Menu
Basarnas Fokuskan Pengamanan Wisata Pantai Selatan

Basarnas Fokuskan Pengamanan Wisata…

Jogja-KoPi| Tim Search An...

PBB:Serangan Lanjut ke Hudaida Yaman berdampak ke Bencana Kemanusiaan yang Lebih Besar

PBB:Serangan Lanjut ke Hudaida Yama…

Yaman-KoPi| Persatuan Ban...

Tahun 2018 Kasus Demam Berdarah Cenderung Turun.

Tahun 2018 Kasus Demam Berdarah Cen…

Sleman-KoPi| Memasuki per...

Mahasiswa UGM Inovasikan Limbah Cangkang Udang Menjadi Closet Sanitizer Berbahan 100% non Alkohol.

Mahasiswa UGM Inovasikan Limbah Can…

Sleman-KoPi| Lima Mahasis...

Gubernur DIY: Jalan Alternatif Gunung Merapi tidak di tutup Tapi kalau naik Gunung harap Waspada

Gubernur DIY: Jalan Alternatif Gunu…

Sleman-KoPi| Gubernur Dae...

Operasi Ketupat 2018, Polda DIY Berfokus Pada 4 Potensi Kerawanan saat Lebaran.

Operasi Ketupat 2018, Polda DIY Ber…

Sleman-KoPi| Kepolisian D...

Tamu di Yogyakarta Lebih Gemar Menghabiskan Malam di  Hotel Berbintang Ketimbang di Hotel Melati.

Tamu di Yogyakarta Lebih Gemar Meng…

Bantul-KoPi| Badan Pusat ...

Donald Trump Pastikan Tanggal Gelaran Pertemuan Dengan Kim Jong.

Donald Trump Pastikan Tanggal Gelar…

Washington-KoPi| Presid...

Polda DIY Gagalkan Operasi Peredaran Tembakau Gorila di Yogyakarta.

Polda DIY Gagalkan Operasi Peredara…

Sleman-kopi| Direktorat R...

Keamanan di Bandara Adi Sutjipto Ketat Dengan Terjunnya 29 Ekor Anjing Pelacak dan Body Scanner.

Keamanan di Bandara Adi Sutjipto Ke…

Sleman-KoPi| Komandan sat...

Prev Next

Dinkes: 75 rumah sakit di DIY, belum merata

Dinkes: 75 rumah sakit di DIY, belum merata

Jogjakarta-KoPi| Propinsi DIY saat ini telah memilki 75 rumah sakit. Dari jumlah 75  tersebut baru 63 yang tercatat sebagai anggota Persi (Perhimpunan Rumah Sakit Seluruh Indonesia).

Menurut kepala Dinas Kesehatan DIY, dr. Arida kepesertaan rumah sakit dalam Persi dapat mempermudah kesulitan yang dialami oleh rumah sakit tertentu. Terkait dengan permasalahan BPJS yang diperbincangkan oleh rumah sakit pun dapat secara eksklusif dipecahkan bersama.

“Ini (rumah sakit yang bermasalah BPJS) akan masuk kepesertaan jamkesos. Untuk mencari solusi. Memang diakui program baru BPJS ini masih perlu banyak evaluasi,” tutur dr. Arida saat audiensi di kantor DPRD DIY pukul 10.45 WIB.

dr. Arida menambahkan dengan bergabungnya rumah sakit dalam wadah Persi, rumah sakit akan mendapatkan pembinaan intensif. Pembinaan terkait dengan pelayanan rumah sakit standar. Serta pemahaman bersama tentang Permenkes yang masih belum dipedomani sepenuhnya oleh rumah sakit di DIY.

Terlihat masih banyak rumah sakit di DIY yang belum memilki standar mutu pelayaan yang baik. dr. Arida menyayangkan jumlah yang 75 rumah sakit di DIY jauh melebihi kuota, namun masih terkendala pelayanan.

“Banyak rumah sakit jauh dari cukup, mengendalikan jumlah rumah sakit yang sekarang 75, kita akan lihat kualitasnya apa sesuai standard yang ada,” kata dr. Arida.

Selain hal pelayanan, hal yang dirisaukan oleh dr. Arida tentang penyebaran rumah sakit yang tidak merata. Kebanyakan rumah sakit hanya memusat di kota, Sleman dan Bantul.

Sementara Komisi D DPRD DIY, Suwardi mengusulkan untuk diadakan forum membahas keberadaan rumah sakit.

“Rumah sakit kita belum tersebar secara merata di Kulonprogo dan Gunung Kidul sedikit kasian di sana. Dan akan muncul rumah sakit baru di kota yang belum jelas ijinnya,” jelas Suwardi. |Winda Efanur FS|

back to top

More in News Categories

Prev Next

Other Categories

Prev Next