Menu
Koperasi CPW Jatim Lakukan Kunker ke PT. Vitapharm

Koperasi CPW Jatim Lakukan Kunker k…

Surabaya-KoPi| Koperasi...

Pameran patung Komroden Haro

Pameran patung Komroden Haro

Pameran patung Komroden H...

Di Hadapan Peserta Lemhannas, Pakde Karwo Paparkan Budaya Lokal di Jatim

Di Hadapan Peserta Lemhannas, Pakde…

Surabaya-KoPi| Gubernur...

Penyelesaian Kasus Montara “Test Case” Komitmen Persahabatan Australia

Penyelesaian Kasus Montara “Test Ca…

Kupang-KoPi| Laporan In...

Pemahaman Sikap dan Budaya Kaum Muda Muslim Penting Untuk Cegah Radikalisme

Pemahaman Sikap dan Budaya Kaum Mud…

Bantul-KoPi| Radikalisa...

Menteri Nurbaya cabut gugatan pencemaran Laut Timor

Menteri Nurbaya cabut gugatan pence…

Kupang-KoPi| Korban pen...

Gus Ipul : Pers Merupakan Pilar Demokrasi

Gus Ipul : Pers Merupakan Pilar Dem…

Gresik-KoPi| Di peringa...

Mempopulerkan Kajian Masyarakat Digital  melalui Acara ‘Digital Future Discussion’

Mempopulerkan Kajian Masyarakat Dig…

Sleman-KoPi|Seiring den...

Seminar KSPM UAJY Ajak Masyarakat Jadikan Investasi Sebagai Gaya Hidup

Seminar KSPM UAJY Ajak Masyarakat J…

Sleman-KoPi| Pasar modal ...

Prev Next

Butuh sosialisasi agar masyarakat bisa menerima Vaksin Rubella

Butuh sosialisasi agar masyarakat bisa menerima Vaksin Rubella

Prambanan-KoPi|Menteri Agama, Lukman Hakim Syaifuddin mengungkapkan perlu ada sosialisasi yang baik untuk mengajak pihak yang menolak diberi vaksin campak dan measless Rubella (MR).

Hal tersebut ia ungkapkan saat melihat adanya gejolak masyarakat dan sekolah muslim di Indonesia yang masih menolak vaksin Rubella dengan dalih vaksin mengandung bahan dari hewan haram seperti Babi.

Lukman pun menyampaikan kepada kemenkes dan penyuluh kesehatan memberikan sosialisasi kepada publik sebelum imunisasi kepada masyarakat dilakukan.

"Oleh karenanya siapapun yang ingin menjalankan progam ini ,harus melakukan sosialisasi yang cukup dan baik beberapa hari sebelum melaksanakan program imunisasi,"ujarnya setelah Lunch Talk di Rama Garden Resto Prambanan,Selasa (8/8).

Penyampaian sosialisasi bisa berupa penjelasan lengkap pada kandungan vaksin,asal mula pembuatan vaksin serta tujuan pemberiannya. Tak hanya itu, penjelasan juga diperlukan hingga ke tahap penyuntikan vaksin.

"Tujuannya agar masyarakat bisa trust (percaya) vaksin dan imunisasi aman dan halal serta idak bertolak belakang dengan kepercayaan agama mereka , ini juga bertujuan agar tidak menimbulkan pertanyaan lebih lanjut terkait vaksin ini,"ucapnya

Menag pun mengimbuhkan konfirmasi Majlis Ulama Indonesia (MUI) yang menginformasikan Vaksin Rubella aman dan halal justru memperkuat penerapan langkah lanjut untuk mensosialisasikan vaksin pada pihak yang menolak vaksin.

Lukman menuturkan kemenag tidak perlu sampai turun tangan dalam meredam gerakan penolakan Vaksin Rubella. Ia meyakini hanya tinggal masalah teknis penyampaian penjelasan vaksin sebelum seluruh masyarakat indonesia percaya bahwa vaksin ini aman.

"Cukup kemenkes dan penyuluh kesehatan memberikan sosialiasi yang cukup saja pada publik,saya pikir itu sudah cukup untuk meyakinkan masyarakat bahwa vaksin aman,"tandasnya.| Syidiq Syaiful Ardli

back to top

More in News Categories

Prev Next

Other Categories

Prev Next