Menu
Pakde Karwo: Antara Operator dan Regulator Transportasi Tidak Bisa Dipisahkan

Pakde Karwo: Antara Operator dan Re…

Surabaya-KoPi| Gubernur J...

Nertalitas TNI dalam Pemilu Capres dan Cawapres

Nertalitas TNI dalam Pemilu Capres …

Lembah Tidar-KoPi| Senin ...

Reuni Adem Akabri '86, Ibu ibu melaksanakan Out Bound

Reuni Adem Akabri '86, Ibu ibu mela…

Lembah Tidar-KoPi| Minggu...

Teknik Mesin SV UGM Dukung Program Kampus Sehat dan Bebas Asap Rokok

Teknik Mesin SV UGM Dukung Program …

Jogja-KoPi| Departemen Te...

Teknologi RFID Bantu Lacak Legalitas Kayu

Teknologi RFID Bantu Lacak Legalita…

Bantul-KoPi| Tim Pengabdi...

Pakar UGM Ajak Masyarakat Memanen Air Hujan

Pakar UGM Ajak Masyarakat Memanen A…

Jogja-KoPi| Pakar Hidrolo...

BKP: Indonesia Fokus Pada Peningkatan Kompetitifitas Produk Agrikultur

BKP: Indonesia Fokus Pada Peningkat…

Bantul-KoPI|Pada tahun 20...

UNIVERSITAS MENYAMBUT R.I KEEMPAT

UNIVERSITAS MENYAMBUT R.I KEEMPAT

Oleh Moh. Mudzakkir(Dosen...

Pakde Karwo : 2/3 Perguruan Tinggi Swasta Sumbangkan Kaum Intelektual di Jatim

Pakde Karwo : 2/3 Perguruan Tinggi …

Surabaya-KoPi| Sebanyak 2...

Pengungsi Korban Gempa di Gumantar Banyak Terserang Ispa

Pengungsi Korban Gempa di Gumantar …

Lombok-KoPi| Sebanyak 30 ...

Prev Next

Dana Istimewa Jogja, bikin ketar ketir warga

Dana Istimewa Jogja, bikin ketar ketir warga

Pengucuran Danais Jogja tahun 2015 ini sekitar 1,3 T. Saat ini anggaran fantastis itu dikelola oleh dinas kebudayaan DIY. Banyak instansi berlomba-lomba mengajukan proposal ke Disbud. Tetapi bagi warga, Danais malah bikin ketar ketir karena curiga hanya dibuat sekedar bermain proyek.

Jogjakarta-KoPi| Seperti halnya Dishub yang telah mengambil jatah danais sekitar 1 M untuk menata kembali lalu lintas sepanjang Tugu Pal Putih hingga kraton. Mapping dari Dishub diharapkan untuk menghidupkan kembali filosofis Malioboro. Dinas Pariwisata pun juga mengambil Danais, salah satunya guna menggelar event film bertema kebudayaan Jogja.

Dinas Kepurbakalaan tak kalah sigap. Menurut abdi dalem Masjid Mataram Kotagede, Dwi, sejak Februari lalu sering dilakukan peninjauan komplek Masjid Mataram oleh pemda.

“Sekitar sebulan yang lalu Bupati Bantul, Sri Surya Widati turun ke lapangan langsung cek, bersama dari Dinas Kepurbakalaan. Dengar-dengar rencananya masjid akan direnovasi dibuat atap gantung seperti yang awal dulu. Yang bagian belakang, sisa-sisa pagar Kraton Mataram ini akan diperbaiki”, papar Dwi.

Pemanfaatan Danais yang besar begitu menggiurkan itu justru membuat ketar-ketir sebagian masyarakat. Dwi mengkhawatirkan Danais tersebut akan menjadi proyek semata. Menurutnya Danais harus dipergunakan sesuai undang-undang yang berlaku. Terutama untuk menjadikan Jogja benar-benar istimewa.

Hal serupa juga dikhawatirkan oleh RM. Cahyo bahwa danasis tersebut malah menjadi ajang rebutan oleh banyak pihak. “Adanya danais malah jadi rebutan, di sini harus adanya pengawasan penggunaan ”. ӀWinda Efanur FS

back to top

More in News Categories

Prev Next

Other Categories

Prev Next