Menu
Inkubasi Tahap 1 Resmi Buka Gelaran Soprema 2018

Inkubasi Tahap 1 Resmi Buka Gelaran…

Jogja-KoPi| Kegiatan Inku...

Lestarikan Budaya Tradisional, UAJY Adakan Lomba Jemparingan

Lestarikan Budaya Tradisional, UAJY…

Jogja-KoPi| Universitas A...

Niagahoster Devcussion 2.0 Dorong ​Web-Professional Berikan Solusi​ Online​ untuk UKM

Niagahoster Devcussion 2.0 Dorong ​…

Yogyakarta, 25 September ...

Lantik Heru Tjahjono, Pakde Karwo Ingatkan Dua Fungsi Sekda

Lantik Heru Tjahjono, Pakde Karwo I…

Surabaya-KoPi| Sesuai UU ...

Kepa BNPT Ajak Mahasiswa UGM Jauhi Paham Radikal

Kepa BNPT Ajak Mahasiswa UGM Jauhi …

 JogjaKoPi| Kepala B...

Bupati dan Walikota Harus Mengacu dengan Visi Misi Presiden

Bupati dan Walikota Harus Mengacu d…

Surabaya-KoPi| Bupati dan...

FISIPOL UGM Gelar Inkubasi Bisnis Soprema 2018 untuk Sociopreneur Muda dari 16 Provinsi Indonesia

FISIPOL UGM Gelar Inkubasi Bisnis S…

Jogja-KoPi| Rangkaian gel...

Kreatifitas Itu Bukan Bawaan, Tapi Bisa Dilatih

Kreatifitas Itu Bukan Bawaan, Tapi …

Jogja-KoPi| Pakar Manajem...

Raih Doktor Usai Meneliti Transformasi Budaya Organisasi Perguruan Tinggi

Raih Doktor Usai Meneliti Transform…

Jogja-KoPi| Transformasi ...

Prev Next

Bulog defisit beras, dikalahkan oleh tengkulak

Bulog defisit beras, dikalahkan oleh tengkulak

Jogjakarta-KoPi| Ketua Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU), Syarkawi Ra’uf mengeluhkan kesulitan Bulog mendapatkan pasokan beras. Syarkawi mengklaim kesulitan ini ditengarai oleh oknum yang bermain di balik produksi-penggilingan beras. Setidaknya Syarkawi mencurigai 5-7 sentra produksi beras di Indonesia yang bermain curang.

Sementara Dirjen Kementrian Pertanian, Adi Lumaksono menambahkan kelangkaan juga disebabkan masalah distribusi beras yang tidak beres. Adi mengklaim penggilingan padi mulai dari yang besar hingga kecil melakukan penyimpanan beras.

“Saya sering main ke penggilingan padi baik yang kecil maupun besar, masih banyak mereka yang sedikit-sedikit simpan.” 

Selain itu kelangkaan semakin diperparah dengan ulah pengepul padi. Di lapangan pihak pengepul padi juga turut mengambil beras hingga mengurangi jatah untuk Bulog.

"Bulog mencari beras, kok tidak dapat. Ada pedagang pengumpul padi yang berani membeli beras dengan harga yang lebih tinggi, menyebabkan Bulog tidak kebagian (jatah beras)", kata Syarkawi saat konferensi pers di Hotel Melia Purosani Rabu, 2 Desember 2015.

Pihak Bulog mengkuatirkan keadaan defisit Bulog akan berpengaruh terhadap cadangan beras hingga akhir tahun. Selama setahun minimal Bulog mempunyai cadangan beras sebanyak 1,5- 2 juta ton.
“Setiap di pucuk tahun supaya aman, Bulog harus punya cadangan 1,5 juta ton setelah dikurangi dengan beras rastra (beras sejahtera ganti istilah beras miskin),” tambah Syarkawi. |Winda Efanur FS|

back to top

More in News Categories

Prev Next

Other Categories

Prev Next