Menu
Inkubasi Tahap 1 Resmi Buka Gelaran Soprema 2018

Inkubasi Tahap 1 Resmi Buka Gelaran…

Jogja-KoPi| Kegiatan Inku...

Lestarikan Budaya Tradisional, UAJY Adakan Lomba Jemparingan

Lestarikan Budaya Tradisional, UAJY…

Jogja-KoPi| Universitas A...

Niagahoster Devcussion 2.0 Dorong ​Web-Professional Berikan Solusi​ Online​ untuk UKM

Niagahoster Devcussion 2.0 Dorong ​…

Yogyakarta, 25 September ...

Lantik Heru Tjahjono, Pakde Karwo Ingatkan Dua Fungsi Sekda

Lantik Heru Tjahjono, Pakde Karwo I…

Surabaya-KoPi| Sesuai UU ...

Kepa BNPT Ajak Mahasiswa UGM Jauhi Paham Radikal

Kepa BNPT Ajak Mahasiswa UGM Jauhi …

 JogjaKoPi| Kepala B...

Bupati dan Walikota Harus Mengacu dengan Visi Misi Presiden

Bupati dan Walikota Harus Mengacu d…

Surabaya-KoPi| Bupati dan...

FISIPOL UGM Gelar Inkubasi Bisnis Soprema 2018 untuk Sociopreneur Muda dari 16 Provinsi Indonesia

FISIPOL UGM Gelar Inkubasi Bisnis S…

Jogja-KoPi| Rangkaian gel...

Kreatifitas Itu Bukan Bawaan, Tapi Bisa Dilatih

Kreatifitas Itu Bukan Bawaan, Tapi …

Jogja-KoPi| Pakar Manajem...

Raih Doktor Usai Meneliti Transformasi Budaya Organisasi Perguruan Tinggi

Raih Doktor Usai Meneliti Transform…

Jogja-KoPi| Transformasi ...

Prev Next

Dinas Peternakan: Penjualan daging celeng tidak masalah

Dinas Peternakan: Penjualan daging celeng tidak masalah
Surabaya - KoPi | Dinas Peternakan Jatim akhirnya merespon kasus beredarnya daging celeng alias babi hutan di pasaran Jawa Timur. Dinas Peternakan mengatakan penjualan daging celeng sebenarnya tidak masalah. Namun pencampuran daging celeng dengan daging sapi adalah merupakan tindak kriminal. Karena itu Dinas Peternakan mengimbau agar pedagang untuk tak mencampur antar daging.
 

“Kalau jual terpisah, misalnya daging celeng dijual terpisah itu boleh, tapi kalau dicampur itu yang dilarang,” ujar Kabid Kesmavet Dinas Peternakan jatim, Kusnoto.

Lain lagi untuk untuk peredaran daging celeng yang sedang ramai diberitakan beberapa hari ini merupakan illegal dan termasuk modus kriminal penipuan. “Dikatakan illegal karena tidak memenuhi syarat administrasi. Daging celeng atau babi hutan itu juga ada tata niaga peredarannya. Ada izin dan syarat yang harus dipenuhi dan dipotong di RPH (rumah potong hewan) khusus. Daging celeng yang beredar ini ilegal karena masuk tanpa izin,” kata 

Mengapa disebut penipuan? Kusnoto mengatakan pengedar daging celeng mencampurmua dengan daging sapi impor. “Modus penipuannya ini adalah mengkamuflasekan daging sapi impor dimix dengan daging celeng. Untuk salad daging dari mana, kami belum tahu dan ini masih dalam proses penyidikan polisi,” katanya.

Ia menambahkan, oknum tersebut mengedarkan daging celeng campur daging sapi impor karena adanya perbedaan harga. “Perbedaan harga mencapai Rp 20-25 ribu per kilogram. Karena daging babi hutan atau celeng lebih murah, maka dengan mencampur dengan daging sapi diharapkan para pelaku kejahatan itu mendapatkan keuntungan,” ungkapnya.

Kusnoto mengimbau agar masyarakat tidak perlu panik setelah ramai pemberitaan beredarnya daging celeng tersebut. Pasalnya polisi mengamankan sejumlah kemasan daging sapi yang bercampur daging celeng. Daging celeng yang beredar itu sudah diamankan polisi dan selebihnya kini sudah cukup aman. Disnak juga meminta kepolisian melakukan pengusutan, dan pihaknya juga telah membentuk tim untuk memantau peredaran daging di lapangan.

 

back to top

More in News Categories

Prev Next

Other Categories

Prev Next