Menu
RUU Permusikan dan Kebrutalan Spirit Kapitalisme

RUU Permusikan dan Kebrutalan Spiri…

Anang Hermansyah, anggota...

Gubernur dan DPRD Jatim Setujui Perda Trantibmumlinmas

Gubernur dan DPRD Jatim Setujui Per…

Surabaya-KoPi| Gubernur J...

Dosen Ekonomi UMY Sebut Ekonomi Indonesia Kian Hari Kian Memprihatinkan

Dosen Ekonomi UMY Sebut Ekonomi Ind…

Bantul-KoPi| Di dalam eko...

Masih Banyak Kekeliruan Informasi Dalam Sikapi Bencana

Masih Banyak Kekeliruan Informasi D…

Bantul-KoPi| Bencana alam...

Kemenpora Serahkan Hibah Gelanggang Olahraga ke UGM

Kemenpora Serahkan Hibah Gelanggang…

Jogja-KoPi| Kementerian P...

FKH UGM Luluskan 172 Dokter Hewan Baru

FKH UGM Luluskan 172 Dokter Hewan B…

Jogja-KoPi| Fakultas Kedo...

Inovasi Gabungan Aspal dan Karet Bekas Untuk Tingkatkan Mutu Jalan Rel Kereta Api di Indonesia

Inovasi Gabungan Aspal dan Karet Be…

Bantul-KoPi| Mengacu dari...

Sepatu untuk Pasien Lumpuh Rancangan Mahasiswa UGM Raih Penghargaan di Seoul

Sepatu untuk Pasien Lumpuh Rancanga…

Jogja-KoPi| Sepatu buatan...

Konsekuensi Pembangunan Infrastruktur

Konsekuensi Pembangunan Infrastrukt…

Oleh: Novri Susan (Sosiol...

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku Pembancokan

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku …

Jogja-KoPi| Sat Reskrim P...

Prev Next

Bulan Oktober 2017, 4,2 juta penduduk baru akan terima E-KTP

Bulan Oktober 2017, 4,2 juta penduduk baru akan terima E-KTP

Sleman-KoPI|Menteri Dalam Negeri, Tjahyo Kumolo mengatakan sebanyak 4,2 juta penduduk Indonesia belum menerima E-KTP dan masih menggunakan surat keterangan(suket) dalam menggunakam hak suaranya.

Namun menurut Tjahyo pihaknya sudah mencetak semua kekurangan jumlah E-KTP tersebut. Hanya saja distribusinya ia mengatakan baru bisa memastikan pada bulan Oktober semua E-KTP tersebut selesai.

"Permasalahannya adalah pada tingkat daerah, sumber daya manusianya masih belum optimal, "katanya saat dijumpai di UGM, Jumat (9/6).

Tjahyo pun meminta maaf kepada semua masyarakat terkait proses pendistribusian E-KTP mengalami keterlambatan sampai 1 setengah tahun dari jadwal awal. Ia menuturkan keterlambatan ini dikarenakan pihaknya yang berjumlah hampir 100 staf kemendagri masih disibukkan dengan panggilan KPK.

"Staff kami dari eselon 1 sampai 4 yang berjumlah hampir 100 staff bolak balik dipanggil KPK, jadi wajar saja jika terlambat,"katanya.

Selain itu Mendagri juga menyampaikan pemerintah belum selesai menyusun UU pemilu dan masih dalam proses musyawarah. Tjahyo mengatakan setidaknya masih ada tiga isu krusial dalam penyusunan UU pemilu tersebut.

Ia menjelaskan tga isu tersebut meliputi pertama permasalahan opsi sistem pemilu terbuka, tertutup atau gabungan. Kedua permasalahan Pemerintah parlementeri, dan ketiga permasalahan syarat pencalonan presiden.

Tjahyo pun menegaskan penyusunan UU pemilu ini harus selesai dan di undangkan pada akhir Juni dan mulai diterapkan pada bulan Juli. Sehingga jika sampai pada akhir Juni tidak ada keputusan, pihaknya akan menerapkan kembali UU pemilu lama.

"Juni UU harus sudah selesai kalo tidak selesai maka harus kembali ke UU pemilu yang lama," jelasnya.| Syidiq Syaiful Ardli

back to top

More in News Categories

Prev Next

Other Categories

Prev Next