Menu
RUU Permusikan dan Kebrutalan Spirit Kapitalisme

RUU Permusikan dan Kebrutalan Spiri…

Anang Hermansyah, anggota...

Gubernur dan DPRD Jatim Setujui Perda Trantibmumlinmas

Gubernur dan DPRD Jatim Setujui Per…

Surabaya-KoPi| Gubernur J...

Dosen Ekonomi UMY Sebut Ekonomi Indonesia Kian Hari Kian Memprihatinkan

Dosen Ekonomi UMY Sebut Ekonomi Ind…

Bantul-KoPi| Di dalam eko...

Masih Banyak Kekeliruan Informasi Dalam Sikapi Bencana

Masih Banyak Kekeliruan Informasi D…

Bantul-KoPi| Bencana alam...

Kemenpora Serahkan Hibah Gelanggang Olahraga ke UGM

Kemenpora Serahkan Hibah Gelanggang…

Jogja-KoPi| Kementerian P...

FKH UGM Luluskan 172 Dokter Hewan Baru

FKH UGM Luluskan 172 Dokter Hewan B…

Jogja-KoPi| Fakultas Kedo...

Inovasi Gabungan Aspal dan Karet Bekas Untuk Tingkatkan Mutu Jalan Rel Kereta Api di Indonesia

Inovasi Gabungan Aspal dan Karet Be…

Bantul-KoPi| Mengacu dari...

Sepatu untuk Pasien Lumpuh Rancangan Mahasiswa UGM Raih Penghargaan di Seoul

Sepatu untuk Pasien Lumpuh Rancanga…

Jogja-KoPi| Sepatu buatan...

Konsekuensi Pembangunan Infrastruktur

Konsekuensi Pembangunan Infrastrukt…

Oleh: Novri Susan (Sosiol...

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku Pembancokan

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku …

Jogja-KoPi| Sat Reskrim P...

Prev Next

BPNT gantikan program raskin

BPNT gantikan program raskin

Jogja-KoPi│Program Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) akan gantikan Program Raskin/Rastra di seluruh Indonesia. Pelaksanaannya akan dilakukan secara bertahap dimulai dari 45 Kota dan 6 Kabupaten di Indonesia pada tanggal 23 Februari 2017, termasuk Yogyakarta dan 7 Kecamatan di Kulon Progo, Rabu (8/2).

Program Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) merupakan program bantuan dari Pemerintah Pusat yang dilaksanakan atas kerjasama Pemerintah Pusat dalam hal ini Kementrian Sosial, Pemerintah Daerah (Dinsos), Bank Penyalur Bantuan Pangan Non Tunai (Himbara/Himpunan Bank Negara), Perum BULOG, agen penyalur bahan pangan dan pihak terkait lainnya.

“Program ini akan berbentuk kartu yang berisi uang bantuan sebesar Rp 110.00 per bulannya. Kartu ini dapat ditukarkan dengan sembako yang ada di Rumah Pangan Kita, e-warung, serta agen 46 yang menjadi mitra BNI untuk daerah Yogyakarta”, jelas Untung Sukaryadi, Kepala Dinas Sosial DIY, saat Sosialisasi Dan Kesiapan Perum Bulog dalam Pelaksanaan Program Bantuan Pangan Non Tunai Tahun 2017, di Gedung Mandala Bhakti Wanitatama.

 

“Besok kita akan hanya bagi-bagi kartu, bukan beras atau sembako lainnya”, tambahnya

Sementara itu, sembako yang dapat ditukarkan untuk tahap ini, berupa beras dan gula. “Untuk sementara BULOG akan menyediakan produk sembako beras dan gula, beras sebesar 10 kg dan gula 2 kg yang dipisah menjadi 2 bagian untuk setiap kartu. Selanjutnya BULOG akan menyediakan gula, tepung, minyak, dan kebutuhan sembako lainnya”, jelas Miftahul Adha, Kepala Perusahaan Umum Badan Urusan Logistik Divisi Regional DIY

Rencananya Pelaksanaan BPNT secara serentak akan dimulai pada tanggal 23 Februari 2017 di 45 Kota dan 6 Kabupaten.

“Secara serentak rencananya BNPT akan dimulai pada tanggal 23 Februari 2017 di 45 Kota dan Kabupaten yang ada di Indonesia. Sebelumnya juga akan dilakukan pemberitahuan kepada masyarakat mengenai lokasi Rumah Pangan Kita sebagai tempat penukaran kartu dengan barang sebako”, jelas Miftakhul Adha.

Walaupun program ini rencananya akan dimulai pada tanggal 23 Februari 2017, namun uang bantuan untuk bulan Januari dan Februari telah dikirim ke kartu-kartu penerima bantuan.

“Walaupun program akan mulai berjalan pada tanggal 23 Februari 2017, namun uang bantuan sebesar Rp 220.000/kartu untuk 2 bulan telah dikirim ke kartu-kartu penerima bantuan”, jelas Untung Sukaryadi.

Program ini diharapkan mampu mengurangi beban pengeluaran KPM (Keluarga Penerima Manfaat) melalui pemenuhan kebutuhan pangan, serta memberi nutrisi yang lebih seimbang kepada KPM, serta memberikan lebih banyak pilihan dan kendali kepada KPM dalam memenuhi kebutuhan pangan.

Selain itu juga berharap dengan adanya program ini akan meningkatkan ketepatan sasaran dan waktu penerimaan bantuan bagi KPM, serta mendorong pencapaian tujuan pembangunan berkelanjutan.

“Program ini diharapkan mampu meningkatkan ketepatan sasaran dan waktu penerimaan bantuan bagi KPM”, ujar Untung Sukaryadi

back to top

More in News Categories

Prev Next

Other Categories

Prev Next