Menu
Mendesa RI bersama Rektor UGM melepas 5.992 Peserta KKN PPM 2018 ke 34 Provinsi.

Mendesa RI bersama Rektor UGM melep…

 Sleman-KoPi| Rektor UG...

Basarnas Fokuskan Pengamanan Wisata Pantai Selatan

Basarnas Fokuskan Pengamanan Wisata…

Jogja-KoPi| Tim Search An...

PBB:Serangan Lanjut ke Hudaida Yaman berdampak ke Bencana Kemanusiaan yang Lebih Besar

PBB:Serangan Lanjut ke Hudaida Yama…

Yaman-KoPi| Persatuan Ban...

Tahun 2018 Kasus Demam Berdarah Cenderung Turun.

Tahun 2018 Kasus Demam Berdarah Cen…

Sleman-KoPi| Memasuki per...

Mahasiswa UGM Inovasikan Limbah Cangkang Udang Menjadi Closet Sanitizer Berbahan 100% non Alkohol.

Mahasiswa UGM Inovasikan Limbah Can…

Sleman-KoPi| Lima Mahasis...

Gubernur DIY: Jalan Alternatif Gunung Merapi tidak di tutup Tapi kalau naik Gunung harap Waspada

Gubernur DIY: Jalan Alternatif Gunu…

Sleman-KoPi| Gubernur Dae...

Operasi Ketupat 2018, Polda DIY Berfokus Pada 4 Potensi Kerawanan saat Lebaran.

Operasi Ketupat 2018, Polda DIY Ber…

Sleman-KoPi| Kepolisian D...

Tamu di Yogyakarta Lebih Gemar Menghabiskan Malam di  Hotel Berbintang Ketimbang di Hotel Melati.

Tamu di Yogyakarta Lebih Gemar Meng…

Bantul-KoPi| Badan Pusat ...

Donald Trump Pastikan Tanggal Gelaran Pertemuan Dengan Kim Jong.

Donald Trump Pastikan Tanggal Gelar…

Washington-KoPi| Presid...

Polda DIY Gagalkan Operasi Peredaran Tembakau Gorila di Yogyakarta.

Polda DIY Gagalkan Operasi Peredara…

Sleman-kopi| Direktorat R...

Prev Next

Data AJI 2013 menyebutkan 85% media mainstream gunakan medsos sebagai rujukan

Data AJI 2013 menyebutkan 85% media mainstream gunakan medsos sebagai rujukan

Sleman-KoPi| AJI menyebutkan 85 % media mainstream menggunakan media sosial sebagai sumber berita yang belum diketahui kebenarannya.

"Berdasar riset 2013, 85% media menggunakan media sosial untuk sumber rujukan," jelas Suwarjono, Ketua Aji, saat diskusi publik melawan HOAX, bertempat di gedung University Club, UGM, Sabtu (4/1).

Media mainstream banyak yang menggunakan media sosial sebagai rujukan dan sumber berita tanpa mengetahui kebenaran dari sumber tersebut. Padahal menurut Suwarjono untuk media sosial terdapat algoritma media yang mengatur penggunaan atau user media sosial.

Sementara Ahmad Rofahan, Pendiri Media Komunitas Jingga dalam menanggapi penggunaan media sosial sebagai sumber berita dan rujukan berita menilai bahwa hal tersebut adalah ironi, tidak terdapat kejelasan kebenaran dalam media sosial dan media sosial masih belum dapat menyuarakan fakta.

"Ketika berita ini dimuat atau ditampilkan, media mengatakan bahwa kebenarannya masih belum diketahui, nah ini yang menimbulkan ironi. Anggapan jurnalis yang praktis tanpa terjun ke lapangan saat menulis berita dengan melihat media sosial, menjadi bayang-bayang buruk untuk jurnalis, belum lagi jika sumber berita di media sosial tersebut dianggap hoax," katanya. |Syidiq Syaiful Ardli|

back to top

More in News Categories

Prev Next

Other Categories

Prev Next