Menu
Mendesa RI bersama Rektor UGM melepas 5.992 Peserta KKN PPM 2018 ke 34 Provinsi.

Mendesa RI bersama Rektor UGM melep…

 Sleman-KoPi| Rektor UG...

Basarnas Fokuskan Pengamanan Wisata Pantai Selatan

Basarnas Fokuskan Pengamanan Wisata…

Jogja-KoPi| Tim Search An...

PBB:Serangan Lanjut ke Hudaida Yaman berdampak ke Bencana Kemanusiaan yang Lebih Besar

PBB:Serangan Lanjut ke Hudaida Yama…

Yaman-KoPi| Persatuan Ban...

Tahun 2018 Kasus Demam Berdarah Cenderung Turun.

Tahun 2018 Kasus Demam Berdarah Cen…

Sleman-KoPi| Memasuki per...

Mahasiswa UGM Inovasikan Limbah Cangkang Udang Menjadi Closet Sanitizer Berbahan 100% non Alkohol.

Mahasiswa UGM Inovasikan Limbah Can…

Sleman-KoPi| Lima Mahasis...

Gubernur DIY: Jalan Alternatif Gunung Merapi tidak di tutup Tapi kalau naik Gunung harap Waspada

Gubernur DIY: Jalan Alternatif Gunu…

Sleman-KoPi| Gubernur Dae...

Operasi Ketupat 2018, Polda DIY Berfokus Pada 4 Potensi Kerawanan saat Lebaran.

Operasi Ketupat 2018, Polda DIY Ber…

Sleman-KoPi| Kepolisian D...

Tamu di Yogyakarta Lebih Gemar Menghabiskan Malam di  Hotel Berbintang Ketimbang di Hotel Melati.

Tamu di Yogyakarta Lebih Gemar Meng…

Bantul-KoPi| Badan Pusat ...

Donald Trump Pastikan Tanggal Gelaran Pertemuan Dengan Kim Jong.

Donald Trump Pastikan Tanggal Gelar…

Washington-KoPi| Presid...

Prev Next

Debus di tangan Desmond Mahesa

Debus di tangan Desmond Mahesa

Banten-KoPi | Desmond Mahesa, Ketua DPP Partai Gerindra, ternyata tidak semata mengurusi perkara hukum dan politik semata. Saat ini ia tengah menfasilitasi kesenian ‘debus’ asal Banten agar kembali terangkat ke permukaan. Melalui Padepokan Kandaka Banten, Desmon, mantan aktivis ’98 yang pernah menjadi korban penculikan ini, mencoba menampilkan sebuah pementasan teater musikal dalam konsep Debus in Harmony, Sabtu, (13/6).

Dalam konsep ini, debus tidak tampil sebagai awalnya, tetapi dipadu dengan seni yang lain dalam sebuah pertunjunkan teater. Menurutnya, meskipun ia merupakan Wakil Ketua Komisi III  DPRI, ia merasa punya tanggung jawab untuk ikut meletarikan kesenian khas Banten ini. Seni debus saat ini sudah jarang muncul dalam perhelatan kesenian, baik di Banten atau tempat lain. Untuk itu, harus ada yang mempelopori bangkitnya lagi kesenian unik ini.

“Kebanyakan mereka mengatakan tidak ada tempat (latihan), jadi kita membuat Padepokan Kandaka. Padepokan itulah yang mengadakan setiap kegiatan, saya sendiri hanya sebagai pembina. Operasionalnya ada Mas Didik, Lawi, dan Antonius”, paparnya.

Di dalam padepokan Kandaka berkumpul kesenian Banten seperti Ubruk dan Debus. Di dalamnya terdapat beberapa perguruan silat seperti Assyifa, dan Budi Luhur. Mereka biasa mengadakan latihan pada Sabtu-Minggu.
Mengenai pandangan mengangkat kesenian Debus ke taraf Internasional, Desmond memandang perlunya komitmen bersama untuk terus mengembangkan kesenian ini ke taraf lebih tinggi.  

“Komitmen bersama, saya memunyai tempat, dan mereka memunyai kegiatan, saya sebagai masyarakat Banten berkewajiban memfasilitasi mereka. Selain itu agar pentas ini menjadi ini pendapatan bagi mereka. Mereka bilang sama saya kalau tidak tersalurkan , para pesilat ini akan menjadi preman”, paparnya.

Menurut Desmond pementasan  teater debus yang disutradari Antonius Daryanto ini akan menjadi tontonan yang sangat menarik. Pasalnya, masyarakat tidak saja melihat tampilan debus semata, tetapi juga suguhan musik Banten yang telah diolah oleh Lawi secara khusus.

Hal ini juga untuk menangkis pandangan masyarakat tentang nihilnya musik khas Banten. Orang luar daerah cencerung bingung ketika mencari seni musik asli daerah Banten.

Debus in Harmony  ini juga sarat dengan syair bernafaskan Islam, terutama yang disadur dari syair dari Syeh Abdul Qodir Jailani.

Desmond berharap ke depan akan ada lagu-lagu atau musik khas Banten yang berpadu secara harmonis dengan debus. Sebuah seni inovatif yang menghibur dan tidak lagi terasa menyeramkan.

“Tidak ngeri, dengan keluarnya darah. Diinovasi agar debus tidak serem. Ke depan akan kita garap debus dengan musik format jazz. Perlu harmonisasi karena debus tarianya dengan golok ini,” pungkas Desmond.

 

back to top

More in News Categories

Prev Next

Other Categories

Prev Next