Menu
RUU Permusikan dan Kebrutalan Spirit Kapitalisme

RUU Permusikan dan Kebrutalan Spiri…

Anang Hermansyah, anggota...

Gubernur dan DPRD Jatim Setujui Perda Trantibmumlinmas

Gubernur dan DPRD Jatim Setujui Per…

Surabaya-KoPi| Gubernur J...

Dosen Ekonomi UMY Sebut Ekonomi Indonesia Kian Hari Kian Memprihatinkan

Dosen Ekonomi UMY Sebut Ekonomi Ind…

Bantul-KoPi| Di dalam eko...

Masih Banyak Kekeliruan Informasi Dalam Sikapi Bencana

Masih Banyak Kekeliruan Informasi D…

Bantul-KoPi| Bencana alam...

Kemenpora Serahkan Hibah Gelanggang Olahraga ke UGM

Kemenpora Serahkan Hibah Gelanggang…

Jogja-KoPi| Kementerian P...

FKH UGM Luluskan 172 Dokter Hewan Baru

FKH UGM Luluskan 172 Dokter Hewan B…

Jogja-KoPi| Fakultas Kedo...

Inovasi Gabungan Aspal dan Karet Bekas Untuk Tingkatkan Mutu Jalan Rel Kereta Api di Indonesia

Inovasi Gabungan Aspal dan Karet Be…

Bantul-KoPi| Mengacu dari...

Sepatu untuk Pasien Lumpuh Rancangan Mahasiswa UGM Raih Penghargaan di Seoul

Sepatu untuk Pasien Lumpuh Rancanga…

Jogja-KoPi| Sepatu buatan...

Konsekuensi Pembangunan Infrastruktur

Konsekuensi Pembangunan Infrastrukt…

Oleh: Novri Susan (Sosiol...

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku Pembancokan

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku …

Jogja-KoPi| Sat Reskrim P...

Prev Next

Bulog defisit beras, dikalahkan oleh tengkulak

Bulog defisit beras, dikalahkan oleh tengkulak

Jogjakarta-KoPi| Ketua Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU), Syarkawi Ra’uf mengeluhkan kesulitan Bulog mendapatkan pasokan beras. Syarkawi mengklaim kesulitan ini ditengarai oleh oknum yang bermain di balik produksi-penggilingan beras. Setidaknya Syarkawi mencurigai 5-7 sentra produksi beras di Indonesia yang bermain curang.

Sementara Dirjen Kementrian Pertanian, Adi Lumaksono menambahkan kelangkaan juga disebabkan masalah distribusi beras yang tidak beres. Adi mengklaim penggilingan padi mulai dari yang besar hingga kecil melakukan penyimpanan beras.

“Saya sering main ke penggilingan padi baik yang kecil maupun besar, masih banyak mereka yang sedikit-sedikit simpan.” 

Selain itu kelangkaan semakin diperparah dengan ulah pengepul padi. Di lapangan pihak pengepul padi juga turut mengambil beras hingga mengurangi jatah untuk Bulog.

"Bulog mencari beras, kok tidak dapat. Ada pedagang pengumpul padi yang berani membeli beras dengan harga yang lebih tinggi, menyebabkan Bulog tidak kebagian (jatah beras)", kata Syarkawi saat konferensi pers di Hotel Melia Purosani Rabu, 2 Desember 2015.

Pihak Bulog mengkuatirkan keadaan defisit Bulog akan berpengaruh terhadap cadangan beras hingga akhir tahun. Selama setahun minimal Bulog mempunyai cadangan beras sebanyak 1,5- 2 juta ton.
“Setiap di pucuk tahun supaya aman, Bulog harus punya cadangan 1,5 juta ton setelah dikurangi dengan beras rastra (beras sejahtera ganti istilah beras miskin),” tambah Syarkawi. |Winda Efanur FS|

back to top

More in News Categories

Prev Next

Other Categories

Prev Next