Menu
Mendesa RI bersama Rektor UGM melepas 5.992 Peserta KKN PPM 2018 ke 34 Provinsi.

Mendesa RI bersama Rektor UGM melep…

 Sleman-KoPi| Rektor UG...

Basarnas Fokuskan Pengamanan Wisata Pantai Selatan

Basarnas Fokuskan Pengamanan Wisata…

Jogja-KoPi| Tim Search An...

PBB:Serangan Lanjut ke Hudaida Yaman berdampak ke Bencana Kemanusiaan yang Lebih Besar

PBB:Serangan Lanjut ke Hudaida Yama…

Yaman-KoPi| Persatuan Ban...

Tahun 2018 Kasus Demam Berdarah Cenderung Turun.

Tahun 2018 Kasus Demam Berdarah Cen…

Sleman-KoPi| Memasuki per...

Mahasiswa UGM Inovasikan Limbah Cangkang Udang Menjadi Closet Sanitizer Berbahan 100% non Alkohol.

Mahasiswa UGM Inovasikan Limbah Can…

Sleman-KoPi| Lima Mahasis...

Gubernur DIY: Jalan Alternatif Gunung Merapi tidak di tutup Tapi kalau naik Gunung harap Waspada

Gubernur DIY: Jalan Alternatif Gunu…

Sleman-KoPi| Gubernur Dae...

Operasi Ketupat 2018, Polda DIY Berfokus Pada 4 Potensi Kerawanan saat Lebaran.

Operasi Ketupat 2018, Polda DIY Ber…

Sleman-KoPi| Kepolisian D...

Tamu di Yogyakarta Lebih Gemar Menghabiskan Malam di  Hotel Berbintang Ketimbang di Hotel Melati.

Tamu di Yogyakarta Lebih Gemar Meng…

Bantul-KoPi| Badan Pusat ...

Donald Trump Pastikan Tanggal Gelaran Pertemuan Dengan Kim Jong.

Donald Trump Pastikan Tanggal Gelar…

Washington-KoPi| Presid...

Prev Next

Dhimas hampir gagal ke Amerika karena tidak ada anggaran

Dhimas hampir gagal ke Amerika karena tidak ada anggaran

Jogjakarta-KoPi| Prestasi Dhimas Prasetyo menjuarai special olympics (olimpiade spesial) internasional di Los Angeles, Amerika membanggakan bagi Indonesia.

Namun di balik kebanggaan tersebut justru Assessor Sekolah Luar Biasa, Dr. Wiji Suparno merasa prihatin. Wiji menjelaskan keprihatinan disebabkan karena Pemda DIY belum memberikan dukungan penuh terhadap keolahragaan atlet khusus.

"Waktu Dhimas tiba di bandara Indonesia disambut sekolah, herbal life, keluarga dan teman-temannya. Pihak Pemda tidak ada," terang Wiji.

Tidak hanya dukungan moril saja, secara nyata Wiji mengharapkan dukungan anggaran dari Pemda DIY. Pasalnya keempat atlet Jogja yang berkesempatan bertanding di Amerika terancam gagal. Mereka terkendala mekanisme anggaran di wilayah Pemda.

Menurut Wiji kendala yang terjadi Pemda DIY selama ini belum mengalokasikan olimpiade spesial hingga tingkat dunia. Anggaran atlet olimpiade hanya sampai tingkat daerah.

"Kendala biasanya diselenggarakan di daerah. Special olympics ini sampai tingkat dunia. Biasanya baru difasilitasi tingkat nasional. Pemda belum ada anggaran, anggaran untuk lomba harus direncanakan setahun sebelumnya," jelas Wiji.

Hal senada juga diungkapkan ayah Muntadim (57) yang  mendorong pihak Pemda untuk serius memajukan olahraga atlet khusus.
"Semoga dinas terkait dan Pemda lebih memperhatikan atlet SLB," tutur Muntadim.

Untuk menutupi anggaran, pihak sekolah SLB Pembina aktif mencari sponsor. Atas dukungan salah satu sponsor makanan nutrisi dan kesehatan, keempat atlet berhasil terbang ke Los Angeles.

Alhasil jerih payah merela terbayar lunas ketika Dhimas menyabet tiga emas dari olimpiade spesial di Los Angeles. |Winda Efanur FS|

back to top

More in News Categories

Prev Next

Other Categories

Prev Next