, semua itu masih perlu di perjelas mana yang diprioritaskan sebelum dipasarkan.

“Dinas pariwisata akan melakukan pembinaan masyarakat dengan sosialisasi mengenai kebersihan, fasilitas, dan pelayanan ditempat wisata melalui inflastruktur aksesibilitas, dan sarana prasarana mengenai sektor pelayanan menjadi program utama untuk menghadapi Masyarakat Ekonomi Asean (MEA),” kata Imam Pratanadi.

Sementara Staf Ahli Jogja Tourism UGM, Condroyono menanggapi benang merah permasalahan pariwisata bisa diselesaikan dengan koordinasi antara pengelola, pemda dan pemkot.

“ Koordinasi itu kata yang mudah, tapi susah dijalankan. Rapat koordinasi terus akhirnya jalan sendiri-sendiri,” tutur Condroyono.

Condroyono juga menambahkan wisatawan tergantung dua hal, antara motivasi dan dayatarik. “Karena semua daerah pasti mempunyai daya tarik dan motivasi untuk dikunjungi oleh wisman dan wisnus”, ujarnya.

Motivasi daya tarik obyek wisata bisa berupa buatan dan alam, obyek atraksi bisa berupa tradisional dan kontemporer, namun disisi lain obyek dan atraksi tidak akan cukup tanpa ada fasilitas dan pelayanan yang memadai.

Persiapan MEA

Anggota Komisi B DPRD DIY, R. B. Dwi Wahyu B., Spd. M. Si mengatakan sektor pariwisata perlu menyoroti permasalahan infrastruktur sarana prasarana dan sumber daya manusia. Terutama untuk menghadapi MEA.

Sementara Staf Ahli Jogja Tourism UGM, Condroyono menanggapi MEA harus dipersipakan sejak awal. “MEA atau tidak ya tetep kita antisipasi mulai saat ini, kalo memang sudah mau bergerak didunia pariwisata ya langkah awal SDM itu lebih baik dilatih mulai saat ini, adanya sertifikasi ketenagakerjaan dalam peningkatan SDM yang handal, maka inflastruktur pelayanan dan fasilitas yang baik dapat terealisasikan diberbagai tempat wisata,” tutur Condro.

Sisi fasilitas pelayanan pariwisata harus menjadi perhatian oleh setiap pemerintah daerah dalam memajukan sektor pariwisata ke mancanegara.

|Cucuk Armanto|Winda Efanur FS|

back to top

More in News Categories

Prev Next

Other Categories

Prev Next