Menu
Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku Pembancokan

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku …

Jogja-KoPi| Sat Reskrim P...

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu Evakuasi Korban Bencana di Sulteng

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu …

Sulawesi Tengah-KoPi|&nbs...

Fatma Saifullah Yusuf Kagumi Pasar Tiban karya Anne Avantie

Fatma Saifullah Yusuf Kagumi Pasar …

Surabaya-KoPi| Ketua Umum...

Pacu Generasi Muda Ciptakan Inovasi dalam Tantangan Kemajuan Ekonomi Digital

Pacu Generasi Muda Ciptakan Inovasi…

Jogja-KoPi| Fakultas Ekon...

Awas, Hati-Hati, Kredit Online Mulai Makan Korban

Awas, Hati-Hati, Kredit Online Mula…

Jogja-KoPi| Lembaga Konsu...

Dosen Muda UMY Ukir Prestasi di Thailand

Dosen Muda UMY Ukir Prestasi di Tha…

Bantul-KoPi| Universitas ...

Diskusi Netizen Jogja: Menkominfo Serukan Damai dan Berbudaya di Ranah Maya

Diskusi Netizen Jogja: Menkominfo S…

Jogja-KoPi|  – Selas...

Fisipol UGM Kumpulkan Para Pakar Politik Bahas Perkembangan Politik Nasional

Fisipol UGM Kumpulkan Para Pakar Po…

Jogja-KoPi| Fakultas Ilmu...

Niagahoster Devcussion 2.0 Berikan Solusi​ Online​ untuk UKM

Niagahoster Devcussion 2.0 Berikan …

Jogja-KoPi| Setelah sukse...

Doa bersama Memperingati Hari Kesaktian Pancasila di Masjid Al-Jihad Akmil Magelang

Doa bersama Memperingati Hari Kesak…

KoPi-Lembah Tidar. Minggu...

Prev Next

Buruh keluhkan BPJS kesehatan yang 'lambat'

smeaker.com smeaker.com

Jogjakarta-KoPi| Anggota dari BPJS Ketenagakerjaan, Luki Kristiawan menegaskan pentingnya pimpinan perusahaan mendaftarkan karyawannya ke BPJS kesehatan maupun ketenagakerjaan setelah 1 tahun aktif bekerja.

Hal itu semakin diperkuat dengan pelaksanaan PP Nomor 78 tentang Pengupahan, yang wajib melaksanakan peraturan yang ditetapkan dengan mendaftarkan semua karyawannya di BPJS.

Hal serupa juga diungkapkan oleh Dinas Ketenagakerjaan dan Transmigrasi kota Yogyakarta, bila terdapat perusahaan yang nakal konsekuensinya maka dari pihak pemerintah akan memberikan “sanksi” pada perusahaan.  Kecuali 10 hari setelah penetapan perusahaan sudah memberi keterangan tertulis pada pemerintah (Pemkot Jogja),” kata perwakilan BPJS Ketenagakerjaan kota Jogja.

Namun persoalan BPJS Ketenagakerjaan pun memiliki kendala di lapangan. Menurut Ketua Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia, Tri Ag, dana pensiun BPJS Ketenagakerjaan masih sangat sedikit sebesar 3%.

“Saya seneng dengan BPJS Ketenagakerjaan, masalahnya terlalu 3% itu kecil, keinginannya tapi kan tidak hanya segitu , kalau 15 tahun pensiun, kan terasa kecil itu,” kata Tri Agus seusai sosialisasi UMK kota Jogja tanggal 18 November 2015.

Hal serupa juga terjadi di bagian BPJS Kesehatan, Tri Agus memaparkan administrasi yang berbelit-belit dalam pengurusannya.

“Kalau yang kesehatan itu ribetnya minta ampun, di samping itu prosedurnya harus kesini kesana, ribet kurang praktis, walaupun dari sisi sosial kurang baik, obatnya juga ribet, tapi ya cukup lumayan daripada tidak ada,” pungkas Tri.
|Cucuk Armanto|Winda Efanur FS|

back to top

More in News Categories

Prev Next

Other Categories

Prev Next