Menu
Pejabat AS-Korea Utara Adakan Pembicaraan Soal Pengadaan Pertemuan Kembali Kedua Pemimpin.

Pejabat AS-Korea Utara Adakan Pembi…

Seoul-KoPi| Departemen lu...

Mahasiswa UGM Inovasikan Produk Senyawa Atasi Limbah Tambang

Mahasiswa UGM Inovasikan Produk Sen…

Sleman-KoPi| Tim mahasisw...

Gunung Merapi Berpeluang Alami Letusan Efusif Yang Aman.

Gunung Merapi Berpeluang Alami Letu…

Jogja-KoPi| Kepala Balai ...

BPPTKG: Merapi Masih Sangat Awal di Proses Magmatisnya.

BPPTKG: Merapi Masih Sangat Awal di…

Jogja-KoPi| Balai Penyeli...

Pakde Karwo : Terima Kasih Atas Empati dan Duka Cita AS kepada Korban dan Dampak Terorisme di Jatim

Pakde Karwo : Terima Kasih Atas Emp…

Jatim-KoPi| Gubernur Jati...

Pemerintah Bangun Industri Digital untuk Kurangi Kesenjangan Ekonomi

Pemerintah Bangun Industri Digital …

Sleman-KoPi| Pemerintah s...

Pakde Karwo: Dual Track Pendidikan Strategi Jatim Songsong Bonus Demografi  2019

Pakde Karwo: Dual Track Pendidikan …

Jatim-KoPi| Berbagai lang...

BPPTKG: Merapi Belum Menunjukkan Adanya Gejala Erupsi Seperti di Tahun 2010 dan 2006.

BPPTKG: Merapi Belum Menunjukkan Ad…

Jogja-KoPi| Balai Pen...

UGM Mewisuda 1354 Lulusan Sarjana dan Diploma

UGM Mewisuda 1354 Lulusan Sarjana d…

Sleman-KoPi| Universitas ...

Prev Next

Dinas Pendidikan turunkan pengawas, antisipasi kekerasan MOS

peserta MOS SMP Taman Dewasa Ibu Pawiyatan Taman Siswa peserta MOS SMP Taman Dewasa Ibu Pawiyatan Taman Siswa

Jogjakarta-KoPi| Masa Orientasi Siswa (MOS) berlangsung selama tiga hari sejak tanggal 27-29 Juli 2015. Secara serentak sekolah SMP dan SMA Jogjakarta menyelenggarakan MOS.

Selama ini Agenda wajib tahunan penerimaan siswa baru menjadi momok menakutkan bagi para siswa baru. Pandangan para siswa MOS identik dengan senioritas hingga aksi kekerasan.

Mengenai kekhawatiran para siswa, sejumlah sekolah menerapkan agenda MOS dengan basis pendidikan budi pekerti guna menimalisir kekerasan selama MOS.

Salah satu guru SMPN 5 Yogyakarta Abdurrahman memaparkan tujuan mos untuk untuk pembelajaran mental siswa dan pengenalan sekolah. Abdurrahman menambahkan agenda MOS harus steril dari aksi kekerasan. Upaya menghilangkan aksi perploncoan dengan materi-materi MOS yang mendidik siswa.

"Soal perploncoan itu tidak boleh. Arah MOS itu dibikin kayak masa bermain anak-anak. Hal ini tergantung kreativitas masing-masing sekolah membuat program MOS," papar Abdurrahman saat menghadiri pembukaan Karya Ilmiah Remaja di Taman Siswa pukul 09.30 Wib.

Hal serupa juga diungkapkan oleh Kepala Seksi Bidang Kurikulum kota Jogjakarta, Marwoto menambahkan bila ada temuan adanya kekerasan selama MOS pihak terkait akan diberikan sanksi. Sanksi berupa teguran hingga tertulis.

“Kami melakukan pengawasan di sejumlah sekolah selama masa MOS, bila ada temuan kita tindak lanjut dengan peringatan lisan hingga tertulis”, kata Marwoto. |Winda Efanur FS|

back to top

More in News Categories

Prev Next

Other Categories

Prev Next