Menu
Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku Pembancokan

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku …

Jogja-KoPi| Sat Reskrim P...

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu Evakuasi Korban Bencana di Sulteng

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu …

Sulawesi Tengah-KoPi|&nbs...

Fatma Saifullah Yusuf Kagumi Pasar Tiban karya Anne Avantie

Fatma Saifullah Yusuf Kagumi Pasar …

Surabaya-KoPi| Ketua Umum...

Pacu Generasi Muda Ciptakan Inovasi dalam Tantangan Kemajuan Ekonomi Digital

Pacu Generasi Muda Ciptakan Inovasi…

Jogja-KoPi| Fakultas Ekon...

Awas, Hati-Hati, Kredit Online Mulai Makan Korban

Awas, Hati-Hati, Kredit Online Mula…

Jogja-KoPi| Lembaga Konsu...

Dosen Muda UMY Ukir Prestasi di Thailand

Dosen Muda UMY Ukir Prestasi di Tha…

Bantul-KoPi| Universitas ...

Diskusi Netizen Jogja: Menkominfo Serukan Damai dan Berbudaya di Ranah Maya

Diskusi Netizen Jogja: Menkominfo S…

Jogja-KoPi|  – Selas...

Fisipol UGM Kumpulkan Para Pakar Politik Bahas Perkembangan Politik Nasional

Fisipol UGM Kumpulkan Para Pakar Po…

Jogja-KoPi| Fakultas Ilmu...

Niagahoster Devcussion 2.0 Berikan Solusi​ Online​ untuk UKM

Niagahoster Devcussion 2.0 Berikan …

Jogja-KoPi| Setelah sukse...

Doa bersama Memperingati Hari Kesaktian Pancasila di Masjid Al-Jihad Akmil Magelang

Doa bersama Memperingati Hari Kesak…

KoPi-Lembah Tidar. Minggu...

Prev Next

Dapat 1,4 M dari UU Desa, kepala desa masih takut

Dapat 1,4 M dari UU Desa, kepala desa masih takut

Jogjakarta-KoPi| Menteri Desa Marwan Jafar menyambut gembira implementasi UU Desa No. 6 tahun 2014. Menurut Marwan UU Desa No. 6 tahun 2014 hasil kerja keras semua elemen untuk membangun desa di Indonesia.

Ditemui saat menandatangani MoU kerjasama dengan UGM, Marwan telah menurunkan beberapa peraturan menteri guna melancarkan UU Desa No. 6 tahun 2014.

“Amanah dari UU Desa No. 6 tahun 2014 untuk membangun Indonesia dari desa atau daerah, dengan proses bottom up. Untuk itu kami menurunkan beberapa permen seperti permen tentang pembangunan desa, permen musyawarah desa. secara bertahap dana 1,4 M turun ke desa, totalnya dana seluruh desa sekitar 74 triliun”, paparnya.

Namun kegembiraan Marwan tidak disambut baik oleh kalangan kepala desa di Yogyakarta. Seperti ungkapan salah satu Kepala Desa Imogiri, Bantul. Dirinya merasa was-was dengan pengucuran dana 1,4 M ke desa.

“Adanya UU ini kami berharap desa kami semakin maju, tapi kami merasa khawatir dengan dana sebesar itu, kami memohon pendampingan”, keluhnya.

Dia juga menambahkan dirinya masih bingung tentang persoalan administrasi seperti perumusan APB Desa dan rencana pembangunan menengah desa. Hal senada juga disampaikan oleh kepala desa tertinggal, Mertelu, Gunungkidul, Tugiman. Dia meminta pihak Kemendes dan lembaganya membimbing desa dalam pelaksanaan UU Desa ini.

Namun menurut Dosen Sosiologi UGM, Ari Sujito pihak desa tidak selayaknya merasa khawatir. Pasalnya semua elemen pemerintah turut mendampingi mereka termasuk perguruan tinggi.

“Adanya program desa ini, kita terjemahkan bahwa arah pemerintah untuk kemandirian desa. Dengan dana sebesar itu tidak perlu curiga kepada desa. Arah dari program  pemerintah, desa bisa dipercaya. Dan intervensi Perguruan Tinggi  mobilisasi program ini ke desa.”|Winda Efanur FS|

back to top

More in News Categories

Prev Next

Other Categories

Prev Next