Menu
Korban Montara: Cukup Sudah 9 Tahun Menderita

Korban Montara: Cukup Sudah 9 Tahun…

Kupang-KoPi| Rakyat kor...

Tulisan “Diplomasi Panda” Hantarkan Mahasiswa HI UMY ke Tiongkok

Tulisan “Diplomasi Panda” Hantarkan…

Bantul-KoPi| Nur Indah ...

Cegah Depresi Dengan Gaya Hidup Sehat

Cegah Depresi Dengan Gaya Hidup Seh…

Jogja-KoPi| Depresu bis...

Mahasiwsa UGM Beri Pelatihan Bahasa Untuk Anak Desa Gamplong

Mahasiwsa UGM Beri Pelatihan Bahasa…

Jogja-KoPi| Unit Kegiat...

Gubernur Jatim Harapkan Lebih Banyak Investasi India di Jatim

Gubernur Jatim Harapkan Lebih Banya…

New Delhi-KoPi| Gubernu...

Bakti Sosial KBBM Bersih Sungai Kota Magelang

Bakti Sosial KBBM Bersih Sungai Kot…

Magelang-KoPi| Menyambu...

Sila Kelima Pancasila Masih Menjadi Dilema

Sila Kelima Pancasila Masih Menjadi…

Bantul-KoPi| Kemerdekaa...

GUBERNUR,DPRD DAN RAKYAT NTT MINTA KOMPENSASI BUKAN CSR

GUBERNUR,DPRD DAN RAKYAT NTT MINTA …

Kupang-KoPi| Gubernur N...

Mahasiswa Teknik Industri UAJY Gelar Workshop dan Pelatihan Make Up

Mahasiswa Teknik Industri UAJY Gela…

Jogja-KoPi| Mempunyai w...

Mantan CEO Schlumberger Beri Wawasan Bisnis Pada Calon Startup UGM

Mantan CEO Schlumberger Beri Wawasa…

Jogja-KoPi| Mantan CEO ...

Prev Next

Butuh sosialisasi agar masyarakat bisa menerima Vaksin Rubella

Butuh sosialisasi agar masyarakat bisa menerima Vaksin Rubella

Prambanan-KoPi|Menteri Agama, Lukman Hakim Syaifuddin mengungkapkan perlu ada sosialisasi yang baik untuk mengajak pihak yang menolak diberi vaksin campak dan measless Rubella (MR).

Hal tersebut ia ungkapkan saat melihat adanya gejolak masyarakat dan sekolah muslim di Indonesia yang masih menolak vaksin Rubella dengan dalih vaksin mengandung bahan dari hewan haram seperti Babi.

Lukman pun menyampaikan kepada kemenkes dan penyuluh kesehatan memberikan sosialisasi kepada publik sebelum imunisasi kepada masyarakat dilakukan.

"Oleh karenanya siapapun yang ingin menjalankan progam ini ,harus melakukan sosialisasi yang cukup dan baik beberapa hari sebelum melaksanakan program imunisasi,"ujarnya setelah Lunch Talk di Rama Garden Resto Prambanan,Selasa (8/8).

Penyampaian sosialisasi bisa berupa penjelasan lengkap pada kandungan vaksin,asal mula pembuatan vaksin serta tujuan pemberiannya. Tak hanya itu, penjelasan juga diperlukan hingga ke tahap penyuntikan vaksin.

"Tujuannya agar masyarakat bisa trust (percaya) vaksin dan imunisasi aman dan halal serta idak bertolak belakang dengan kepercayaan agama mereka , ini juga bertujuan agar tidak menimbulkan pertanyaan lebih lanjut terkait vaksin ini,"ucapnya

Menag pun mengimbuhkan konfirmasi Majlis Ulama Indonesia (MUI) yang menginformasikan Vaksin Rubella aman dan halal justru memperkuat penerapan langkah lanjut untuk mensosialisasikan vaksin pada pihak yang menolak vaksin.

Lukman menuturkan kemenag tidak perlu sampai turun tangan dalam meredam gerakan penolakan Vaksin Rubella. Ia meyakini hanya tinggal masalah teknis penyampaian penjelasan vaksin sebelum seluruh masyarakat indonesia percaya bahwa vaksin ini aman.

"Cukup kemenkes dan penyuluh kesehatan memberikan sosialiasi yang cukup saja pada publik,saya pikir itu sudah cukup untuk meyakinkan masyarakat bahwa vaksin aman,"tandasnya.| Syidiq Syaiful Ardli

back to top

More in News Categories

Prev Next

Other Categories

Prev Next