Menu
Mendesa RI bersama Rektor UGM melepas 5.992 Peserta KKN PPM 2018 ke 34 Provinsi.

Mendesa RI bersama Rektor UGM melep…

 Sleman-KoPi| Rektor UG...

Basarnas Fokuskan Pengamanan Wisata Pantai Selatan

Basarnas Fokuskan Pengamanan Wisata…

Jogja-KoPi| Tim Search An...

PBB:Serangan Lanjut ke Hudaida Yaman berdampak ke Bencana Kemanusiaan yang Lebih Besar

PBB:Serangan Lanjut ke Hudaida Yama…

Yaman-KoPi| Persatuan Ban...

Tahun 2018 Kasus Demam Berdarah Cenderung Turun.

Tahun 2018 Kasus Demam Berdarah Cen…

Sleman-KoPi| Memasuki per...

Mahasiswa UGM Inovasikan Limbah Cangkang Udang Menjadi Closet Sanitizer Berbahan 100% non Alkohol.

Mahasiswa UGM Inovasikan Limbah Can…

Sleman-KoPi| Lima Mahasis...

Gubernur DIY: Jalan Alternatif Gunung Merapi tidak di tutup Tapi kalau naik Gunung harap Waspada

Gubernur DIY: Jalan Alternatif Gunu…

Sleman-KoPi| Gubernur Dae...

Operasi Ketupat 2018, Polda DIY Berfokus Pada 4 Potensi Kerawanan saat Lebaran.

Operasi Ketupat 2018, Polda DIY Ber…

Sleman-KoPi| Kepolisian D...

Tamu di Yogyakarta Lebih Gemar Menghabiskan Malam di  Hotel Berbintang Ketimbang di Hotel Melati.

Tamu di Yogyakarta Lebih Gemar Meng…

Bantul-KoPi| Badan Pusat ...

Donald Trump Pastikan Tanggal Gelaran Pertemuan Dengan Kim Jong.

Donald Trump Pastikan Tanggal Gelar…

Washington-KoPi| Presid...

Prev Next

Desain “Mlampah-Mlampah” : Relijiusitas Malioboro

Desain “Mlampah-Mlampah” : Relijiusitas Malioboro

Yogyakarta-KoPi, Lima tim terbaik Sayembara Penataan Kawasan Malioboro Tahun 2014 mempresentasikan karyanya di 11.00 Gedung Gadri Komplek Kepatihan, Danurejan, Yogyakarta 9 Juni 2014  pukul 11.00  Wib.

Masing-masing tim diberi kesempatan 20 menit untuk mempresentasikan karyanya. Acara bersifat tertutup untuk media. Publikasi karya dilaksanakan besok Selasa (10/6) pukul 09.00, kemungkinan di lokasi yang sama.


Salah satu tim terbaik asal Universitas Parahyangan, Bandung, Tim Mlampah-Mlampah menjelaskan konsep marketnya. Kota Yogyakarta dengan “jantung” Malioboro didesain menjadi Kota Techno Polis. Arus perkembangan zaman tidak serta merta membuat Malioboro stagnant atas nama menjaga budaya. Namun bagaimna caranya mendesain kawasan Malioboro tetap dinamis tanpa menanggalkan entitas sebagai kota budaya.

Tim yang beranggotakan Richard, Uki, Jati, Grady dan Rahadian ini menawarkan konsep desentralisai. Seperti gambar lingkaran di bawah ini, upaya mengontrol kemacetan arus kendaraan dengan pembatasan.



“ Sebenarnya pada konsep kesucian dengan kraton sebagai muaranya. Daerah Margo Utomo kita bikin jogja kota technopolis sampai stasiun Tugu. Stasiun Tugu jadi daerah bebas kendaraan karena hampir semua negera maju di dunia tidak menjadikan areal depan stasiun sebagai lahan parkir”, ucap Richard.

Re-desain jalan Margo Utomo bentuk dialog antara tradisi dan pluralisme. Menampilkan esensi sejarah Tugu Jogja dengan di buka untuk diakses, misal untuk foto-foto.

Konsep “Mlampah-Mlampah” ini perjalanan spiritual Yogyakarta dimana pengunjung tidak hanya asyik berbelanja namun juga bisa menikmati “sejarah” dari arsitektur tata kotanya.

Reporter : Winda Efanur F

back to top

More in News Categories

Prev Next

Other Categories

Prev Next