Menu
Merapi Kembali Meletus Dua Kali Dalam Sehari, BPPTKG: Ini Memang Karakter Merapi.

Merapi Kembali Meletus Dua Kali Dal…

Jogja-KoPi| Gunung Merapi...

Bulog DIY: Bulan Puasa dan Lebaran Persediaan Beras, Gula, dan Minyak Goreng di Yogyakarta Aman.

Bulog DIY: Bulan Puasa dan Lebaran …

Jogja-KoPi| Perum Bulog d...

UGM Kembangkan Aplikasi Informasi Pengungsi Korban Bencana

UGM Kembangkan Aplikasi Informasi P…

Sleman-KoPi | Pusat Studi...

Tim Peneliti UGM ciptakan alat pendeteksi dini bencana longsor bernama SIPENDIL.

Tim Peneliti UGM ciptakan alat pend…

Sleman-KoPi | Tim penelit...

Bagaimana menjaga pola makan yang baik dan benar selama bulan Puasa.

Bagaimana menjaga pola makan yang b…

Inggris-KoPi| Inilah saat...

8 Mahasiswa di Yogyakarta ditangkap gunakan Narkoba.

8 Mahasiswa di Yogyakarta ditangkap…

Sleman-KoPi| Direktorat R...

Korut tunda pertemuan KTT bersama Korea Selatan.

Korut tunda pertemuan KTT bersama K…

Pyongyang-KoPi | Korea ut...

Protes Keras Tanoni :Australia Bebaskan Nelayan Yang Ditangkap.

Protes Keras Tanoni :Australia Beba…

Kupang-KoPi | Pemerintah ...

Jelang Puasa, Stok Barang Kebutuhan Pokok di Jatim Dipastikan Aman

Jelang Puasa, Stok Barang Kebutuhan…

Surabaya-KoPi|Menjelang b...

Prev Next

Cintamu mengubah duniaku

Cintamu mengubah duniaku
Surabaya - KoPi | Cinta mungil bisa mengubah seseorang. Bahkan untuk seorang Nadia Wulan. Demi sang cinta mungilnya, Nadia yang tidak pernah menginjakkan kaki ke dapur rela bangun tengah malam untuk menyiapkan makanan khusus.
 

"Soalnya saya sering lihat ibu-ibu muda share makanan khusus buat baby mereka di Instagram. Saya lihat kok lucu-lucu. Jadi pengen nyoba," ujar mantan model ini.

Nadia mengaku, sebelumnya ia tak pernah sampai berpikir untuk belajar memasak. Apalagi bangun tengah malam atau pagi buta demi menyiapkan makanan untuk buah hatinya. "Tapi setelah jadi ibu, saya ikhlaskan itu semua demi anak saya. Senang kalau bisa lihat anak makan dengan lahap," katanya.

Bukan berarti ia tak mengalami kendala selama belajar jadi ibu. Beberapa kali masakannya gagal dan hasilnya tidak enak. "Kalau sudah seperti itu, biasanya si kecil pasti tidak mau. Saya cicipi ya memang tidak enak. Suami juga ikut komentar jika masakannya tidak enak," ujarnya sambil tertawa.

Nadia mengatakan, ia memutuskan jadi ibu menyusui sejak melahirkan. Ia tak ingin bergantung pada produk-produk instan yang berbahaya. "Saya melahirkan di RSIA Kendangsari dan langsung ditangani oleh dokter anak yang support sekali dengan ASI. Ditambah lagi orangtua dan suami juga mendukung," tukas alumni FISIP Universitas Airlangga ini.

back to top

More in News Categories

Prev Next

Other Categories

Prev Next